9 Perbedaan Qurban dan Aqiqah dalam Islam, Wajib Tahu

- Qurban dan aqiqah sama-sama melibatkan penyembelihan hewan ternak, namun berbeda tujuan: qurban untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, sedangkan aqiqah sebagai ungkapan syukur atas kelahiran anak.
- Dari segi hukum dan waktu, qurban wajib bagi yang mampu dan dilakukan pada 10–12 Zulhijah, sementara aqiqah bersifat sunah muakkadah dan bisa dilakukan kapan saja setelah kelahiran.
- Perbedaan lain mencakup jenis hewan, rangkaian ibadah, serta pembagian daging; qurban lebih berorientasi sosial luas, sedangkan aqiqah fokus pada keluarga dan kerabat terdekat.
Dalam hidup seorang muslim, ada sejumlah ibadah yang harus dijalankan semata-mata untuk Allah SWT. Mulai dari ibadah salat, puasa, hingga qurban dan aqiqah.
Qurban dan aqiqah merupakan dua jenis ibadah yang mungkin sekilas mirip karena dalam prosesnya sama-sama menggunakan hewan ternak yang disembelih. Meski mirip, tapi kedua jenis ibadah ini ternyata memiliki perbedaan yang cukup signifikan. Mulai dari tujuan, waktu pelaksanaan, hewan yang disembelih, hingga pembagian dagingnya.
Berikut penjelasan tentang perbedaan qurban dan aqiqah yang wajib diketahui.
Table of Content
1. Tujuan utama

Perbedaan qurban dan aqiqah yang pertama adalah dari segi tujuannya. Tujuan utama qurban adalah sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT dan menjalani teladan Nabi Ibrahim yang mengorbankan anaknya, Nabi Ismail.
Sementara tujuan utama aqiqah adalah untuk menyambut seorang anak yang baru lahir ke dunia. Prosesnya yakni dengan menyembelih hewan ternak yang diberi nama sesuai nama anak yang lahir. Ibadah aqiqah merupakan bentuk syukur kepada Allah SWT.
2. Kewajiban dan sunah

Kewajiban dan sunah kedua bentuk ibadah ini juga berbeda. Qurban adalah bentuk ibadah wajib bagi umat Islam yang mampu secara finansial setidaknya satu kali seumur hidup.
Sedangkan aqiqah termasuk ibadah dalam Islam yang hukumnya sunah muakkadah. Sunah muakkadah adalah sunah yang sangat dianjurkan untuk mendapatkan pahala dari Allah SWT. Sebab Rasulullah SAW juga menganjurkan umat Islam untuk menjalankan ibadah ini.
3. Waktu pelaksanaan

Perbedaan qurban dan aqiqah selanjutnya terletak pada waktu pelaksanaannya. Qurban ditunaikan pada tanggal 10-12 bulan Zulhijah. Sedangkan aqiqah bisa dilaksanakan kapan saja setelah anak lahir.
Ada kepercayaan dan anjuran untuk melakukan aqiqah, yaitu tujuh hari setelah kelahiran anak. Namun, sebenarnya tidak ada aturan tentang waktu pelaksanaan aqiqah atau bisa kapan saja menyesuaikan dengan kondisi keluarga.
4. Jenis hewan

Jenis hewan qurban dan aqiqah biasanya juga ada sedikit perbedaan. Hewan yang disembelih untuk qurban bisa lebih beragam seperti domba, kambing, dan sapi. Di Indonesia, kambing dan sapi menjadi hewan yang paling umum dan sering digunakan sebagai hewan qurban.
Sedangkan aqiqah biasanya hanya menggunakan hewan ternak kambing atau domba.
5. Rangkaian ibadah

Perbedaan qurban dan aqiqah berikutnya terletak pada rangkaian ibadah yang harus dilakukan. Qurban biasanya terdiri dari niat, menyembelih hewan, memotong-motong daging, dan membagikannya kepada orang yang berhak menerima.
Sedangkan aqiqah terdiri dari niat, menyembelih hewan, memberi nama anak, mencukur rambut bayi, membagikan daging kepada keluarga maupun kerabat.
6. Makna ibadah

Makna ibadah qurban dan aqiqah juga berbeda. Pada dasarnya, qurban bermakna sebagai bentuk pengorbanan kepada Allah SWT. Ibadah ini menjadi pengingat kalau umat Islam harus taat dan patuh dalam menghadapi ujian dari Allah SWT.
Sedangkan aqiqah bermakna sebagai simbol rasa syukur atas karunia Allah SWT dalam bentuk kelahiran seorang anak. Keluarga yang menyambut kelahiran insan manusia di dunia ini mengorbankan hewan dan memberikan nama kepada anak.
7. Hewan betina dan jantan

