Edwin Flava: DJ yang Menjaga Beat Old School di Era Kekinian

- Awal ketertarikan Edwin Flava menjadi seorang DJ
- Tentang lagu "Wanna Dance With Me"
- Setia pada gaya old school
Menjadi DJ bukanlah sekadar pekerjaan memainkan musik di balik turntable. Profesi ini menuntut kepekaan terhadap suasana, kemampuan membaca energi penonton, serta keberanian untuk bereksperimen dengan berbagai genre. Di era digital, Disc Jockey atau DJ juga ditantang untuk terus produktif merilis karya agar tetap relevan di tengah derasnya arus musik baru. Bagi sebagian orang, jalan ini penuh risiko dan persaingan.
Namun, bagi Edwin Flava, perjalanan sebagai DJ adalah bentuk eksplorasi diri sekaligus cara untuk menyalurkan kecintaan pada musik yang sudah menjadi bagian dari hidupnya sejak lama.
1. Awal ketertarikan Edwin Flava menjadi seorang DJ

Setiap musisi punya cerita awal yang unik, dan bagi Edwin, semuanya berawal dari rasa penasaran. Saat masih sekolah, profesi DJ belum banyak dikenal dan bahkan dianggap tabu. Justru karena hal itu, ia semakin tertarik untuk mencoba. Rasa ingin tahu yang besar mendorongnya mencari jalan agar bisa belajar lebih dalam.
“Akhirnya saat kuliah saya private DJ,” ujar Erwin dalam sebuah perbincangan.
Dari kebiasaan mendengarkan musik, ia beralih menjadi pemain yang bisa mengolah beat sesuai keinginannya. Nama panggung sering kali menjadi identitas yang melekat kuat pada seorang musisi. Edwin memilih nama Flava bukan karena tren, melainkan karena kesederhanaannya. Ia ingin sesuatu yang mudah diingat, manis, namun tetap punya karakter.
“Dulu nggak ada yang pakai nama Flava, saya lihat ini simple dan sweet,” ujarnya.
Nama itu kini menjadi ciri khas yang membedakannya dari DJ lain, sebuah label yang merepresentasikan gaya musiknya.
2. Tentang lagu "Wanna Dance With Me"
Setiap DJ punya cara sendiri dalam menemukan inspirasi. Bagi Edwin, proses kreatif tidak selalu terencana. Ia percaya bahwa ide terbaik justru muncul ketika sedang santai, tanpa tekanan.
“Ketika lagi santai secara tiba-tiba,” katanya tentang proses membuat mixtape atau lagu original.
Mood menjadi faktor utama yang menentukan arah musiknya. Edwin mengaku belum pernah mengalami creative block, sebuah keberuntungan yang membuatnya terus produktif dan konsisten berkarya.
Dalam perjalanan panjangnya, Edwin telah merilis sejumlah karya. Namun, ada satu lagu yang menurutnya paling mencerminkan dirinya saat ini: “Wanna Dance With Me.” Lagu ini bukan sekadar track untuk berdansa, melainkan representasi energi dan karakter musik Flava yang mengajak orang untuk bergerak, menikmati momen, dan larut dalam suasana.
“Itu di lagu ‘Wanna Dance With Me’ punya saya sendiri,” ujarnya.
3. Setia pada gaya old school

Tren musik selalu berubah, terutama di era streaming yang serba cepat. Namun, Edwin memilih jalannya sendiri: tetap setia pada gaya old school. Baginya, musik klasik punya daya tahan yang tak lekang oleh waktu.
“Lagu lama tetap bisa dipakai santai dalam kondisi tertentu,” katanya.
Dengan pendekatan ini, ia membuktikan bahwa relevansi tidak selalu harus mengikuti arus, melainkan bisa diciptakan dengan konsistensi dan karakter yang kuat.
Menjadi DJ di era sekarang bukan tanpa tantangan. Edwin menyebut eksistensi dan membaca selera crowd sebagai hal paling krusial. Ia harus terus menyesuaikan diri dengan dinamika industri, namun tetap menjaga ciri khasnya. Meski begitu, ia punya visi jangka panjang yang jelas: menginspirasi generasi baru bahwa DJ itu spesial.
“Ingin menginspirasi kalau DJ itu spesial,” tegasnya.
4. Fokus dan keteguhan hati

Baginya, DJ bukan sekadar penghibur, melainkan seniman yang membangun suasana dan menciptakan pengalaman. Produktivitas Edwin tak lepas dari dukungan orang-orang terdekat. Ia percaya bahwa lingkungan sekitar berperan besar dalam menjaga semangat berkarya.
“Orang di sekitar yang selalu men-support,” ujarnya.
Edwin juga menjaga keseimbangan antara musik dan kehidupan pribadi dengan membedakan sikap serta pembawaan. Dengan cara itu, ia bisa tetap fokus pada karier tanpa kehilangan jati diri sebagai individu.
Bagi para musisi muda yang ingin meniti karier sebagai DJ atau produser, Edwin punya pesan sederhana namun kuat. Ia menekankan pentingnya fokus dan keteguhan hati.
“Fokus hal utama dan jangan pernah menyerah. Jadilah yang bertahan, jangan berpikir harus menjadi sangat besar karena itu pasti akan ada jalannya masing-masing,” katanya.


















