التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلَّهِ السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِىُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ
Artinya: "Segala penghormatan, keberkahan, salawat dan kebaikan hanya bagi Allah. Semoga salam sejahtera selalu tercurahkan kepadamu wahai nabi, demikian pula rahmat Allah dan berkah-Nya dan semoga salam sejahtera selalu tercurah kepada kami dan hamba-hamba Allah yang saleh. Aku bersaksi bahwa tiada tuhan kecuali Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah. Ya Allah, berilah rahmat kepada Nabi Muhammad."
4 Perbedaan Tahiyat Awal dan Akhir, Lengkap dengan Bacaan dan Arti

- Tahiyat awal menggunakan duduk iftirasy, sedangkan tahiyat akhir memakai duduk tawarruk dengan pantat menyentuh lantai dan kaki kiri berada di bawah kaki kanan.
- Bacaan keduanya diawali tahiyat dan syahadat yang sama; tahiyat awal berhenti pada selawat pendek, sementara tahiyat akhir dilengkapi selawat Ibrahimiyah.
- Tahiyat awal dilakukan pada rakaat kedua salat tiga atau empat rakaat; tahiyat akhir ada di rakaat terakhir seluruh salat fardu serta dianjurkan membaca doa sebelum salam.
Sebagai cowok sibuk yang jadwalnya padat merayap, kadang ibadah salat terpaksa dilakukan dengan sedikit terburu-buru, kan? Kamu mungkin sering merasa pikiran melayang ke mana-mana saat mempraktikkan gerakannya, apalagi pas posisi duduk berdiam diri. Tiba-tiba saja kamu jadi bingung sendiri tentang perbedaan tahiyat awal dan akhir karena pelafalan bacaannya terasa hampir mirip di telinga.
Kalau kamu terus-terusan membiarkan kebiasaan gak fokus ini, salat yang harusnya jadi momen healing malah terasa sekadar rutinitas kosong. Coba bayangkan, kamu lagi curhat sama Sang Pencipta, tapi fokusnya malah pecah karena kurang konsentrasi. Alhasil, esensi kedekatan kamu dengan Allah SWT jadi kurang maksimal dan rugi banget buat ketenangan batinmu sendiri, kan? Jadi simak perbedaan berikut, ya!
Table of Content
1. Posisi duduk antara iftirasy dan tawarruk

ilustrasi tahiyat awal (pexels.com/Michael Burrows) Hal pertama yang paling gampang disadari adalah posisi kaki atau cara duduknya. Pada tahiyat pertama, kamu disunahkan duduk iftirasy, yaitu pantat bertumpu pada kaki kiri sementara telapak kaki kanan ditegakkan. Nah, beda cerita kalau sudah masuk tahiyat penghujung salat, di mana kamu harus melakukan duduk tawarruk. Posisinya mungkin terlihat mirip, tapi pantat kamu harus menyentuh lantai secara langsung sementara kaki kiri dimajukan ke bawah kaki kanan.
Buat kamu yang belum terbiasa atau kebetulan punya postur tubuh agak besar, duduk tawarruk memang kadang bikin kaki jadi lumayan pegal. Namun percayalah, di balik rasa pegal sesaat itu, gerakan ini sebenarnya dirancang biar tubuh kamu lebih rileks sebelum mengakhiri salat. Anggap saja rutinitas ini kayak gerakan stretching ringan buat peregangan otot setelah seharian kamu asyik duduk mojok di depan laptop. Tentu saja kamu gak perlu memaksakan diri kalau memang sedang ada cedera engkel, tapi usahakan bentuk posisinya semaksimal mungkin biar dapet pahala sunahnya, ya!
2. Batas akhir bacaan selawat

