Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Magnumotion Loud Fest Bogor Sukses Buka Ruang Baru Skena Musik Keras
Suasana perhelatan Magnumotion Loud Fest Bogor (Dok. Resonine)
  • Magnumotion Loud Fest Bogor edisi perdana mendapat respons positif dari musisi, termasuk The Jansen dan 510, yang menyoroti antusiasme penonton serta energi kuat Bogor dan Sentul.
  • Festival ini mempertemukan komunitas, musisi, kreator, dan penikmat musik keras melalui line-up lintas generasi, sekaligus membuka panggung bagi band pendatang baru.
  • Bogor dipilih sebagai kota pembuka karena dekat dengan komunitas alternatif Jabodetabek dan Jawa Barat; rangkaian Magnumotion dijadwalkan berlanjut ke Medan pada 13 September dan Bandung pada Oktober.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bogor, IDN Times - Gelaran perdana Magnumotion Loud Fest Bogor mendapat respons positif dari para musisi yang tampil. Festival yang mempertemukan komunitas, musisi, kreator, dan penikmat musik keras ini dinilai memiliki potensi untuk kembali digelar dengan konsep yang semakin berkembang.

Magnumotion Loud Fest Bogor menjadi edisi perdana Magnumotion sekaligus ruang temu bagi berbagai elemen dalam skena musik keras. Tak hanya menghadirkan pertunjukan musik, festival ini juga mengedepankan komunitas dan koneksi antarpelaku skena sebagai bagian penting dari penyelenggaraan.

1. Sambutan positif musisi

The Jansen di backstage Magnumotion Loud Fest Bogor (Dok. Resonine)

Respons positif datang dari sejumlah musisi yang ambil bagian dalam gelaran tersebut. The Jansen menilai festival musik keras dengan konsep seperti Magnumotion masih cukup jarang ditemukan di Bogor.

“Festival musik keras seperti ini sangat jarang sekali di kota sendiri. Terus sangat menyenangkan. Line-up juga seragam, nggak terlalu jauh, nggak terlalu cross-genre,” ujar The Jansen.

Menurut mereka, respons penonton pada penyelenggaraan perdana tersebut juga bisa menjadi modal bagi Magnumotion untuk mengembangkan festival pada tahun-tahun berikutnya.

“Mengingat ini yang perdana dan ternyata pecah banget. Ini bisa jadi gambaran buat mereka ke depannya, kayaknya tahun depan harus lebih mantap lagi," lanjut The Jansen.

Hal senada juga terlihat dari antusiasme 510 yang menilai Bogor dan Sentul selalu memberikan energi tersendiri ketika mereka tampil di kawasan tersebut.

“Seperti biasa, Bogor dan Sentul selalu memberikan energi yang luar biasa setiap kali kami main ke sini. Akhirnya kami bisa main di Magnumotion Loud Fest, dan luar biasa banget. Kami selalu excited untuk datang ke Bogor. Semoga ke depannya kami diajak lagi,” ujar 510.

Bagi 510, keberlanjutan skena musik juga sangat bergantung pada konsistensi para musisi dalam menghasilkan karya. Mereka pun memberikan pesan kepada musisi yang baru memulai perjalanan di dunia musik.

“Jangan berhenti berkarya. Yakin dengan karya sendiri, tetap semangat, dan yang paling penting harus konsisten,” kata 510.

2. Jadi ruang pertemuan skena musik keras

Suasana perhelatan Magnumotion Loud Fest Bogor (Dok. Resonine)

Magnumotion Loud Fest Bogor menghadirkan sejumlah nama dari lintas generasi dan spektrum musik alternatif, mulai dari Seringai, For Revenge, The Paps, 510, Morfem, Stand Here Alone, Cloath, hingga Kraken.

Keberagaman line-up tersebut menjadi bagian dari pendekatan Magnumotion untuk menghadirkan spektrum musik keras yang berkembang melalui beragam pendekatan musikal dan latar belakang komunitas. Festival ini juga memberikan ruang bagi band pendatang baru (emerging bands) untuk memperkenalkan karya mereka kepada audiens yang lebih luas.

Sementara itu, Seringai melihat penampilan mereka di Magnumotion Loud Fest sebagai salah satu momentum penting dalam perjalanan band. Kehadiran di festival ini sekaligus menjadi kesempatan untuk membawa karakter Seringai dan memperkenalkan fase baru kepada penonton.

“Penampilan di Magnumotion Loud Fest ini menjadi salah satu momentum penting buat kami, terutama karena ini merupakan titik awal dari rangkaian festival yang akan kami jalani. Kami ingin membawa energi dan karakter Seringai seperti yang selama ini dikenal, tetapi juga memberikan sesuatu yang terasa lebih segar. Jadi buat kami, tampil di sini bukan hanya soal bermain di atas panggung, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan fase baru Seringai kepada penonton,” ujar Seringai.

3. Langkah awal memperluas ruang bertemu musisi, komunitas, kreator, dan penikmat musik keras

Suasana perhelatan Magnumotion Loud Fest Bogor (Dok. Resonine)

Bogor sendiri dipilih sebagai kota pembuka Magnumotion karena memiliki kedekatan dengan berbagai kantong komunitas musik alternatif di Jabodetabek dan Jawa Barat. Setelah Bogor, rangkaian Magnumotion dijadwalkan berlanjut ke Medan pada tanggal 13 September dan Bandung yang direncakanan berlangsung pada bulan Oktober.

Dengan respons positif dari para musisi serta pendekatan yang menempatkan komunitas sebagai bagian penting dari festival, Magnumotion Loud Fest Bogor dapat menjadi langkah awal untuk memperluas ruang bertemunya musisi, komunitas, kreator, dan penikmat musik keras di berbagai daerah.

Curated For You

Editorial Team

Related Article