Tak sekadar menghadirkan pertunjukan musik, Soundrenaline Sana Sini di Makassar menjadikan kawasan Phinisi Point Area sebagai ruang temu bagi berbagai komunitas dan penikmat kreativitas. Antusiasme ribuan pengunjung menunjukkan respons positif masyarakat Makassar terhadap format festival yang lebih terbuka, inklusif, dan mudah diakses, sekaligus menegaskan geliat ekosistem musik dan komunitas di kota tersebut.
Soundrenaline Sana Sini Makassar: Ketika Musik Jadi Ruang Kolaborasi

- Soundrenaline Sana Sini di Makassar pada 29 Agustus 2026 menarik 6.847 audiens di Phinisi Point Area dengan konsep mall takeover yang memadukan musik, seni, dan aktivitas komunitas.
- Puluhan musisi lintas generasi tampil, termasuk Iwan Fals, Danilla, Float, Seringai, dan The SIGIT; kolaborasi Yoko City Ghost × The SIGIT serta OG Avamato × Float turut disajikan.
- Setelah Makassar, rangkaian Soundrenaline Sana Sini 2026 akan berlanjut ke Palembang pada 19 September, Yogyakarta pada 31 Oktober, dan Bandung pada 21 November.
Sebanyak 6.847 audiens memadati Phinisi Point Area pada Sabtu, (29/8/2026) lalu dalam gelaran Soundrenaline Sana Sini di Makassar, kota kedua dalam rangkaian Soundrenaline Sana Sini 2026. Mengusung konsep mall takeover, Soundrenaline menghadirkan pengalaman festival yang lebih dekat dan intim dengan membawa musik, seni, serta berbagai aktivitas komunitas ke ruang publik yang menjadi bagian dari keseharian masyarakat.
“Selama ini Soundrenaline ingin terus berkembang dan menjangkau lebih banyak penikmat musik di luar Jakarta. Karena itu, hadir di Makassar akhir Agustus kemarin menjadi bagian dari upaya kami dalam membawa semangat Soundrenaline lebih dekat dengan audiens di Indonesia Timur, sekaligus membuka ruang bagi musisi dan talenta lokal untuk bertemu dengan musisi dari berbagai daerah dan generasi ini,” ujar Putri Limbak Cahaya, perwakilan Resonine yang merupakan promotor Soundrenaline lewat keterangan resminya.
Table of Content
1. Bertemunya beragam komunitas, pelaku industri kreatif, dan audiens dalam satu ruang kolaborasi

Suasana Soundrenaline Sana Sini di Makassar 2026 (Dok. Resonine) Deretan musisi lintas generasi pun turut meramaikan Soundrenaline Sana Sini di Makassar, mulai dari Iwan Fals & Band (Special Set), Ali, Danilla, Float, Kelompok Penerbang Roket, Moluccan Soul, Seringai, The SIGIT, Podcast Kuping Gajah, hingga berbagai talenta dan kolektif kreatif lainnya. Penonton juga disuguhkan dua kolaborasi spesial, yaitu Yoko City Ghost × The SIGIT dan OG Avamato × Float, yang menjadi salah satu momen paling dinantikan sepanjang festival berlangsung.
Tak hanya menghadirkan pertunjukan musik, Soundrenaline Sana Sini di Makassar juga menjadi wadah bertemunya beragam komunitas, pelaku industri kreatif, dan audiens dalam satu ruang kolaborasi. Format mall takeover yang diusung menghadirkan pengalaman yang lebih dekat antara musisi dan penonton, menciptakan interaksi yang lebih hangat sekaligus menghadirkan perspektif baru mengenai bagaimana festival musik dapat menyatu dengan ruang publik.
2. Iwan Fals, Danilla, hingga Float ungkap antusiasme Makassar

Suasana Soundrenaline Sana Sini di Makassar 2026 (Dok. Resonine) Tampil sebagai penutup pertunjukan hingga jam 12 malam, bagi Iwan Fals, antusiasme penonton Makassar selalu mengesankan. “Makassar ini bukan kota yang asing lagi buat saya. Tapi setiap ke sini, penontonnya selalu luar biasa antusias. Di Soundrenaline Makassar, saya senang bisa membawakan ‘Phinisi Berlayar Membelah Laut Makassar’, lagu yang saya buat untuk warga Makassar dan baru pertama kali saya nyanyikan. Terus ada ‘Penghibur Hati’ bareng Danilla, itu juga baru pertama kali kami bawakan,” ujar Iwan Fals.
Energi positif dari penonton Makassar juga dirasakan langsung oleh Danilla Riyadi. Kembali tampil di kota tersebut, Danilla mengaku senang dapat merasakan antusiasme penonton yang menyambut penampilannya.
“Makassar ini energinya diterima sangat-sangat positif, jadi aku happy banget bisa akhirnya balik lagi ke sini,” katanya.
Bagi Danilla, pengalaman menikmati sebuah festival musik juga tidak hanya ditentukan oleh penampilan para musisi. Konsep yang dihadirkan, seperti yang dilakukan Soundrenaline di Makassar, menjadi salah satu elemen penting yang dapat membuat festival terasa lebih menarik dan memberikan pengalaman berbeda bagi penonton.
“Kalau dari aku, uniknya dan pentingnya festival musik itu kalau punya konsep yang bagus, kita tuh kayak menawarkan sebuah plot lah ya kalau film,” ungkap Danilla.
Hal tersebut turut dirasakan oleh Float, yang kembali menyapa publik Makassar setelah sekitar tiga hingga empat tahun tidak meyambangi kota ini. Bagi mereka, kembalinya ke Makassar melalui Soundrenaline menjadi momen yang dinantikan, terlebih karena kota ini selalu memiliki tempat spesial bagi perjalanan mereka.
“Kita bawakan sembilan lagu, dan semuanya pasti spesial, apalagi sudah tiga sampai empat tahun terakhir kita nggak ketemu publik Makassar. Jadi, senang banget bisa kembali dan berbagi lagi di sini lewat Soundrenaline,” ungkap Float.
3. Kelanjutan yang kuat dari perjalanan Soundrenaline 2026

Suasana Soundrenaline Sana Sini di Makassar 2026 (Dok. Resonine) Dengan kehadiran 6.847 audiens, tiga panggung, serta puluhan musisi dan kolaborator yang terlibat, Soundrenaline Sana Sini di Makassar menjadi kelanjutan yang kuat dari perjalanan Soundrenaline 2026. Keberhasilan penyelenggaraan ini kembali menunjukkan bahwa musik dapat hadir lebih dekat dengan publik, menghidupkan ruang-ruang kota, serta membuka lebih banyak peluang kolaborasi bagi komunitas dan pelaku kreatif di berbagai daerah Indonesia.
Informasi terbaru mengenai rangkaian Soundrenaline 2026 dapat diakses melalui website Soundrenaline dan akun Instagram @soundrenaline.id. Rangkaian Soundrenaline Sana Sini akan berlanjut ke Palembang (19 September 2026), Yogyakarta (31 Oktober 2026), dan Bandung (21 November 2026) sebagai penutup perjalanan Soundrenaline Sana Sini 2026.




















