Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Tanaman Hias yang Bisa Menyebabkan Gatal, Perlu Hati-hati!

5 Tanaman Hias yang Bisa Menyebabkan Gatal, Perlu Hati-hati!
ilustrasi english ivy (pexels.com/Joerg Hartmann)
Intinya Sih
  • Beberapa tanaman hias populer seperti Dieffenbachia, Caladium, Aster, Euphorbia tirucalli, dan English Ivy dapat menyebabkan iritasi kulit akibat kandungan senyawa kimia alami di getah atau jaringannya.
  • Paparan langsung terhadap getah tanaman tersebut bisa memicu dermatitis kontak dengan gejala gatal hebat, ruam kemerahan, sensasi terbakar, hingga pembengkakan pada area kulit yang terpapar.
  • Penting bagi penghobi tanaman untuk mengenali jenis tanaman bergetah iritan dan selalu berhati-hati saat merawatnya agar aktivitas berkebun tetap aman bagi diri sendiri serta keluarga.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Mempercantik rumah dengan tanaman hias merupakan hobi yang sangat menyenangkan dan memberikan dampak positif bagi kesegaran hunian. Berbagai bentuk daun yang unik dan warna bunga yang menawan, sering kali membuat kita tergoda untuk mengoleksi sebanyak mungkin varietas tanaman di area pekarangan maupun dalam ruangan.

Namun di balik keindahan visualnya yang memanjakan mata, ada aspek keamanan yang perlu diperhatikan secara saksama oleh setiap pemilik rumah. Beberapa jenis flora populer ternyata menyimpan kandungan senyawa kimia atau mekanisme pertahanan diri yang cukup agresif terhadap kulit manusia.

Jika tidak berhati-hati saat menyentuh, memangkas, atau memindahkan tanaman tersebut, bisa beresiko reaksi alergi berupa dermatitis kontak. Reaksi ini umumnya ditandai dengan munculnya rasa gatal yang hebat, sensasi terbakar, ruam kemerahan, hingga pembengkakan pada area kulit yang terpapar.

Oleh karena itu, mengenali jenis tanaman hias yang berpotensi memicu iritasi sangat penting agar proses berkebun tetap aman dan nyaman. Inilah beberapa tanaman hias yang bisa menyebabkan gatal, sehingga kamu perlu berhati-hati.

1. Dieffenbachia

ilustrasi dieffenbachia
ilustrasi dieffenbachia (pexels.com/Alexey Demidov)

Tanaman hias dengan corak daun hijau-putih yang menawan ini sangat mudah dijumpai di teras maupun interior rumah masyarakat Indonesia. Keindahannya yang anggun membuat banyak orang menjadikannya dekorasi favorit untuk menyegarkan suasana ruangan. Sayangnya, popularitas tanaman ini tidak sebanding dengan tingkat keamanannya jika bersentuhan langsung dengan kulit yang sensitif.

Dieffenbachia memiliki mekanisme pertahanan diri berupa jarum-jarum mikroskopis kalsium oksalat yang terkandung di dalam getah daun dan batangnya. Jika kamu tidak sengaja mematahkan tangkai atau merobek daunnya, getah tersebut akan keluar dan memicu reaksi iritasi instan saat menyentuh kulit. Kulit kamu akan langsung merasakan sensasi gatal yang luar biasa, diikuti oleh ruam kemerahan dan efek pembengkakan ringan.

2. Caladium

ilustrasi caladium
ilustrasi caladium (pexels.com/Jeffry Surianto)

Caladium menjadi tanaman hias favorit berkat bentuk daunnya yang lebar menyerupai hati serta urat-urat daunnya yang terlihat sangat tegas. Struktur daunnya yang estetis ini sering kali menjadi daya tarik utama untuk dipajang di sudut ruang tamu maupun koridor rumah. Meski tampilannya sangat memukau, tanaman ini masuk ke dalam daftar tanaman yang harus ditangani dengan ekstra waspada.

