Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Mitos atau Fakta: Angkat Beban Bikin Pria Jadi Pendek?

Mitos atau Fakta: Angkat Beban Bikin Pria Jadi Pendek?
ilustrasi pria gym (pexels.com/Bruno Bueno)
  • Anggapan angkat beban otomatis membuat pria lebih pendek adalah mitos; latihan yang tepat tidak menghentikan kerja lempeng pertumbuhan tulang.
  • Risiko utama latihan kekuatan berasal dari teknik buruk, beban berlebihan, dan kurang pengawasan; teknik benar serta peningkatan beban bertahap membantu mengurangi cedera.
  • Remaja perlu memprioritaskan teknik, kontrol tubuh, nutrisi seimbang, dan tidur cukup; latihan beban yang aman dapat meningkatkan kekuatan, koordinasi, serta keseimbangan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Angkat beban sering dikaitkan dengan berbagai mitos, salah satunya anggapan bahwa latihan kekuatan dapat membuat pria menjadi lebih pendek. Kekhawatiran ini cukup sering muncul, terutama bagi mereka yang masih berada dalam masa pertumbuhan dan baru mulai mengenal gym.

Padahal, latihan beban yang dilakukan dengan teknik dan beban yang sesuai tidak secara otomatis membuat tinggi badan seseorang berkurang. Justru, latihan kekuatan dapat menjadi bagian dari aktivitas fisik yang bermanfaat jika dilakukan dengan benar. Lalu, dari mana sebenarnya anggapan bahwa angkat beban bisa membuat pria jadi pendek?

  1. 1. Angkat beban tidak membuat tulang memendek

    ilustrasi pria gym
    ilustrasi pria gym (pexels.com/Victor Freitas)

    Tinggi badan terutama ditentukan oleh pertumbuhan tulang, terutama pada masa perkembangan. Pada anak dan remaja, pertumbuhan panjang tulang terjadi melalui area yang disebut lempeng pertumbuhan atau growth plate.

    Latihan beban yang dilakukan secara tepat tidak membuat lempeng pertumbuhan otomatis berhenti bekerja. Jadi, anggapan bahwa setiap latihan angkat beban akan langsung menghentikan pertumbuhan tinggi badan merupakan mitos.

  2. 2. Risiko lebih berkaitan dengan teknik yang salah

    ilustrasi pria gym
    ilustrasi pria gym (pexels.com/Victor Freitas)

    Latihan kekuatan memang memiliki risiko cedera jika dilakukan dengan teknik yang buruk atau beban yang tidak sesuai kemampuan. Risiko tersebut dapat meningkat ketika seseorang memaksakan beban terlalu berat tanpa pengawasan dan persiapan yang memadai.

    Karena itu, masalahnya bukan sekadar "angkat beban", melainkan bagaimana latihan tersebut dilakukan. Menggunakan teknik yang benar, meningkatkan beban secara bertahap, dan mendapatkan bimbingan yang sesuai dapat membantu mengurangi risiko cedera.

  3. 3. Remaja tetap perlu memperhatikan cara latihan

    ilustrasi pria gym
    ilustrasi pria gym (pexels.com/Cesar Galeão)

    Bagi pria yang masih dalam masa pertumbuhan, latihan kekuatan sebaiknya dilakukan dengan pendekatan yang sesuai usia dan kemampuan. Fokus awal sebaiknya berada pada teknik gerakan, kontrol tubuh, dan pembentukan kebiasaan latihan yang aman.

    Pengawasan pelatih yang memahami latihan untuk remaja juga dapat membantu. Tujuannya bukan mengejar beban sebesar mungkin, tetapi membangun kekuatan secara bertahap tanpa mengabaikan kondisi tubuh.

  4. 4. Nutrisi dan tidur juga berperan dalam

    ilustrasi pria tidur
    ilustrasi pria tidur (pexels.com/Andrii Lysenko)

    Tinggi badan tidak hanya dipengaruhi aktivitas olahraga. Faktor genetik memiliki peran besar, sementara asupan nutrisi dan kualitas tidur juga penting untuk mendukung proses pertumbuhan dan perkembangan tubuh.

    Karena itu, pria yang masih tumbuh sebaiknya tidak hanya fokus pada latihan. Pola makan seimbang, asupan protein dan nutrisi yang cukup, serta waktu tidur yang memadai merupakan bagian penting dari gaya hidup yang mendukung kesehatan secara keseluruhan.

  5. 5. Angkat beban justru punya banyak manfaat

    ilustrasi pria gym
    ilustrasi pria gym (pexels.com/Cesar Galeão)

    Jika dilakukan dengan benar, latihan kekuatan dapat membantu meningkatkan kekuatan otot, koordinasi, keseimbangan, dan kemampuan tubuh melakukan berbagai aktivitas. Latihan ini juga dapat menjadi bagian dari gaya hidup aktif yang baik untuk kesehatan jangka panjang.

    Yang perlu dihindari adalah latihan secara sembarangan, terutama dengan beban yang terlalu berat dan teknik yang tidak dikuasai. Jika memiliki kondisi khusus atau masih dalam masa pertumbuhan, berkonsultasi dengan tenaga profesional dapat membantu menentukan bentuk latihan yang sesuai.

    Jadi, anggapan bahwa angkat beban otomatis membuat pria menjadi pendek adalah mitos. Latihan kekuatan yang dilakukan dengan teknik benar dan beban yang sesuai tidak secara otomatis menghentikan pertumbuhan tinggi badan.

    Bagi pria yang masih dalam masa pertumbuhan, fokuslah pada teknik, progres latihan yang bertahap, nutrisi seimbang, dan tidur yang cukup. Angkat beban bukan musuh pertumbuhan, tetapi cara melakukannya tetap harus diperhatikan agar manfaat latihan bisa diperoleh dengan aman.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles