Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Ilustrasi Masjid Raya Medan (pexels.com/ Mosquegrapher)
  • Masjid Agung berstatus masjid utama tingkat kabupaten atau kota, umumnya berada di pusat kota dekat alun-alun dan kantor pemerintah serta menjadi lokasi sholat Id tingkat daerah.

  • Masjid Raya menjadi pusat syiar Islam tingkat provinsi, berarsitektur megah dan berkapasitas besar untuk kegiatan keagamaan regional, termasuk MTQ serta penyambutan tamu kenegaraan.

  • Pedoman Kemenag mengatur hierarki masjid: Masjid Negara, Raya, Agung, Besar, Jami’, lalu Masjid; pembagiannya mengikuti cakupan wilayah dan fungsi masing-masing.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Sadarkah kamu, nama masjid di tiap kota atau provinsi kok sering kali berbeda-beda? Ada yang dinamakan Masjid Agung, ada pula yang disebut Masjid Raya. Usut punya usut, penamaan ini nggak sembarangan dan punya aturan dan fungsinya masing-masing, lho!

Biar nggak salah paham, yuk kenali perbedaan antara Masjid Agung dan Masjid Raya di bawah ini. Simak sampai selesai, ya!

1. Masjid Agung (Kabupaten/Kota)

ilustrasi masjid (unsplash.com/muhamad guntur)

Kata "Agung" menyimbolkan status yang lebih tinggi sebagai masjid utama di tingkat kabupaten atau kota. Biasanya, masjid ini punya ciri khas yang gampang dikenali.

Pertama, lokasi masjid ini umumnya berada di pusat kota, berdampingan langsung dengan alun-alun serta kantor bupati atau wali kota yang merupakan warisan tata kota zaman dulu. Selain itu, bangunannya jauh lebih besar dan sering kali dijadikan sebagai landmark atau ikon suatu daerah.

Tidak hanya untuk sholat lima waktu, masjid Agung juga kerap menjadi lokasi utama pelaksanaan sholat Idul Fitri atau Idul Adha tingkat kabupaten yang dihadiri langsung oleh para pejabat daerah. Beberapa contoh Masjid Agung yang populer di Indonesia antara lain Masjid Agung Demak di Jawa Tengah serta Masjid Agung Sunda Kelapa di Jakarta Pusat.

2. Masjid Raya (Tingkat Provinsi)

Ilustrasi masjid di Indonesia (pexels.com/Giga Rizqona)

Masjid Raya merupakan masjid utama yang berfungsi sebagai pusat syiar Islam di tingkat provinsi. Dirancang dengan arsitektur yang megah, masjid ini mampu menampung puluhan ribu jemaah sekaligus.

Tidak hanya menjadi tempat ibadah, keberadaannya sering kali menjadi pusat berbagai acara keagamaan berskala regional seperti Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat provinsi bahkan kerap digunakan untuk menyambut tamu-tamu kenegaraan. Beberapa contoh Masjid Raya yang ikonik di Indonesia antara lain Masjid Raya Sumatera Barat di Padang serta Masjid Raya Sheikh Zayed di Solo.

3. Urutan masjid di Indonesia sesuai peraturan resmi

Ilustrasi masjid di Indonesia (pexels.com/Ari Setiawan)

Berdasarkan pedoman resmi dari Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag RI, hierarki tipologi masjid di Indonesia ternyata diatur secara terstruktur dari yang paling kecil hingga tingkat nasional. Berikut urutannya.

  1. Masjid Negara: Status tertinggi dan cuma ada satu sebagai simbol negara, contohnya Masjid Istiqlal di Jakarta.

  2. Masjid Raya: Pusat di tingkat Provinsi.

  3. Masjid Agung: Pusat di tingkat Kabupaten/Kota.

  4. Masjid Besar: Masjid utama di tingkat Kecamatan.

  5. Masjid Jami’: Masjid yang menggelar sholat Jumat di tingkat Desa/Kelurahan.

  6. Masjid: Tempat ibadah umat Islam yang belum/tidak menyelenggarakan sholat Jumat.

Itulah perbedaan Masjid Agung dan Masjid Raya yang mungkin belum diketahui. Pada akhirnya, baik Masjid Agung dan Raya punya fungsi utama yang sama yakni sebagai rumah ibadah dan pusat pemersatu umat. Semoga informasinya bermanfaat!

Curated For You

Editorial Team

Related Article