Sama seperti dieffenbachia, tanaman caladium juga menyimpan kandungan kristal kalsium oksalat yang cukup pekat pada bagian jaringan daun serta batangnya. Paparan getah dari tanaman ini secara langsung pada kulit manusia terbukti dapat memicu dermatitis kontak yang mengganggu. Gejala yang paling sering dikeluhkan oleh para pencinta tanaman adalah rasa gatal yang menyengat, kulit yang memerah, hingga sensasi panas seperti terbakar.

3. Aster

ilustrasi aster
ilustrasi aster (pexels.com/Sóc Năng Động)

Bunga aster dikenal luas karena kelopak bunganya yang warna-warni dan menyerupai bunga matahari dalam versi mini. Kehadiran bunga aster di area taman luar ruangan mampu memberikan nuansa ceria dan estetika yang sangat hidup sepanjang musim. Namun bagi kamu yang memiliki riwayat kulit sensitif atau alergi, tanaman bunga ini perlu diwaspadai.

Bunga aster memproduksi senyawa kimia alami pada bagian getah, batang, dan serbuk sarinya yang berfungsi sebagai pelindung dari hama. Kontak fisik secara langsung saat memetik atau memangkas tanaman ini dapat menyebabkan senyawa tersebut berpindah ke kulit manusia. Akibatnya, kulit akan mengalami reaksi alergi berupa gatal-gatal beruntus, ruam kemerahan, hingga peradangan kulit yang cukup mengganggu kenyamanan.

4. Euphorbia tirucalli

ilustrasi euphorbia tirucalli
ilustrasi euphorbia tirucalli (pexels.com/Rafael Rodrigues)

Euphorbia tirucalli seringkali dipilih sebagai elemen dekorasi taman minimalis karena bentuk ranting-rantingnya yang unik tanpa daun lebat. Karakternya yang eksentrik memberikan sentuhan modern dan arsitektural pada lanskap pekarangan rumah. Walaupun penampilannya tampak tidak berbahaya, tanaman dari keluarga euphorbia ini memiliki getah yang sangat agresif.

Getah putih kental yang menyerupai susu di dalam batang tanaman ini mengandung senyawa toksik yang bersifat iritan kuat. Ketika batang tanaman patah atau tergores, getah tersebut akan keluar dan memicu rasa gatal yang sangat intens disertai sensasi panas membakar seketika setelah menyentuh permukaan kulit. Jika tidak segera dibersihkan, paparan getah ini bahkan dapat melepuhkan kulit dan menyebabkan peradangan yang parah.

5. English ivy

ilustrasi english ivy
ilustrasi english ivy (pexels.com/Joerg Hartmann)

English Ivy merupakan tanaman merambat yang sangat populer digunakan untuk menghias dinding luar rumah atau dijadikan tanaman gantung di dalam ruangan. Daunnya yang berbentuk menjari dan tumbuh dengan rimbun mampu memberikan kesan sejuk serta klasik pada hunian. Namun, tanaman merambat yang estetik ini ternyata membawa risiko kesehatan kulit yang tidak boleh diabaikan.

Seluruh bagian dari tanaman english ivy, mulai dari daun hingga sulurnya mengandung senyawa glikosida yang bernama falcarinol. Zat kimia alami tersebut sangat mudah memicu reaksi alergi pada kulit manusia ketika terjadi gesekan atau kontak langsung saat proses pemangkasan. Efek yang ditimbulkan meliputi gatal-gatal yang parah, pembentukan lepuhan kecil di kulit, serta ruam kemerahan yang membutuhkan waktu berhari-hari untuk mereda.

Selain melindungi diri sendiri, pastikan pula untuk meletakkan tanaman hias bergetah iritan ini di area yang jauh dari jangkauan anak-anak serta hewan peliharaan. Apabila kulit secara tidak sengaja terkena getah atau bagian tanaman yang memicu gatal, segera basuh area tersebut menggunakan air mengalir dan sabun hingga benar-benar bersih. Dengan menjaga kewaspadaan dan teknik perawatan yang benar, hobi berkebunmu akan tetap berjalan menyenangkan tanpa harus mengorbankan kesehatan kulit keluarga.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Muhammad Tarmizi Murdianto
EditorMuhammad Tarmizi Murdianto

Related Articles