Fakta Unik Masjid Luar Batang, Masjid Bersejarah di Jakarta Utara

Masjid Luar Batang merupakan salah satu masjid tertua dan bersejarah di Jakarta. Masjid ini terletak di Penjaringan, Jakarta Utara. Masjid Luar Batang telah lama menjadi tempat ibadah dan tujuan bagi para peziarah. Masa lalu yang panjang menjadikannya bagian penting dari sejarah Jakarta.
Masjid Luar Batang telah menjadi saksi perkembangan Islam di Jakarta sejak zaman Belanda. Sejarah panjangnya tak terpisahkan dari sejarah kota ini. Kini, banyak orang dari dekat maupun jauh datang untuk beribadah dan melihat masjid tua ini. Yuk, simak fakta unik tentang Masjid Luar Batang berikut ini, guys!
1. Didirikan pada tahun 1739

Pemandangan Masjid Luar Batang di tahun 1920-an. (commons.wikimedia.org/GFJ Bley) Masjid Luar Batang didirikan pada tahun 1739 oleh Habib Husein, seorang ulama Arab asal Hadramaut, Yaman, lapor Detikcom. Beliau dikenal karena cara mengajarkan Islam yang santun serta pemahamannya yang mendalam tentang agama. Pendekatan yang damai membuatnya mendapatkan kepercayaan dan penghormatan dari masyarakat Betawi maupun warga di sekitarnya. Kiprah beliau turut membentuk peran awal Masjid Luar Batang di Jakarta.
Menurut cerita setempat, setelah Habib Husein wafat, peti jenazahnya sempat hilang saat sedang dibawa menuju tempat pemakaman. Peti itu kemudian ditemukan kembali di Luar Batang, tempat beliau pernah tinggal dan mengajarkan agama Islam. Peristiwa inilah yang konon melahirkan nama "Luar Batang", di mana kata "batang" merujuk pada peti jenazah tersebut. Masyarakat setempat kemudian memutuskan untuk memakamkan beliau di tempat beliau biasa mengajar.
2. Arsitektur Masjid Luar Batang

Pemandangan tempat wudu di dalam Masjid Luar Batang. (commons.wikimedia.org/Akhmad Fauzi) Sebuah gerbang melengkung berdiri di bagian depan Masjid Luar Batang. Gerbang ini menandai jalan utama menuju area masjid. Adapun CNN Indonesia menyebutkan bahwa masjid ini memiliki gaya Betawi dengan sentuhan Timur Tengah. Perpaduan ini memberikan tampilan yang unik pada bangunannya.
Dua menara setinggi 57 m berdiri di sisi kanan dan kiri masjid. Dibangun pada tahun 2008, menggantikan menara lama yang lebih pendek yang telah berdiri selama sekitar 150 tahun. Meskipun bentuknya sederhana, Masjid Luar Batang memiliki suasana yang sakral. Masjid ini juga menjadi lokasi makam Habib Husein.
3. Tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah

Pemandangan gerbang masuk Masjid Luar Batang. (commons.wikimedia.org/Muhammad Ishomil) Saat ini, Masjid Luar Batang merupakan bagian penting dari sejarah Islam di kawasan pesisir Jakarta. Keterkaitan yang erat dengan Penjaringan menjadikannya bagian dari sejarah masa lampau Jakarta Utara. Masjid ini masih digunakan untuk beribadah dan berbagai kegiatan masyarakat, serta menjadi sarana bagi warga untuk mempelajari Islam dan budaya setempat.
Masjid satu lantai ini dapat menampung hingga 1.500 orang. Masjid ini digunakan untuk berziarah ke makam Habib Husein. Orang-orang dari berbagai daerah datang untuk tujuan tersebut. Bahkan masjid ini sering kali sangat ramai pada hari Jumat, Sabtu, dan Minggu.
Masjid Luar Batang memegang peranan penting dalam sejarah Islam Jakarta. Dinding-dinding lama serta keterkaitan dengan Habib Husein mencerminkan sejarah panjangnya, sekaligus menggambarkan perkembangan Islam di Jakarta Utara. Hingga kini, masjid ini tetap menjadi bagian penting dari warisan sejarah kota tersebut.




















