Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Perbedaan Funko Pop Reguler dan Chase yang Sering Dicari Kolektor
ilustrasi koleksi Funko Pop (unsplash.com/Z Graphica)
  • Funko Pop reguler diproduksi lebih banyak dan lebih mudah ditemukan, sedangkan varian Chase beredar terbatas sehingga kerap menjadi incaran kolektor, terutama dari waralaba populer.
  • Chase biasanya memiliki pembeda visual seperti warna, kostum, pose, atau aksesori, serta stiker Chase pada kotak; kolektor tetap perlu memeriksa detail figur dan produk.
  • Harga Chase di pasar sekunder dapat berbeda karena kelangkaan dan permintaan, tetapi nilainya dinamis; pengalaman mendapatkannya juga lebih mengejutkan dibanding membeli reguler.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Mengoleksi Funko Pop bukan sekadar memilih karakter favorit lalu memajangnya di rak, sebab setiap figur dapat hadir dalam versi dengan karakteristik dan tingkat kelangkaan berbeda. Salah satu istilah yang cukup sering muncul di kalangan kolektor adalah Chase, yaitu varian tertentu yang mempunyai perbedaan dari versi reguler. Keberadaan varian tersebut membuat perburuan Funko Pop terasa semakin menarik, terutama bagi kolektor yang senang mencari figur berbeda dari rilisan umumnya.

Sekilas, Funko Pop reguler dan Chase memang dapat terlihat hampir sama, terlebih jika perbedaannya hanya terdapat pada detail kecil karakter. Namun, keduanya mempunyai sejumlah pembeda yang berpengaruh terhadap pengalaman berburu, ketersediaan, hingga daya tariknya sebagai barang koleksi. Supaya gak keliru saat menemukan keduanya di toko atau pasar kolektor, yuk kenali perbedaan Funko Pop reguler dan Chase berikut ini.

1. Tingkat kelangkaannya berbeda

ilustrasi koleksi Funko Pop (unsplash.com/Anton Danilov)

Funko Pop reguler merupakan versi standar yang umumnya diproduksi dan diedarkan dalam jumlah lebih banyak dibanding varian Chase. Versi ini menjadi figur utama yang paling sering ditemukan ketika suatu karakter dirilis ke pasaran. Karena ketersediaannya relatif lebih luas, kolektor biasanya mempunyai peluang lebih besar untuk memperoleh versi reguler melalui toko maupun penjual koleksi.

Sebaliknya, varian Chase dibuat lebih terbatas sehingga keberadaannya gak sebanyak versi reguler dalam distribusi produk yang sama. Kelangkaan tersebut menjadi salah satu alasan mengapa menemukannya secara langsung dapat memberi sensasi tersendiri bagi kolektor. Kondisi ini pula yang membuat varian Chase kerap menjadi sasaran perburuan, terutama ketika karakter yang dirilis berasal dari waralaba populer.

2. Desain figur memiliki detail pembeda

ilustrasi koleksi Funko Pop (unsplash.com/Halfcut Pokemon)

Perbedaan Funko Pop reguler dan Chase juga dapat terlihat melalui desain figur yang terdapat di dalam kemasan. Varian Chase biasanya menghadirkan perubahan tertentu dari figur reguler, seperti warna, kostum, pose, aksesori, atau karakteristik visual lainnya. Pada beberapa rilisan, perbedaannya cukup mencolok sehingga kedua figur mudah dibedakan meskipun berasal dari karakter yang sama.

Namun, perubahan visual pada varian Chase gak selalu terlihat drastis sehingga kolektor tetap perlu memperhatikan detail figur dengan cermat. Ada rilisan yang hanya mempunyai perbedaan kecil, tetapi detail tersebut justru menjadi daya tarik karena memberi identitas tersendiri pada variannya. Bagi kolektor yang menyukai kelengkapan suatu seri, memiliki versi reguler dan Chase sekaligus dapat membuat susunan koleksi terasa lebih beragam.

3. Kemasan Chase mempunyai stiker khusus

ilustrasi koleksi Funko Pop (unsplash.com/Les Taylor)

Kotak menjadi petunjuk yang sangat membantu untuk membedakan Funko Pop reguler dengan varian Chase. Kemasan versi Chase umumnya mempunyai stiker khusus bertuliskan Chase pada bagian depan kotak, sedangkan versi reguler gak memiliki penanda tersebut. Keberadaan stiker ini membuat identifikasi varian menjadi lebih mudah tanpa harus membuka kemasan figur.

Bagi kolektor yang mempertahankan Funko Pop dalam kondisi in-box, kondisi stiker tersebut juga menjadi bagian penting dari tampilan keseluruhan koleksi. Stiker yang terawat bersama kotak bersih membuat identitas varian tetap terlihat jelas ketika figur dipajang. Meski demikian, kolektor tetap perlu memperhatikan figur di dalam kotak dan detail produk lainnya agar gak hanya bergantung pada keberadaan stiker ketika mengecek suatu koleksi.

4. Harga di pasar kolektor dapat berbeda

ilustrasi koleksi Funko Pop (unsplash.com/Antonio Scalogna)

Harga ritel awal Funko Pop reguler dan Chase gak selalu menggambarkan perbedaan nilainya setelah produk beredar di pasar sekunder. Karena jumlah varian Chase lebih terbatas dan permintaannya dapat tinggi, harga jual kembali versi tersebut sering berbeda dari figur regulernya. Besarnya selisih tetap bergantung pada karakter, popularitas seri, kondisi produk, ketersediaan, serta minat kolektor pada waktu tertentu.

Versi reguler bukan berarti otomatis kurang menarik karena nilai sebuah koleksi gak hanya ditentukan oleh kelangkaan. Figur reguler dari rilisan lama, karakter populer, atau produk yang sudah sulit ditemukan juga dapat mempunyai daya tarik kuat di pasar kolektor. Oleh sebab itu, harga sebaiknya dilihat sebagai sesuatu yang dinamis, bukan patokan mutlak bahwa setiap varian Chase pasti mempunyai nilai tinggi.

5. Pengalaman mendapatkannya terasa berbeda

ilustrasi koleksi Funko Pop (unsplash.com/Jared Patrick)

Membeli Funko Pop reguler cenderung memberikan pengalaman yang lebih sederhana karena kolektor memang mengetahui versi yang akan diperoleh. Situasinya dapat berbeda ketika suatu produk mempunyai peluang menghadirkan varian Chase, terutama pada pembelian yang variannya gak dapat dipilih sebelumnya. Unsur kejutan tersebut membuat proses membuka paket terasa lebih menegangkan bagi sebagian kolektor.

Sensasi menemukan varian Chase secara gak terduga menjadi bagian dari keseruan yang sulit diperoleh ketika membeli versi reguler secara langsung. Meski demikian, perburuan koleksi tetap lebih menyenangkan apabila berangkat dari ketertarikan terhadap karakter dan seri, bukan semata-mata mengejar kelangkaan. Dengan cara tersebut, versi reguler maupun Chase sama-sama dapat mempunyai tempat menarik di rak koleksi.

Funko Pop reguler dan Chase mempunyai perbedaan yang terlihat dari kelangkaan, desain, kemasan, dinamika harga, hingga pengalaman saat mendapatkannya. Varian Chase memang menawarkan unsur eksklusivitas, tetapi versi reguler tetap menarik karena menjadi representasi utama karakter yang dikoleksi. Memahami perbedaan keduanya dapat membantu kolektor lebih cermat menentukan figur yang sesuai dengan fokus dan kesenangan dalam membangun koleksi.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article