Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Tanaman Hias dengan Permukaan Daun Berkerut yang Punya Tekstur Unik
ilustrasi peperomia kerut (pexels.com/Edu Raw)
  • Lima tanaman hias berdaun kerut—peperomia, begonia besi, Alocasia gelombang, Anthurium luxurians, dan Philodendron rugosum—menonjol lewat tekstur alami, lekukan, serta tulang daun berdimensi.
  • Peperomia cocok untuk ruang kecil dengan cahaya terang tidak langsung; begonia besi menyukai area teduh; Alocasia membutuhkan kelembapan memadai dan media lembap tanpa becek.
  • Anthurium luxurians memerlukan sirkulasi udara serta media berpori, sedangkan Philodendron rugosum dapat memakai penyangga; keduanya membutuhkan cahaya tidak langsung dan drainase baik.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Tanaman hias gak selalu harus mengandalkan warna bunga atau corak daun yang mencolok untuk mencuri perhatian. Beberapa jenis justru memiliki daya tarik dari bentuk permukaan daunnya yang berkerut, bergelombang, hingga tampak seperti pahatan alami. Karakter tersebut memberikan kesan eksotis sekaligus membuat tanaman terlihat lebih berdimensi ketika ditempatkan sebagai dekorasi ruangan.

Keunikan tekstur daun tersebut terbentuk dari karakter alami setiap spesies, mulai dari tulang daun yang menonjol hingga jaringan daun yang membentuk lekukan tidak beraturan. Bahkan, beberapa tanaman memiliki permukaan menyerupai kain berlipat atau pola kulit bertekstur yang membuatnya berbeda dari tanaman hias berdaun rata. Kalau tertarik menghadirkan koleksi tanaman dengan tampilan yang lebih artistik, yuk kenali lima tanaman hias berpermukaan daun berkerut berikut ini!

1. Peperomia kerut

ilustrasi peperomia kerut (pexels.com/Edu Raw)

Peperomia kerut atau ripple peperomia menjadi salah satu tanaman hias berukuran mungil yang memiliki tekstur daun sangat khas. Tanaman asal Brasil ini mempunyai daun berbentuk hati dengan permukaan berlipat dan alur tulang daun yang terlihat jelas. Warna daunnya bervariasi, mulai dari hijau tua, merah marun, hingga keperakan, sehingga tampilannya tetap memikat meskipun ukuran tanamannya relatif kecil.

Keunikan lainnya terletak pada tangkai daun yang dapat memperlihatkan semburat merah muda hingga kemerahan. Tanaman ini cocok ditempatkan di meja kerja, rak tanaman, atau pot kecil sebagai dekorasi ruangan karena pertumbuhannya cenderung kompak. Untuk merawatnya, letakkan peperomia di area dengan cahaya terang tidak langsung dan gunakan media tanam berpori agar air gak menggenang terlalu lama, sebab akarnya rentan mengalami pembusukan ketika tanah terlalu basah.

2. Begonia besi

ilustrasi begonia besi (commons.wikimedia.org/Cbaile19)

Begonia besi atau iron cross begonia memiliki tampilan daun yang cukup berbeda dibandingkan begonia hias pada umumnya. Tanaman ini dikenal melalui daun lebar berbentuk tidak simetris dengan permukaan berkerut, tekstur agak berbulu, dan bagian di antara tulang daunnya tampak menggembung. Ciri paling khasnya adalah pola menyerupai salib berwarna cokelat tua di sekitar bagian tengah daun yang kontras dengan warna hijau di sekelilingnya.

Selain memiliki corak yang khas, begonia besi juga menghadirkan perpaduan tekstur daun yang terasa lebih tebal dan berkarakter. Tanaman ini dapat tumbuh membentuk rumpun dengan ukuran yang cukup besar sehingga cocok dijadikan koleksi utama pada sudut ruangan yang teduh. Perawatannya membutuhkan pencahayaan teduh hingga setengah teduh, penyiraman secukupnya, serta media tanam dengan drainase baik agar kelembapan tetap terjaga tanpa membuat akar terendam air.

