The Jansen di backstage Magnumotion Loud Fest Bogor (Dok. Resonine)
Respons positif datang dari sejumlah musisi yang ambil bagian dalam gelaran tersebut. The Jansen menilai festival musik keras dengan konsep seperti Magnumotion masih cukup jarang ditemukan di Bogor.
“Festival musik keras seperti ini sangat jarang sekali di kota sendiri. Terus sangat menyenangkan. Line-up juga seragam, nggak terlalu jauh, nggak terlalu cross-genre,” ujar The Jansen.
Menurut mereka, respons penonton pada penyelenggaraan perdana tersebut juga bisa menjadi modal bagi Magnumotion untuk mengembangkan festival pada tahun-tahun berikutnya.
“Mengingat ini yang perdana dan ternyata pecah banget. Ini bisa jadi gambaran buat mereka ke depannya, kayaknya tahun depan harus lebih mantap lagi," lanjut The Jansen.
Hal senada juga terlihat dari antusiasme 510 yang menilai Bogor dan Sentul selalu memberikan energi tersendiri ketika mereka tampil di kawasan tersebut.
“Seperti biasa, Bogor dan Sentul selalu memberikan energi yang luar biasa setiap kali kami main ke sini. Akhirnya kami bisa main di Magnumotion Loud Fest, dan luar biasa banget. Kami selalu excited untuk datang ke Bogor. Semoga ke depannya kami diajak lagi,” ujar 510.
Bagi 510, keberlanjutan skena musik juga sangat bergantung pada konsistensi para musisi dalam menghasilkan karya. Mereka pun memberikan pesan kepada musisi yang baru memulai perjalanan di dunia musik.
“Jangan berhenti berkarya. Yakin dengan karya sendiri, tetap semangat, dan yang paling penting harus konsisten,” kata 510.