Menentukan intensitas lari gak selalu cukup hanya dengan melihat seberapa cepat kaki bergerak. Pelari dapat memakai heart rate zone atau zona detak jantung untuk melihat respons tubuh, sementara pace zone atau zona kecepatan lebih berfokus pada ritme lari yang sedang dijalankan. Keduanya sama-sama berguna, tetapi memiliki cara berbeda dalam membantu pelari mengatur intensitas dan mencapai target latihan.
Perbedaan tersebut menjadi penting karena kondisi tubuh gak selalu sama pada setiap sesi lari. Cuaca panas, kurang tidur, tanjakan, tingkat kelelahan, hingga kondisi fisik harian dapat membuat respons tubuh berubah meski kecepatan lari tetap sama. Supaya gak salah memilih acuan latihan, yuk pahami lima perbedaan heart rate zone dan pace zone berikut.
