Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Novo Club Dorong Anak Muda Jadi Changemakers dan Ciptakan Dampak Nyata
Suasana acara Welcoming Novo Club Batch 4 (Dok. ParagonCorp)
  • Lebih dari 150 ribu mahasiswa bergabung dalam Novo Club, ekosistem nasional besutan ParagonCorp sejak 2023 yang mendorong generasi muda menjadi pembawa perubahan di berbagai daerah Indonesia.
  • Novo Club Batch 4 dibuka secara hybrid sebagai awal perjalanan pengembangan 1,5 tahun yang menggabungkan pembelajaran dan praktik lapangan agar mahasiswa mampu menciptakan proyek kolaboratif berdampak sosial.
  • Program ini telah melahirkan lebih dari 260 inisiatif mahasiswa dan menyediakan fase alumni empowerment untuk memperluas jejaring profesional serta menjaga keberlanjutan dampak positif di masyarakat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Lebih dari 150 ribu mahasiswa dari berbagai daerah di kawasan Indonesia Barat hingga Timur mulai bergabung dalam Novo Club, sebuah ekosistem nasional yang mendorong mahasiswa dan anak muda menjadi changemakers atau pembawa perubahan di daerahnya masing-masing.

Program ini dibangun oleh ParagonCorp sejak 2023 dan pada April 2026 memasuki batch ke-4. Novo Club hadir sebagai ruang kolaboratif bagi generasi muda untuk mengasah kapasitas, menguji gagasan, serta mewujudkan solusi nyata atas berbagai tantangan di masyarakat.

"Masa muda bukan masa untuk menunggu. Masa muda adalah masa untuk mulai. Mulai mencoba, mulai belajar, mulai menentukan arah hidup," ujar Salman Subakat, CEO Paragon Nurhayati Subakat Entrepreneurship Institute (NSEI) dalam keterangan resminya saat membuka Welcoming Novo Club Batch 4, di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Sabtu (25/4).

1. Perubahan besar dari mereka yang cukup berani untuk melangkah

Suasana acara Welcoming Novo Club Batch 4 (Dok. ParagonCorp)

Salman menambahkan, banyak perubahan besar di dunia ini tidak dimulai dari orang yang paling siap, tetapi dari mereka yang cukup berani untuk melangkah.

"Jangan tunggu sempurna untuk memulai. Karena semua orang hebat hari ini pernah berada di titik yang sama: belum siap, tapi tetap melangkah," ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, Brian Yuliarto, mengapresiasi dibangunnya ekosistem Novo Club.

“Yang kita siapkan hari ini bagaimana cara berpikirnya, nilai yang dipegang, keberanian yang dimiliki untuk menghadapi masa depan yang penuh dengan ketidakpastian. Acara hari ini sangat penting karena di sinilah ilmu pengetahuan, kepemimpinan, pengalaman dan keberanian itu bertemu di ruangan ini, di acara Novo Club. Di sinilah gagasan diuji, nilai dibentuk, dan generasi masa depan Indonesia akan menemukan arah perannya," katanya.

2. Mahasiswa didorong untuk melakukan perubahan

Suasana acara Welcoming Novo Club Batch 4 (Dok. ParagonCorp)

Pembukaan Novo Club Batch 4 yang digelar secara hybrid menjadi titik awal dari perjalanan panjang gerakan ini. Ratusan ribu mahasiswa berkumpul secara langsung dan daring, menunjukkan bahwa semangat kontribusi anak muda tumbuh secara kolektif di berbagai wilayah Indonesia.

"Lebih dari sekadar program, Novo Club dirancang sebagai perjalanan pengembangan selama 1,5 tahun yang menggabungkan pembelajaran dengan praktik langsung di lapangan. Mahasiswa didorong untuk membangun inisiatif, menjalankan proyek kolaboratif, serta berperan sebagai penggerak di komunitasnya," tambah Salman.

3. Menciptakan dampak nyata

Suasana acara Welcoming Novo Club Batch 4 (Dok. ParagonCorp)

Pendekatan ini telah menghasilkan lebih dari 260 program dan kegiatan yang dijalankan oleh mahasiswa di berbagai daerah, mencerminkan bagaimana ide dapat berkembang menjadi aksi nyata. Program ini juga dilengkapi dengan fase alumni empowerment yang membuka akses jejaring profesional dan peluang karier, memastikan dampak yang dihasilkan terus berkelanjutan.

"Melalui Novo Club Batch 4, ParagonCorp berharap semakin banyak anak muda Indonesia yang tidak hanya memiliki ide tetapi juga keberanian untuk mengeksekusinya, menciptakan dampak nyata yang dimulai dari daerahnya, untuk Indonesia," harap Salman.

Editorial Team