ilustrasi tahiyat akhir (pexels.com/Michael Burrows) Secara teks bacaan, awalan dari kedua tahiyat ini memang sama persis, mulai dari ucapan penghormatan hingga syahadat. Namun, perbedaan intinya terletak pada batas selawat yang kamu lantunkan setelah syahadat tersebut. Di bagian tahiyat awal, bacaanmu cukup berhenti sampai ucapan selawat untuk Nabi Muhammad SAW saja. Sedangkan pada tahiyat penutup, kamu wajib menyempurnakannya dengan selawat Ibrahimiyah, yaitu mendoakan keluarga Nabi Muhammad sekaligus menyertakan nama Nabi Ibrahim beserta keluarganya.
Bacaan tahiyat awal:
Bacaan tahiyat akhir:
التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلَّهِ السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِىُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ
وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَامُحَمَّدٍمُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِاَ . للَّهُمَّ صَلِّ عَلىَسَـيَّدِنَا مُحَمَّدٍ
كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمِ وَعَلَى اَلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمِ. وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كََمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمِ وَعَلَى اَلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمِ فِى الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.
Artinya: "Segala kehormatan, keberkahan, kebahagiaan dan kebaikan bagi Allah. Salam, rahmat dan berkah-Nya kupanjatkan kepadamu wahai Nabi (Muhammad). Salam (keselamatan) semoga tetap untuk kami seluruh hamba yang saleh-saleh.
Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Allah. Dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah. Ya Allah! Limpahilah rahmat kapada Nabi Muhammad. Sebagimana pernah Engkau beri rahmat kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya.
Dan limpahilah berkah atas Nabi Muhammad beserta para keluarganya. Sebagaimana Engkau memberi berkah kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya. Di seluruh alam semesta Engkaulah yang terpuji dan Maha mulia".
Kamu mungkin pernah bertanya-tanya, kenapa panjang pendek bacaannya harus dibikin beda begini? Coba pahami filosofinya, ya. Jadi, tahiyat awal itu ibarat jeda istirahat sejenak atau check-point di tengah-tengah perjalanan ibadahmu. Kalau kamu baca teksnya terlalu panjang sampai full selawat Ibrahimiyah, nanti ritme salatmu malah jadi kerasa kepanjangan di tengah jalan. Makanya, mending simpan sisa energi serta fokusmu untuk melantunkan bacaan yang lebih lengkap dan syahdu sebagai penutup manis di akhir salat nanti.
3. Sunah membaca doa tambahan

ilustrasi tahiyat akhir (pexels.com/ Timur Weber) Pada tahiyat yang letaknya di tengah rakaat, kamu dianjurkan langsung bangkit berdiri setelah selesai membaca selawat pendek. Akan tetapi, pada tahiyat yang letaknya paling akhir, kamu sangat disunahkan membaca doa tambahan khusus sebelum melakukan gerakan salam. Doa ini dianjurkan oleh Rasulullah SAW secara spesifik yang permohonan perlindungan dari empat ujian besar, yaitu siksa neraka, azab kubur, fitnah kehidupan dan kematian, serta fitnah Dajal.
Bacaan doa tambahan khusus sebelum gerakan salam:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، وَمِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ، وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ، وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ
“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari azab Jahanam, dari azab kubur, dari fitnah kehidupan dan kematian, dan dari keburukan fitnah Dajjal.”
Nah, melafalkan doa tambahan ini menjadi "proteksi ekstra" langsung dari jalur langit supaya hidupmu dijauhkan dari hal-hal toksik. Waktunya gak lama kok, paling cuma bertambah sekitar lima sampai sepuluh detik saja dari durasi ibadah normalmu, kok.
4. Waktu dan letak pelaksanaannya

ilustrasi tahiyat akhir (pexels.com/ Timur Weber) Tahiyat yang pertama biasanya akan kamu temui di rakaat kedua pada salat yang jumlahnya tiga atau empat rakaat, seperti Magrib, Isya, Zuhur, dan Asar. Sementara itu, tahiyat penutup bersifat mutlak dan wajib hadir di rakaat paling akhir setiap salat fardu, apa pun jenisnya. Oleh karena itu, kalau kamu sedang melaksanakan salat Subuh yang cuma dua rakaat, kamu bakal langsung mempraktikkan tahiyat penutup tanpa perlu melewati yang pertama.
Terkadang, saking lelah pulang kerja, kamu bisa tiba-tiba blank dan lupa sudah sampai di rakaat ke berapa. Trik paling gampang buat mengatasi hal ini adalah membangun kesadaran penuh atau mindfulness sejak takbir pertama kali diangkat. Andai kata kamu sampai terlewat duduk tahiyat di tengah rakaat karena saking lupanya, tenang saja, kamu masih bisa menambalnya dengan sujud sahwi di akhir.
Memahami secara sadar perbedaan tahiyat awal dan akhir gak cuma memperbaiki tata cara ibadahmu, tapi juga ampuh bikin hati jauh lebih tenang. Yuk, mulai perbaiki kualitas ibadah dari sekarang dengan lebih fokus pada tiap gerakannya. Semoga salatmu makin khusyuk, ya.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)



