Keunikan alat-alat tersebut juga menunjukkan bahwa ada banyak cara untuk menikmati secangkir kopi. Ada yang menggunakan pasir panas, ada yang memakai filter kain, dan ada pula yang memanfaatkan tekanan uap. Penasaran seperti apa alat-alatnya? Yuk, simak lima alat manual brew dari berbagai negara berikut ini.
5 Alat Manual Brew dari Berbagai Negara dan Ciri Khasnya

- Lima alat manual brew dari Vietnam, Turki, Jepang, Italia, dan Jerman menunjukkan keragaman cara menyeduh kopi, mulai dari tetesan perlahan, pasir panas, hingga tekanan uap.
- Phin, Cezve, dan Nel Drip mengandalkan metode berbeda: saringan logam, tanpa filter dengan ampas mengendap, serta kain flanel yang menghasilkan tekstur seduhan lebih lembut.
- Moka Pot memakai tekanan uap untuk kopi pekat, sedangkan Karlsbader Kanne menggunakan penyaring porselen berlapis guna menonjolkan cita rasa alami kopi.
Bagi sebagian orang, menikmati kopi bukan hanya soal rasa, tetapi juga tentang cara menyeduhnya. Karena itu, berbagai negara memiliki alat seduh manual atau manual brew dengan bentuk dan cara penggunaan yang beragam. Beberapa alat bahkan sudah menjadi bagian dari kebiasaan minum kopi di negara asalnya.
Table of Content
1. Phin (Vietnam)

ilustrasi phin (commons.wikimedia.org/HungryHuy) Phin merupakan alat seduh kopi yang sangat populer di Vietnam. Bentuknya sederhana, berupa saringan logam berlubang yang dilengkapi penekan dan penutup, lalu diletakkan di atas cangkir. Air panas yang dituangkan ke dalamnya akan membuat kopi menetes perlahan. Phin juga praktis karena tidak membutuhkan listrik atau filter kertas, sehingga mudah digunakan di berbagai tempat.
Phin sering digunakan untuk membuat kopi hitam maupun Cà phê sữa đá, yaitu kopi dengan susu kental manis dan es. Rasa kopi yang kuat dan pahit berpadu dengan rasa manis dari susu kental manis. Cara menikmati kopi seperti ini sudah menjadi bagian dari keseharian masyarakat Vietnam, termasuk saat bersantai di kedai atau tempat nongkrong sederhana.
2. Cezve / Ibrik (Turki)

ilustrasi cezve (pexels.com/Ahmed) Cezve atau Ibrik merupakan alat seduh kopi tradisional yang sudah digunakan sejak masa Kesultanan Utsmaniyah sekitar abad ke-16. Bentuknya seperti panci kecil dengan bagian bawah yang lebar dan leher yang lebih sempit. Kopi dan air dimasukkan langsung ke dalamnya, lalu dipanaskan secara perlahan. Dahulu, Cezve juga digunakan di atas pasir panas, sedangkan sekarang lebih sering dipanaskan menggunakan kompor.
Berbeda dari alat seduh yang menggunakan penyaring, Cezve tidak memakai filter untuk memisahkan bubuk kopi. Setelah dipanaskan hingga menghasilkan busa di permukaan, kopi langsung dituangkan ke cangkir dan ampasnya dibiarkan mengendap di bagian bawah. Cara ini menghasilkan kopi dengan tekstur yang lebih padat dan menjadi bagian dari tradisi minum kopi yang telah bertahan selama berabad-abad.
3. Nel Drip (Jepang)
Nel Drip merupakan alat seduh kopi khas Jepang yang menggunakan kain flanel sebagai penyaring. Air dituangkan perlahan ke atas bubuk kopi, lalu melewati kain sebelum menjadi seduhan. Kain ini bisa digunakan kembali setelah dicuci dan dirawat dengan baik. Proses penyeduhannya yang perlahan membuat Nel Drip membutuhkan kesabaran dan ketelitian.
Teknik penyeduhan yang dilakukan secara perlahan dan hati-hati juga menjadi bagian dari budaya kedai kopi tradisional Jepang atau kissaten. Filter kain dapat menahan sebagian minyak kopi sehingga menghasilkan seduhan dengan tekstur yang lebih lembut dan rasa yang lebih kaya. Karena itu, Nel Drip dikenal bukan hanya karena filter kainnya, tetapi juga karena kesabaran yang dibutuhkan untuk menghasilkan secangkir kopi.
4. Moka Pot (Italia)

ilustrasi moka pot (pixabay.com/Karolina Grabowska) Moka Pot merupakan alat seduh kopi asal Italia yang menggunakan tekanan uap untuk membuat kopi di atas kompor. Alat ini memiliki tiga bagian utama, yaitu wadah air di bagian bawah, saringan untuk bubuk kopi, dan wadah penampung kopi di bagian atas. Saat air dipanaskan, uap yang terbentuk akan mendorong air melewati bubuk kopi hingga naik ke bagian atas. Cara kerja ini menghasilkan kopi yang kuat dan pekat tanpa membutuhkan mesin espresso.
Moka Pot pertama kali dibuat oleh Alfonso Bialetti pada 1933 dan kemudian menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat Italia. Bentuknya yang khas juga membuat alat ini dikenal sebagai salah satu ikon desain dapur. Dengan Moka Pot, kopi dengan karakter seperti yang biasa disajikan di kedai bisa lebih mudah dibuat di rumah.
5. Karlsbader Kanne (Jerman)
Karlsbader Kanne merupakan alat seduh kopi asal Jerman yang menggunakan porselen sebagai bagian utama penyaringnya. Alat ini memiliki penyaring porselen dengan dua lapisan yang tidak membutuhkan filter kertas maupun kain. Porselen juga bersifat netral terhadap rasa, sehingga tidak memberikan rasa tambahan pada kopi dan membantu menonjolkan cita rasa alaminya.
Selain mengutamakan rasa kopi yang murni, Karlsbader Kanne juga memiliki bentuk yang khas dan terlihat elegan. Alat ini dibuat dari porselen putih dengan desain klasik yang sudah dipertahankan sejak lama. Perpaduan material porselen dan desain klasiknya membuat Karlsbader Kanne tidak hanya berfungsi sebagai alat seduh, tetapi juga memiliki daya tarik tersendiri saat digunakan untuk menyajikan kopi.
Itulah lima alat manual brew dari berbagai negara dengan bentuk dan cara penyeduhan yang khas. Dari Phin yang sederhana hingga Karlsbader Kanne yang elegan, setiap alat punya karakter tersendiri yang membuat pengalaman menikmati kopi menjadi semakin menarik.