Ibadah qurban biasanya dianjurkan untuk menggunakan hewan ternak betina yang sudah mencapai usia tertentu. Contohnya domba betina minimal usia satu tahun atau sapi betina yang sudah melahirkan.
Sedangkan untuk ibadah aqiqah biasanya boleh menggunakan hewan jantan maupun betina. Tidak ada aturan khusus tentang jenis kelamin hewan ataupun usia hewan yang dikorbankan.
8. Pembagian daging

Perbedaan qurban dan aqiqah selanjutnya adalah dari pembagian daging hewan yang disembelih. Dalam qurban, daging hewan biasanya dibagi menjadi tiga bagian. Bagian pertama diberikan kepada pihak yang berhak menerima, yang kedua diberikan kepada berakat, dan satu lagi diberikan kepada yang membutuhkan.
Sedangkan daging aqiqah bisa dibagikan kepada siapa saja. Namun, terkadang daging aqiqah diberikan kepada keluarga atau kerabat yang melakukan aqiqah tersebut.
9. Tujuan sosial

Perbedaan qurban dan aqiqah yang terakhir adalah dari segi tujuan sosialnya. Qurban biasanya memiliki tujuan sosial yang lebih besar, yaitu sebagian besar daging diberikan kepada pihak yang berhak menerima dan membutuhkan.
Sedangkan aqiqah juga memiliki tujuan sosial, tapi tidak sebesar qurban. Daging aqiqah bisa diberikan kepada keluarga atau kerabat yang bergabung dalam perayaan kelahiran si anak.
Demikianlah beberapa perbedaan qurban dan aqiqah yang wajib diketahui. Semoga bermanfaat!
FAQ seputar Perbedaan Qurban dan Aqiqah dalam Islam
| Apa perbedaan utama qurban dan aqiqah? | Perbedaan utamanya terletak pada tujuan ibadahnya. Qurban dilakukan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT pada momen Idul Adha, sedangkan aqiqah merupakan bentuk rasa syukur atas kelahiran anak. |
| Kapan waktu pelaksanaan qurban dan aqiqah? | Qurban dilaksanakan pada tanggal 10–13 Zulhijah saat Hari Raya Idul Adha dan hari tasyrik. Sementara aqiqah biasanya dianjurkan dilakukan pada hari ketujuh setelah kelahiran anak, meski bisa dilakukan di waktu lain sesuai kemampuan keluarga. |
| Apa perbedaan hewan untuk qurban dan aqiqah? | Hewan qurban bisa berupa sapi, kambing, domba, atau unta. Sedangkan aqiqah umumnya menggunakan kambing atau domba, dengan ketentuan dua ekor untuk anak laki-laki dan satu ekor untuk anak perempuan. |
| Apakah pembagian daging qurban dan aqiqah sama? | Tidak. Daging qurban biasanya dibagikan dalam keadaan mentah kepada masyarakat yang membutuhkan, sedangkan daging aqiqah lebih dianjurkan dibagikan dalam kondisi sudah dimasak. |
| Apa hukum qurban dan aqiqah dalam Islam? | Qurban hukumnya sunnah muakkad bagi muslim yang mampu, bahkan bisa menjadi wajib jika dinazarkan. Sementara aqiqah juga termasuk sunnah muakkad sebagai bentuk syukur atas kelahiran anak. |














![[QUIZ] Kalau Jadi Pasangan, Orang Ini Bisa Memberikan Kebahagiaan Ekstra](https://image.idntimes.com/post/20260608/upload_12ffe64376e19af30a3ee0933c4aa43f_1c319fc3-8c88-4876-979c-c7bf55114e67.jpg)


![[QUIZ] Inisial Nama Ini Selalu Berharap Kamu Ada di Dekatnya Setiap Saat](https://image.idntimes.com/post/20260613/pexels-aretha-raasch-62203110-9071119_7fcc7caf-9295-42ba-983f-d6429c439de5.jpg)

![[QUIZ] Inisial Nama Ini Hanya Ingin Mendapatkan Cintamu, Gak Ada yang Lain!](https://image.idntimes.com/post/20260618/pexels-gustavo-fring-7446739_196b3cc6-f9d4-42dd-a1ff-a56d97530391.jpg)