Setelah Medan, rangkaian festival musik dan pengalaman ini akan hadir di CGC One, Citra Grand City, Palembang, pada 29 Agustus 2026, dengan menghadirkan Hutan Tropis, RAN, Tipe-X, Jamrud, dan Sammy Simorangkir dalam satu panggung.
Timeless Project Live Palembang Hadirkan Lima Warna Musik Era 2000-an

- Timeless Project Live akan digelar di CGC One, Citra Grand City Palembang, pada 29 Agustus 2026, setelah sebelumnya hadir di Medan.
- Festival ini menghadirkan Hutan Tropis, RAN, Tipe-X, Jamrud, dan Sammy Simorangkir, memadukan musik lokal, pop, ska, rock, serta lagu emosional era 2000-an.
- Pengalaman acara mencakup fase remember, relive, celebrate, dan recharge lewat instalasi visual, radio lokal, F&B market, interaksi komunitas, hingga panggung utama.
Bagi generasi yang tumbuh di era 2000-an, musik bukan sekadar hiburan. Lagu-lagu yang menemani kisah cinta dan persahabatan kini terasa berbeda ketika hidup mulai dipenuhi tanggung jawab pekerjaan dan keluarga. Kini, lagu-lagu itu kembali menemukan relevansinya. Bukan hanya sebagai nostalgia, tetapi sebagai bagian dari perjalanan yang membentuk siapa mereka hari ini. Semangat tersebut dibawa Timeless Project Live ke Palembang.
Berbeda dari konser yang hanya berfokus pada penampilan musisi, Timeless Project Live menghadirkan pengalaman yang mengajak audiens untuk kembali mengingat, menghidupkan kembali, merayakan, sekaligus mengisi ulang energi dari perjalanan hidup yang telah mereka lalui.
“Kami ingin menjadikan Timeless Project Live di Palembang menjadi pengalaman nostalgia yang terasa dekat dengan audiens kota ini,” ungkap Rijal Asikin, perwakilan RESONINE, selaku promotor Timeless Project Live dalam keterangan resminya.
1. Jadi ruangan untuk bernostalgia

Suasana Timeless Project Live Medan (Dok. Resonine) Kehadiran di Palembang sekaligus memperkuat pendekatan Timeless Project Live untuk menghadirkan pengalaman yang dapat terhubung dengan karakter audiens di masing-masing kota. Sebagai kota yang terus berkembang dengan gaya hidup urban dan komunitas penikmat musik usia dewasa, Palembang memiliki audiens yang dekat dengan musik sebagai bagian dari keseharian dan ruang untuk bersosialisasi.
Karakter tersebut sejalan dengan Timeless Project Live yang menghadirkan pengalaman musik sekaligus menjadi ruang bagi generasi milenial untuk bernostalgia, bernyanyi bersama, dan menikmati momen bersama orang-orang terdekat.
“Melalui musik dan berbagai pengalaman di dalam acara, kami ingin mengajak audiens menelusuri kembali perjalanan mereka, merayakan apa yang sudah dilalui, dan diharapkan dapat pulang dengan energi baru untuk melanjutkan perjalanan berikutnya," tambah Rijal.
2. Lima warna musik jadi soundtrack satu generasi

Suasana Timeless Project Live Medan (Dok. Resonine) Kekuatan Timeless Project Live di Palembang hadir melalui perpaduan musisi dengan karakter musik yang berbeda, tetapi memiliki irisan kuat dengan perjalanan generasi yang tumbuh bersama musik era 2000-an.
Hutan Tropis akan membawa warna musik yang dekat dengan identitas dan karakter lokal, sementara RAN menghadirkan lagu-lagu pop yang telah menjadi bagian dari perjalanan cinta generasi muda Indonesia.
Di sisi lain, Tipe-X dan Jamrud membawa energi berbeda melalui musik ska dan rock yang lekat dengan pop kultur Indonesia pada era tersebut. Sementara Sammy Simorangkir menghadirkan sisi emosional melalui lagu-lagu yang dapat membawa audiens kembali pada berbagai momen personal dalam perjalanan hidup mereka.
Perbedaan karakter tersebut justru menjadi bagian dari pengalaman Timeless Project Live. Sebab, perjalanan satu generasi adalah sebuah soundtrack, dibentuk oleh beragam jenis musik yang memiliki berbagai cerita dan momen yang hadir di fase kehidupan berbeda.
3. Dari remember hingga recharge

Suasana Timeless Project Live Medan (Dok. Resonine) Timeless Project Live membawa audiens melewati empat fase pengalaman, yakni remember, relive, celebrate, dan recharge. Perjalanan dimulai melalui fase remember, ketika berbagai instalasi visual bertema era 2000-an mengajak pengunjung kembali pada memori masa tersebut. Elemen budaya populer, photo spot, hingga landmark tematik menjadi bagian dari pengalaman awal sebelum audiens memasuki rangkaian acara.
Selanjutnya, fase relive menghadirkan pengalaman yang lebih interaktif. Audiens dapat menikmati off-air radio experience yang dipandu oleh penyiar radio setempat, F&B market, serta area interaksi komunitas.
Memasuki fase celebrate, perjalanan tersebut mencapai puncaknya melalui penampilan para musisi di panggung utama yang akan membawa audiens merayakan kembali lagu-lagu yang pernah menjadi bagian dari perjalanan mereka.
Setelah itu, pengalaman berlanjut pada fase recharge. Timeless Project Live ingin agar konser tidak berhenti ketika musik terakhir dimainkan, tetapi meninggalkan kesan dan perspektif baru bagi audiens untuk kembali menjalani kehidupan sehari-hari.
“Setiap orang pasti memiliki lagu yang mengingatkan mereka pada satu fase kehidupan. Karena itu, pengalaman di Timeless Project Live kami bangun bukan hanya untuk mengajak orang bernostalgia, tetapi juga untuk memberikan ruang bagi mereka mengapresiasi perjalanan yang sudah dilalui. Harapannya, setelah selesai menikmati acara, audiens bisa membawa pulang lebih dari sekadar foto dan video, tetapi juga rasa bangga terhadap perjalanan hidup mereka,” kata Rijal.
Setelah Palembang, Timeless Project Live akan berlanjut ke Bandung pada 19 September melalui PREANGER EDITION.





















