Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Apa Penyebab Sepatu Berbau meski Jarang Dipakai? Waspadai, yuk!

Apa Penyebab Sepatu Berbau meski Jarang Dipakai? Waspadai, yuk!
ilustrasi sepatu (pexels.com/Mr Abrar visuals)
  • Kelembapan yang terjebak di sepatu atau tempat penyimpanan bisa memicu pertumbuhan bakteri dan jamur penyebab bau.

  • Sisa keringat, minyak kulit, sel kulit mati, dan bakteri dari pemakaian sebelumnya tetap bisa menimbulkan bau meski sepatu jarang digunakan.

  • Material sepatu, kaus kaki yang kurang bersih, dan penyimpanan terlalu lama tanpa ventilasi juga dapat membuat sepatu berbau.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Banyak orang mengira sepatu hanya akan bau kalau sering dipakai. Padahal, kenyataannya tidak selalu demikian. Ada juga sepatu yang hanya dipakai sesekali, bahkan lebih sering disimpan di rak. Namun, saat sepatu dikeluarkan, malah mengeluarkan aroma apak atau bau tidak sedap.

Jika pernah mengalami hal ini, kamu tidak sendirian. Bau pada sepatu ternyata bukan hanya dipicu oleh keringat yang menumpuk. Cara menyimpan, kondisi ruangan, sampai bahan sepatu juga ikut berpengaruh. Meski frekuensi pemakaiannya minim, sepatu tetap bisa menjadi tempat berkembangnya bakteri dan jamur. Nah, biar gak penasaran, yuk kita bahas apa saja penyebab sepatu tetap berbau meski jarang dipakai.

  1. 1. Sepatu disimpan dalam kondisi masih lembap

    ilustrasi sepatu
    ilustrasi sepatu (pexels.com/Pixabay)

    Ini termasuk penyebab yang paling sering terjadi. Selama memakai sepatu, kaki mengeluarkan keringat. Nah, kelembapan itu bisa tersisa di bagian dalam sepatu.

    Kalau sepatu langsung dimasukkan ke rak atau kotak tanpa diangin-anginkan terlebih dahulu, udara di dalamnya akan tetap lembap. Kondisi seperti ini sangat disukai oleh bakteri dan jamur. Meski sepatu kemudian didiamkan selama berminggu-minggu, mikroorganisme tersebut tetap berkembang dan menghasilkan bau yang makin menyengat. Karena itu, biasakan mengeringkan sepatu beberapa jam setelah dipakai sebelum disimpan kembali.

  2. 2. Ruang penyimpanan terlalu lembap

    ilustrasi sepatu kulit
    ilustrasi sepatu kulit (pexels.com/Dominika Roseclay)

    Bukan hanya kondisi sepatu yang penting, tempat penyimpanannya juga berpengaruh besar. Rak sepatu yang berada di area minim sirkulasi udara atau dekat kamar mandi biasanya memiliki tingkat kelembapan lebih tinggi. Akibatnya, sepatu akan lebih mudah menyerap uap air dari lingkungan sekitar. Lama-kelamaan, muncul bau apak, bahkan bisa ditumbuhi jamur jika dibiarkan terlalu lama. Kalau memungkinkan, simpan sepatu di tempat yang kering dan memiliki sirkulasi udara yang baik. Sesekali, buka rak sepatu agar udara segar bisa masuk.

  3. 3. Masih ada bakteri dari pemakaian sebelumnya

    ilustrasi sepatu
    ilustrasi sepatu (pexels.com/Pixabay)

    Walau sepatu sudah lama tidak dipakai, bakteri yang menempel belum tentu hilang begitu saja. Saat kaki berkeringat, bakteri akan memakan protein dan minyak alami yang ada pada kulit. Dari proses inilah, muncul senyawa penyebab bau. Ketika sepatu disimpan tanpa dibersihkan, bakteri tersebut tetap berada di dalam dan akan kembali aktif saat kondisi lembap. Itulah kenapa sepatu yang jarang dipakai pun bisa tetap mengeluarkan aroma kurang sedap ketika dibuka lagi.

