Dunia audio digital tak lagi sekadar soal pergeseran medium dari pita kasat ke cloud, melainkan revolusi cara kita menikmati dan menciptakan tata suara. Bagi para perajin musik elektronik modern, ruang ini menjadi kanvas tanpa batas mengacak-acak genre, menyandingkan bahasa, dan menjinakkan teknologi terkini.
Landskap dinamis inilah yang menjadi taman bermain bagi Voxeaa, panggung kreasi Muhammad Ariffin Bin Tahir, produser elektronik asal Singapura yang diam-diam telah mengukir jejak sonic-nya sejak dekade lalu.
Lahir pada 20 Mei 1997, langkah pertamanya berjejak lewat single "Money" pada 2015. Sejak ketukan perdana itu, Voxeaa konsisten merajut benang-benang electronic, dance, techno, hingga entakan pop menjadi satu entitas audio yang menghipnotis.
Seiring berjalannya waktu, petualangan rasa menjadi jantung utama dalam denyut kreatif Voxeaa. Setiap rilisan barunya bukan sekadar trek tarian, melainkan eksperimen audio yang mempertemukan dentum lantai dansa dengan tekstur musik lintas spektrum.
“Dalam karya ini, sering kali ditambahkan elemen eksperimen suara yang menyatukan berbagai genre, menciptakan lagu yang tidak hanya cocok di klub, tetapi juga mampu meresonansi banyak orang di berbagai belahan dunia,” ujar Voxeaa.