3. Alocasia gelombang

ilustrasi alocasia gelombang (pexels.com/Huy Phan)

Alocasia gelombang merupakan tanaman hias tropis yang memiliki permukaan daun dengan lekukan menonjol dan tekstur menyerupai pahatan. Spesies yang berasal dari Filipina ini mempunyai daun berbentuk menyerupai mata panah dengan warna hijau tua yang terkadang terlihat lebih gelap pada bagian tulang daunnya. Permukaannya memperlihatkan pola menggembung di antara tulang daun atau disebut bullate, sehingga menghasilkan kesan berlapis yang cukup mencolok.

Daya tarik tanaman ini semakin terlihat ketika daun tumbuh lebar dengan lekukan yang semakin tegas. Karakter tersebut membuatnya cocok sebagai tanaman koleksi bagi pencinta keluarga talas-talasan yang menyukai bentuk dedaunan eksotis. Untuk mendukung pertumbuhannya, Alocasia sinuata membutuhkan cahaya terang tidak langsung, kelembapan udara yang memadai, serta media tanam yang tetap lembap tetapi gak becek, sehingga akar dan daunnya dapat berkembang dengan baik.

4. Anthurium luxurians

ilustrasi anthurium luxurians (pexels.com/William ZALI)

Anthurium luxurians termasuk tanaman hias koleksi yang dikenal karena tekstur daunnya yang sangat menonjol dan terlihat seperti permukaan kain berlapis. Tanaman asal Kolombia ini memiliki daun berbentuk hati dengan warna hijau tua mengilap dan bagian permukaan yang menggembung di antara tulang daun. Pola tersebut dikenal sebagai bullate, yaitu karakter jaringan daun yang membentuk tonjolan dan lekukan sehingga tampilannya menyerupai susunan bantalan kecil.

Berbeda dari anthurium yang lebih dikenal karena urat daun berwarna terang, spesies ini justru menonjolkan dimensi dan tekstur permukaannya. Daunnya yang tebal dan mengilap membuat tanaman tersebut terlihat eksklusif, terutama ketika sudah mencapai ukuran dewasa. Namun, perawatannya membutuhkan perhatian lebih melalui pencahayaan terang tidak langsung, sirkulasi udara yang baik, kelembapan memadai, dan media tanam berpori agar akar gak mudah membusuk.

5. Philodendron rugosum

ilustrasi philodendron rugosum (commons.wikimedia.org/David J. Stang)

Philodendron rugosum memiliki karakter daun yang cukup unik karena permukaannya terlihat kasar dan berkerut secara alami. Tanaman merambat asal kawasan Amerika Selatan ini mempunyai daun tebal berbentuk oval hingga menyerupai hati dengan tekstur rugose pada bagian atasnya. Permukaan tersebut membentuk lekukan tidak beraturan yang memberikan kesan seperti kulit bertekstur, sehingga tampilannya berbeda dari philodendron yang memiliki daun licin atau mengilap.

Keunikan teksturnya semakin terlihat ketika tanaman tumbuh dewasa dan menghasilkan daun yang lebih lebar. Sebagai tanaman merambat, Philodendron rugosum dapat diarahkan menggunakan penyangga agar pertumbuhannya lebih teratur sekaligus memberikan tampilan vertikal pada sudut ruangan. Tanaman ini membutuhkan media tanam yang memiliki drainase baik, pencahayaan tidak langsung, dan kelembapan yang cukup agar pertumbuhan daun tetap optimal tanpa memicu masalah pada akar.

Tanaman hias berdaun kerut menawarkan daya tarik tersendiri melalui kombinasi bentuk, warna, dan tekstur yang gak selalu ditemukan pada tanaman berdaun rata. Peperomia, begonia, Alocasia, anthurium, hingga philodendron memiliki karakter permukaan berbeda yang dapat memperkaya koleksi tanaman di rumah. Dengan memahami kebutuhan cahaya, kelembapan, dan media tanam setiap spesies, keunikan daunnya dapat tetap terjaga sekaligus membuat sudut ruangan terlihat lebih hidup.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article