  4. 4. Kaus kaki yang dipakai sebelumnya kurang bersih

    ilustrasi kaus kaki
    ilustrasi kaus kaki (pexels.com/Lum3n)

    Kadang, penyebabnya bukan berasal dari sepatu, melainkan dari kaus kaki yang digunakan. Kalau sebelumnya kamu memakai kaus kaki yang sudah lembap, dipakai terlalu lama, atau bahannya kurang menyerap keringat, bakteri bisa berpindah ke bagian dalam sepatu. Meski setelah itu sepatu disimpan cukup lama, sisa bakteri tersebut masih tertinggal dan menjadi sumber bau. Karena itu, selain merawat sepatu, pastikan kaus kaki juga selalu bersih dan benar-benar kering sebelum dipakai.

  5. 5. Material sepatu mudah menyerap kelembapan

    ilustrasi sepatu berbahan kulit suede
    ilustrasi sepatu berbahan kulit suede (unsplash.com/David Lezcano)

    Setiap bahan sepatu memiliki karakteristik yang berbeda. Ada material yang cepat kering, tetapi ada juga yang cenderung menyimpan kelembapan lebih lama, misalnya bahan kanvas, suede, atau lapisan busa tebal di bagian dalam sepatu. Material seperti ini membutuhkan waktu lebih lama untuk benar-benar kering setelah terkena keringat atau udara lembap. Apabila proses pengeringannya kurang maksimal, bau bisa muncul meski sepatu hanya dipakai sesekali.

  6. 6. Terlalu lama disimpan di dalam kotak

    ilustrasi sepatu kulit
    ilustrasi sepatu kulit (unsplash.com/Noah Smith)

    Banyak orang berpikir menyimpan sepatu di kotak akan membuatnya lebih awet. Memang ada benarnya, tetapi kalau dilakukan terus-menerus tanpa ventilasi, justru bisa memicu bau. Pasalnya, kotak sepatu memiliki sirkulasi udara yang sangat terbatas. Jika masih ada sedikit kelembapan di dalam sepatu, udara pengap di dalam kotak akan mempertahankan kondisi tersebut. Akibatnya, bau apak lebih mudah muncul. Sesekali, keluarkan sepatu dari kotaknya dan angin-anginkan beberapa jam agar udara di dalamnya berganti.

  7. 7. Tidak pernah dibersihkan karena merasa masih jarang dipakai

    ilustrasi sepatu
    ilustrasi sepatu (pexels.com/ready made)

    Ini kebiasaan yang sering tidak disadari. Karena merasa sepatu masih terlihat bersih dan hanya dipakai beberapa kali, banyak orang akhirnya menunda membersihkannya. Padahal, bagian dalam sepatu tetap bisa menyimpan keringat, minyak alami dari kulit, debu, hingga sel kulit mati yang tidak terlihat. Semua itu bisa menarik bakteri penyebab bau. Membersihkan sepatu secara berkala, termasuk bagian dalamnya, jauh lebih efektif mencegah bau dibanding menunggu sampai aromanya benar-benar mengganggu.

    Pada akhirnya, penyebab sepatu berbau bukan semata-mata karena sering dipakai. Sepatu yang jarang digunakan pun tetap bisa mengeluarkan bau tidak sedap jika disimpan dalam kondisi lembap, kurang memiliki sirkulasi udara, atau tidak pernah dibersihkan. Merawat sepatu sebenarnya tidak sulit. Cukup pastikan sepatu benar-benar kering sebelum disimpan, gunakan kaus kaki yang bersih, dan sesekali angin-anginkan agar bagian dalamnya tetap segar. Dengan perawatan sederhana seperti ini, sepatu bisa lebih awet sekaligus nyaman dipakai kapan pun dibutuhkan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team
Yudha ‎
EditorYudha ‎

Related Articles