Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

7 Negara yang Melarang Perayaan Valentine, Kenapa?

ilustrasi merayakan Valentine
ilustrasi merayakan Valentine (unsplash.com/Kateryna Hilznitsova)
Intinya sih...
  • Rusia melarang Valentine karena dianggap sebagai fenomena asing yang tidak sehat, dan merayakan Hari Perempuan Internasional sebagai penggantinya.
  • Iran secara resmi melarang Valentine karena dianggap mempromosikan budaya Barat yang melegalkan hubungan di luar nikah, dengan hukuman bagi toko yang melanggar aturan.
  • Malaysia dan Indonesia juga melarang Valentine karena dianggap bertentangan dengan nilai-nilai Islam, dengan fatwa dari Dewan Fatwa Malaysia dan MUI.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Bagi sebagian pasangan, Valentine jadi hari yang sangat spesial dan dinantikan. Biasanya identik dengan dekorasi berwarna merah, buket bunga mawar, hingga ungkapan cinta. Namun, momen romantis ini tidak berlaku di semua tempat.

Beberapa negara membatasi hingga melarang valentine karena dianggap bertentangan dengan nilai-nilai budaya, norma agama, hingga ideologi negara yang dianut. Pelarangan ini biasanya mencakup razia terhadap atribut Valentine hingga pelarangan acara-acara bertema romansa. Berikut tujuh negara yang melarang Valentine.

Table of Content

1. Rusia

1. Rusia

ilustrasi negara Rusia
ilustrasi negara Rusia (unsplash.com/Dimitry B)

Sejak tahun 2011, provinsi Belgorod, Rusia, melarang perayaan Valentine. Alasannya karena Valentine dianggap sebagai fenomena asing yang tidak sehat. Kebijakan ini dibuat sebagai bentuk pengamanan rohani.

Sebagai gantinya, masyarakat Rusia akan merayakan Hari Perempuan Internasional setiap tanggal 8 Maret. Ini adalah cara mereka untuk menghormati, mencintai, dan menjaga hak-hak para wanita. Perayaannya pun hampir mirip dengan Valentine, yakni saling memberikan hadiah atau membantu kegiatan rumah tangga.

2. Iran

ilustrasi negara Iran
ilustrasi negara Iran (unsplash.com/Mehrshad Rajabi)

Iran punya aturan ketat terkait segala hal yang berbau budaya Barat, termasuk Valentine. Pemerintah menganggap perayaan ini sebagai bentuk mempromosikan budaya Barat yang melegalkan hubungan di luar nikah. Oleh sebab itu, Iran secara resmi melarang Valentine pada 2010.

Sudah lebih dari dua dekade pemerintah melarang produksi barang-barang yang berkaitan dengan Valentine. Bahkan di Kota Qom, toko-toko yang berani melanggar aturan akan dihukum dengan menutup toko selama enam hingga satu tahun lamanya. Meski begitu masih ada beberapa toko yang kerap melanggar peraturan tersebut.

3. Malaysia

ilustrasi negara Malaysia
ilustrasi negara Malaysia (unsplash.com/Esmonde Yong)

Mayoritas penduduk Malaysia adalah beragama Islam. Valentine dianggap sebagai budaya negatif yang bertentangan dengan nilai-nilai Islam. Oleh sebab itu, orang-orang yang merayakan Valentine sering dikritik oleh otoritas agama.

Selain itu, Dewan Fatwa Malaysia telah mengeluarkan fatwa pada 2005 yang menyatakan bahwa Valentine dilarang karena memiliki unsur-unsur Kristen. Berbagai cara pemerintah dan organisasi keagamaan lakukan untuk selalu mengingatkan masyarakat agar tidak merayakan Valentine.

4. Indonesia

negara Indonesia
negara Indonesia (unsplash.com/Afif Ramdhasuma)

Indonesia menjadi negara dengan jumlah populasi Muslim terbesar di dunia sekitar 237 hingga 245 juta jiwa. Pemerintah memang tidak mengeluarkan hukum resmi yang melarang perayaan Valentine. Namun, MUI mengeluarkan fatwa Nomor 3 Tahun 2017 yang melarang umat Muslim untuk terlibat dalam perayaan Valentine. Sebab, Valentine bukan termasuk dalam tradisi Islam.

Beberapa pemerintah daerah di Indonesia juga turut mengeluarkan larangan merayakan Valentine, diantaranya pemerintah Kabupaten Aceh Besar, Kotamadya Banda Aceh, Kabupaten Bogor, dan beberapa lainnya. Meski begitu, Valentine kerap dirayakan di kota besar seperti DKI Jakarta.

5. Pakistan

ilustrasi negara Pakistan
ilustrasi negara Pakistan (unsplash.com/Umar Khan)

Pakistan juga melarang perayaan Valentine sejak 2017 lalu. Bahkan sempat terjadi perselisihan pendapat di antara mahasiswa dari dua universitas di Pakistan pada 2014 lalu. Hingga pada 2018, Pengadilan Tinggi Islamabad resmi melarang Hari Valentine di Pakistan.

Alasannya karena Valentine dianggap sebagai budaya Barat dan bertentangan dengan ajaran Islam. Media dilarang meliput atau mengiklankan apa pun yang berkaitan dengan Valentine. Meski demikian, sebagian masyarakat tetap merayakannya secara pribadi.

6. Korea Utara

ilustrasi negara Korea Utara
ilustrasi negara Korea Utara (unsplash.com/Thomas Evans)

Korea Utara dikenal sebagai negara yang menolak keras masuknya budaya Barat ke negara mereka. Alasannya karena pemerintah ingin menjaga kemurnian ideologi dan kemandirian nasional. Begitu juga dengan Hari Valentine yang sangat dilarang di negara tersebut.

Alih-alih merayakan kasih sayang pada 14 Februari, warga Korea Utara lebih diarahkan untuk merayakan hari lahir pemimpin atau tokoh nasional setiap tanggal 16 Februari. Pemerintah memastikan seluruh warga menunjukkan loyalitas melalui pengawasan ketat.

7. Arab Saudi

negara Arab Saudi
negara Arab Saudi (unsplash.com/Haidan)

Sebagai negara yang menggunakan hukum Islam, Arab Saudi sudah pasti melarang Valentine. Sebab, perayaan ini bukan bagian dari tradisi Islam. Semua toko di Arab Saudi dilarang menjual barang-barang yang berkaitan dengan Valentine, seperti bunga mawar merah, kartu ucapan, hingga hadiah bertema kasih sayang.

Pemerintah biasanya menugaskan polisi untuk berpatroli, memastikan semua orang menjalankan kebijakan tersebut. Sementara untuk toko yang kedapatan melanggar akan ditutup sementara atau diberi didenda.

Larangan yang diberlakukan sejumlah negara dilakukan sebagai upaya untuk menjaga nilai-nilai yang mereka yakini benar. Meskipun bagi sebagian orang Valentine hanyalah tentang kasih sayang, bagi negara-negara di atas dianggap bisa berdampak pada budaya asli dan nilai agama.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Wahyu Kurniawan
EditorWahyu Kurniawan
Follow Us

Latest in Men

See More

7 Negara yang Melarang Perayaan Valentine, Kenapa?

16 Feb 2026, 23:47 WIBMen