Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kenapa Baut Diputar Searah Jarum Jam untuk Mengencangkan?
ilustrasi baut (unsplash.com/Thomas Wolter)
  • Mayoritas baut memakai ulir kanan sehingga diputar searah jarum jam untuk mengencangkan.

  • Gesekan pada ulir dan permukaan baut membantu menjaga sambungan tetap kencang.

  • Standardisasi industri membuat sistem putaran ini menjadi standar yang digunakan secara luas.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pernah memperhatikan kalau hampir semua baut dan sekrup dikencangkan dengan cara diputar searah jarum jam? Sementara itu, untuk melepasnya, kita cukup memutarnya berlawanan arah jarum jam. Aturan sederhana ini bahkan sering diringkas dalam ungkapan populer “righty-tighty, lefty-loosey”. Namun, pernahkah kamu bertanya-tanya kenapa arah tersebut menjadi standar? Mengapa bukan sebaliknya?

Jawabannya ternyata bukan sekadar kebiasaan. Arah putaran baut berkaitan dengan bentuk ulir, prinsip fisika, faktor kenyamanan manusia, hingga sejarah standardisasi industri yang membuat sistem ini digunakan hampir di seluruh dunia. Ayo, kita bahas lebih dalam seputar hal ini!

1. Sebagian besar baut menggunakan ulir kanan

ilustrasi baut (pexels.com/Győző Mórocz)

Mayoritas baut, sekrup, dan mur yang digunakan sehari-hari memiliki apa yang disebut sebagai right-hand thread atau ulir kanan. Secara sederhana, bentuk ulirnya dirancang sedemikian rupa sehingga baut akan bergerak masuk ketika diputar searah jarum jam. Saat baut diputar ke kanan, bagian ulir pada baut akan berinteraksi dengan ulir pasangannya. Gerakan berputar tersebut kemudian diubah menjadi gerakan maju sehingga baut masuk lebih dalam dan menarik bagian-bagian yang disatukannya menjadi lebih rapat. Inilah yang kemudian menghasilkan gaya jepit atau clamping force. Semakin tepat baut dikencangkan, semakin kuat pula bagian-bagian tersebut tertahan.

Sebaliknya, ketika baut diputar berlawanan arah jarum jam, arah gerakannya pun berubah. Ulir pada baut kemudian bergerak keluar dari pasangannya secara perlahan. Akibatnya, tekanan pada sambungan berkurang dan bagian-bagian yang sebelumnya terikat menjadi lebih longgar.

2. Ada peran gesekan di balik baut yang tetap kencang

ilustrasi baut (unsplash.com/Thomas Wolter)

Baut tidak hanya mengandalkan bentuk ulir agar bisa tetap terpasang. Gesekan juga memainkan peran yang cukup penting. Ketika baut dikencangkan, bagian ulir saling menekan satu sama lain. Gesekan antara permukaan ulir dan antara bagian bawah kepala baut serta permukaan benda yang disatukan membantu menahan baut agar tidak langsung berputar kembali.

Itulah sebabnya, baut biasanya tidak mudah lepas hanya karena sedikit getaran atau gerakan biasa. Meski begitu, kondisi tertentu tetap bisa membuatnya kendur. Ini terutama jika sambungan mengalami getaran kuat atau gaya putar yang berlawanan secara terus-menerus.

3. Arah ini juga dianggap lebih nyaman bagi kebanyakan orang

ilustrasi baut (unsplash.com/Townsend Walton)

Ada alasan lain yang mungkin tidak langsung terpikirkan: ergonomi. Sebagian besar manusia menggunakan tangan kanan sebagai tangan dominan. Bagi banyak orang, memutar alat seperti kunci pas atau obeng searah jarum jam terasa lebih alami dan memungkinkan mereka menghasilkan torsi yang cukup besar dengan nyaman. Gerakan tersebut melibatkan koordinasi pergelangan tangan, lengan bawah, hingga bahu. Karena dianggap lebih efisien bagi mayoritas pengguna, arah putaran ini kemudian semakin umum digunakan dalam desain alat dan sistem pengencang.

Dengan kata lain, aturan “diputar ke kanan untuk mengencangkan” bukan hanya mudah diingat oleh siapa pun. Arah putaran tersebut juga terasa lebih alami bagi kebanyakan orang saat menggunakan alat. Karena itu, sistem ini dianggap lebih nyaman dan efisien untuk menghasilkan tenaga ketika mengencangkan baut.

4. Standar industri membuat aturan ini semakin kuat

ilustrasi baut (unsplash.com/Edge2Edge Media)

Sebelum adanya standardisasi industri, bentuk dan ukuran ulir sebenarnya bisa sangat beragam. Banyak baut dan sekrup dibuat oleh pengrajin dengan standar yang berbeda-beda. Pada abad ke-19, upaya untuk menyamakan standar ulir mulai berkembang. Salah satu tokoh penting dalam proses ini adalah Joseph Whitworth. Pada 1841, ia mengusulkan standar ulir dengan sudut dan jumlah ulir yang lebih konsisten.

Standardisasi semacam ini membantu berbagai komponen dari produsen yang berbeda agar dapat digunakan bersama. Seiring berkembangnya industri, sistem ulir kanan yang mengencangkan baut searah jarum jam pun semakin banyak digunakan. Pada akhirnya, ini menjadi kebiasaan global.

Jadi, alasan baut biasanya diputar searah jarum jam untuk mengencangkan bukan hanya karena kebiasaan. Ada kombinasi antara desain ulir, gaya gesekan, kenyamanan manusia, dan sejarah standardisasi industri yang membuat aturan ini bertahan hingga sekarang. Ini tampak sederhana, tetapi ternyata menyimpan sejarah teknik yang cukup panjang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

EditorYudha ‎

Related Article