Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Mitos vs Fakta: Pria Punya Banyak Rekening Itu Lebih Aman Finansial

ilustrasi untuk pisahkan ke berbagai rekening (pexels.com/aukid)
ilustrasi untuk pisahkan ke berbagai rekening (pexels.com/aukid)
Intinya sih...
  • Mitos: Banyak rekening membuat keuangan lebih aman secara total, padahal keamanan finansial tergantung pada bagaimana uang dikelola dan dipantau.
  • Mitos: Pemisahan rekening tidak otomatis membuat pengeluaran terkontrol tanpa kebiasaan mencatat dan evaluasi rutin.
  • Mitos: Banyak rekening tidak selalu mencerminkan stabilitas finansial, kesederhanaan sering lebih efektif daripada ribet.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Banyak pria merasa makin banyak rekening bank berarti keuangan makin rapi dan aman. Ada yang memisahkan rekening gaji, tabungan, investasi, hingga rekening “jajan”. Sekilas terlihat seperti strategi finansial yang matang.

Tetapi, benarkah banyak rekening otomatis membuat kondisi keuangan lebih sehat? Atau justru bisa bikin pengelolaan makin rumit tanpa disadari? Yuk, kita bedah mitos dan faktanya secara realistis.

Table of Content

1. Mitos: Semakin banyak rekening, semakin aman dari masalah keuangan

1. Mitos: Semakin banyak rekening, semakin aman dari masalah keuangan

ilustrasi fenomena cashless (pexels.com/RDNE Stock project)
ilustrasi fenomena cashless (pexels.com/RDNE Stock project)

Banyak orang berpikir jika satu rekening bermasalah, masih ada rekening lain sebagai cadangan. Ini memberi rasa aman palsu seolah uang tersebar jadi lebih terlindungi. Padahal secara total, jumlah uangnya tetap sama.

Faktanya, keamanan finansial bukan soal jumlah rekening, tapi bagaimana uang dikelola. Tanpa perencanaan, banyak rekening justru membuat cash flow sulit dipantau. Risiko bocor halus lewat pengeluaran kecil malah makin besar.

2. Mitos: Banyak rekening bikin pengeluaran lebih terkontrol otomatis

ilustrasi belanja sepatu Oxford
ilustrasi belanja sepatu Oxford (pexels.com/Antoni Shkraba Studio)

Memisahkan rekening sering dianggap solusi disiplin finansial. Misalnya satu khusus kebutuhan bulanan, satu untuk tabungan, satu untuk hiburan. Secara teori memang rapi.

Faktanya, tanpa kebiasaan mencatat dan evaluasi rutin, pemisahan ini tidak banyak membantu. Orang tetap bisa boros di rekening mana pun. Kontrol berasal dari mindset, bukan jumlah rekening.

3. Mitos: Banyak rekening berarti lebih profesional dan “financially smart”

ilustrasi pria belanja
ilustrasi pria belanja (pexels.com/Drazen Zigic)

Ada citra bahwa pria dengan banyak akun bank terlihat mapan dan paham keuangan. Seolah ini tanda sudah naik level dalam mengatur uang. Padahal tampilan luar tidak selalu mencerminkan kondisi sebenarnya.

Faktanya, banyak orang dengan satu atau dua rekening justru jauh lebih stabil finansial. Mereka fokus menabung konsisten, investasi teratur, dan minim utang. Kesederhanaan sering lebih efektif daripada ribet.

4. Fakta: Beberapa rekening memang bisa membantu jika fungsinya jelas

ilustrasi pria belanja baju
ilustrasi pria belanja baju (pexels.com/Hispanolistic)

Memiliki 2–3 rekening dengan tujuan spesifik bisa sangat berguna. Misalnya satu untuk kebutuhan harian, satu tabungan darurat, dan satu investasi. Ini membantu memisahkan uang yang boleh dipakai dan tidak.

Dengan sistem yang jelas, pengelolaan jadi lebih disiplin. Risiko mengganggu dana penting pun lebih kecil. Kuncinya ada pada struktur yang sederhana dan konsisten.

5. Fakta: Terlalu banyak rekening bisa bikin keuangan tidak efisien

ilustrasi struk belanja
ilustrasi struk belanja (pexels.com/supersizer)

Setiap rekening biasanya punya biaya admin, saldo minimum, dan risiko lupa terpakai. Uang jadi tersebar kecil-kecil dan sulit berkembang. Bahkan ada yang lupa punya saldo di beberapa akun.

Selain itu, monitoring jadi melelahkan. Alih-alih rapi, keuangan malah tidak terkontrol. Fokus pada sedikit rekening yang produktif jauh lebih sehat.

Pada akhirnya, keamanan finansial tidak ditentukan oleh seberapa banyak rekening yang kamu punya, melainkan seberapa disiplin kamu mengelola uang di dalamnya. Banyak rekening tanpa perencanaan justru bisa membuat pengeluaran makin kabur dan tujuan keuangan sulit tercapai. Yang benar-benar penting adalah kebiasaan menabung, mengatur cash flow, dan berinvestasi secara konsisten.

Memiliki beberapa rekening strategis memang bisa membantu jika fungsinya jelas dan terkontrol. Namun, kesederhanaan sering kali jauh lebih efektif untuk membangun kestabilan finansial jangka panjang. Ingat, keuangan sehat bukan soal terlihat rapi di aplikasi bank, tapi soal uang bekerja dengan optimal untuk masa depanmu.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Wahyu Kurniawan
EditorWahyu Kurniawan
Follow Us

Latest in Men

See More

Mitos vs Fakta: Pria Punya Banyak Rekening Itu Lebih Aman Finansial

29 Jan 2026, 23:10 WIBMen