Sebuah ruang sederhana di desa Taman Sari, Kecamatan Pugung, Kabupaten Tanggamus, Lampung, kini memiliki cerita baru. Rak-rak buku yang terisi dengan beragam bacaan anak, ruang yang lebih nyaman untuk belajar, serta antusiasme siswa menjadi penanda lahirnya Pustaka untuk Negeri Chapter Lampung, sebuah gerakan sosial pendidikan yang membawa pesan bahwa akses terhadap buku dan ruang membaca perlu terus diperluas agar semakin banyak anak Indonesia memiliki kesempatan untuk belajar, berimajinasi, dan membangun masa depan.
Resmi Berdiri, Pustaka untuk Negeri Lampung Hadirkan Ruang Baca Anak

- Pustaka untuk Negeri Chapter Lampung resmi menghadirkan Rumah Pustaka di SD 2 Taman Sari, Tanggamus, pada 13–15 Agustus 2026 sebagai ruang baca dan belajar anak.
- Program Edelweiss Care for Humanity, Halo Dongeng, dan Nasibaju Foundation menyediakan bacaan berkualitas serta dongeng edukatif untuk menumbuhkan kebiasaan membaca, imajinasi, dan akses pengetahuan.
- Sebanyak 2.100 buku hasil donasi Jakarta dan Depok mengawali pustaka pertama dari lima lokasi yang direncanakan sepanjang 2026, termasuk Kalimantan Utara hingga Papua.
Pustaka untuk Negeri merupakan program sosial pendidikan yang diinisiasi oleh Edelweiss Care for Humanity dan Halo Dongeng, berkolaborasi dengan Nasibaju Foundation. Kegiatan yang berlangsung pada 13–15 Agustus 2026 di SD 2 Taman Sari, Pugung, Tanggamus, tersebut berhasil menghadirkan sebuah Rumah Pustaka untuk Negeri sebagai ruang belajar dan membaca bagi anak-anak di wilayah tersebut.
“Kami percaya bahwa pendidikan adalah jalan untuk membuka kesempatan. Satu buku mungkin terlihat sederhana, tetapi bagi seorang anak, buku dapat membuka imajinasi, pengetahuan, bahkan sebuah cita-cita. Karena itu, Pustaka untuk Negeri kami hadirkan sebagai ikhtiar untuk membawa buku lebih dekat kepada anak-anak di daerah. Kami ingin mengabdi dengan hati dan terus bergerak bersama masyarakat agar semakin banyak anak Indonesia memiliki kesempatan untuk membaca dan bermimpi,” ujar Ayi Subing selaku Founder sekaligus Chairperson Edelweiss Foundation.
Table of Content
1. Mempertemukan anak-anak dengan buku-buku bacaan yang layak dan berkualitas

Suasana kegiatan Pustaka untuk Negeri Lampung (Dok. Edelweiss Care for Humanity) Kehadiran pustaka ini tidak sekadar menambah fasilitas di lingkungan sekolah. Lebih dari itu, Pustaka untuk Negeri membawa misi untuk mempertemukan anak-anak dengan buku-buku bacaan yang layak dan berkualitas, sekaligus menumbuhkan kebiasaan membaca sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.
Dalam konteks tersebut, Pustaka untuk Negeri hadir dengan pendekatan sederhana namun konkret: menghadirkan buku, membangun ruang membaca, dan mengajak anak-anak berinteraksi langsung dengan pengetahuan.
Literasi juga dikemas melalui dongeng inspiratif dan edukatif yang dibawakan oleh Kak Rizal, pendongeng nasional sekaligus pendiri Halo Dongeng. Melalui cerita, anak-anak diajak mengenal nilai kehidupan, mengembangkan imajinasi, sekaligus melihat bahwa buku dapat menjadi jendela untuk mengenal dunia yang lebih luas.
“Kalau kita ingin anak mencintai buku, jangan membuat membaca terasa seperti tugas. Jadikan buku sebagai teman dan cerita sebagai pengalaman yang menyenangkan. Dari satu cerita, anak bisa belajar tentang keberanian, persahabatan, lingkungan, budaya, bahkan tentang dirinya sendiri. Ketika mereka menemukan kesenangan dalam membaca, kebiasaan itu akan tumbuh dengan sendirinya,” kata Kak Rizal.
2. Memperkuat kesempatan anak-anak untuk berkembang

Suasana kegiatan Pustaka untuk Negeri Lampung (Dok. Edelweiss Care for Humanity) Founder Nasibaju Foundation sekaligus Puteri Indonesia Kebudayaan 2026, Nilam Onasis, melihat keberadaan pustaka di daerah sebagai bagian dari upaya membuka akses pengetahuan sekaligus memperkuat kesempatan anak-anak untuk berkembang.
“Setiap anak memiliki hak untuk belajar, membaca, dan memiliki mimpi. Ketika sebuah buku hadir di tangan seorang anak di daerah, kita bukan hanya memberikan bacaan, tetapi juga memberikan kesempatan untuk mengenal dunia yang lebih luas. Saya berharap Pustaka untuk Negeri dapat menjadi ruang yang membuat anak-anak Taman Sari semakin percaya diri untuk bermimpi dan berani mengejar cita-citanya,” ujar Nilam Onasis.
3. Menumbuhkan budaya membaca dan memperluas akses terhadap pengetahuan

Suasana kegiatan Pustaka untuk Negeri Lampung (Dok. Edelweiss Care for Humanity) Pustaka untuk Negeri Chapter Lampung merupakan pustaka pertama dari lima Pustaka untuk Negeri yang direncanakan berdiri sepanjang 2026. Setelah Lampung, program ini direncanakan berlanjut ke Kalimantan Utara, Sulawesi Tengah, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Papua.
Pola pengumpulan buku akan tetap dilakukan melalui gerakan donasi dan roadshow ke sekolah-sekolah. Dengan pola tersebut, buku-buku yang sudah selesai dibaca atau tidak lagi digunakan di satu tempat dapat kembali memberikan manfaat bagi anak-anak di daerah lain.
Bagi Edelweiss Care for Humanity, Halo Dongeng, dan Nasibaju Foundation, keberadaan Pustaka untuk Negeri bukan semata-mata tentang membangun sebuah ruangan dan mengisinya dengan buku. Gerakan ini merupakan upaya membangun ekosistem kecil yang mempertemukan buku, anak-anak, sekolah, keluarga, komunitas, dan para relawan dalam satu tujuan: menumbuhkan budaya membaca dan memperluas akses terhadap pengetahuan.
"Dari sebuah gerakan donasi buku di sekolah-sekolah di Jakarta dan Depok, kini lahir sebuah ruang membaca di Pekon Taman Sari, Tanggamus. Sebanyak 2.100 buku yang terkumpul menjadi bagian dari perjalanan tersebut dan diharapkan terus menemukan pembaca baru di berbagai daerah," ujar Ayi Subing.





















