Jakarta, IDN Times - Seiring berjalannya waktu, konser tak lagi sekadar menjadi ruang hiburan. Jika dulu konser identik dengan euforia dan mengikuti tren, kini ia menjadi ruang untuk berhenti sejenak, mengenang perjalanan hidup, sekaligus menemukan energi baru untuk melangkah ke depan.
Fenomena tersebut melatarbelakangi lahirnya Timeless Project Live, sebuah festival musik yang menggabungkan lagu-lagu ikonik era 2000-an dengan pengalaman yang mengajak audiens, terutama bagi yang berusia 30–39 tahun, menyusuri kembali perjalanan hidup mereka. Di tengah rutinitas pekerjaan, keluarga, dan berbagai tanggung jawab, festival ini dihadirkan sebagai ruang untuk berhenti sejenak, mengapresiasi perjalanan yang telah dilewati, sekaligus mengisi ulang energi sebelum kembali menjalani aktivitas sehari-hari.
"Selama ini banyak event mengajak orang bernostalgia. Tapi kami melihat ada kebutuhan yang lebih besar dari itu. Orang-orang yang kini memasuki usia produktif ingin merayakan perjalanan hidup mereka. Mereka menyadari bahwa semua pengalaman, termasuk lagu-lagu yang menemani mereka di era 2000-an, adalah bagian dari proses yang membentuk siapa mereka hari ini," ujar Rijal Asikin selaku perwakilan RESONINE, promotor Timeless Project dalam keterangan resminya.
