Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Perbedaan Sepatu Tenis dan Sepatu Lain, Cek!

5 Perbedaan Sepatu Tenis dan Sepatu Lain, Cek!
ilustrasi sepatu tenis (freepik.com/freepik)
  • Sepatu tenis dirancang untuk gerakan cepat ke segala arah, dengan dukungan samping lebih kuat agar kaki stabil saat berubah arah dan berhenti mendadak.
  • Sol sepatu tenis lebih datar, tebal, serta tahan gesekan; pola tapaknya juga disesuaikan dengan hard court, clay court, atau astro turf.
  • Pelindung ujung sepatu, outrigger, dan material atas yang kuat membantu menghadapi gesekan tinggi, menjaga kestabilan, serta membedakannya dari sepatu lari, basket, dan sepak bola.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Sepatu tenis sering terlihat mirip dengan sepatu olahraga biasa. Padahal, fungsinya jauh lebih spesifik dari sekadar nyaman dipakai bergerak.

Memahami perbedaan sepatu tenis dan sepatu lain penting sebelum kamu turun ke lapangan. Tenis menuntut gerakan maju, mundur, menyamping, berhenti mendadak, lalu berakselerasi lagi dalam waktu singkat.

Karena pola geraknya berbeda, sepatu yang dipakai juga perlu mendukung kebutuhan tersebut. Sepatu lari, sepatu basket, atau sepatu olahraga umum mungkin nyaman untuk aktivitasnya masing-masing, tetapi belum tentu aman dan stabil untuk tenis. Yuk, cek lima perbedaannya berikut ini!

  1. 1. Sepatu tenis punya dukungan samping yang lebih kuat

    ilustrasi petenis memakai rekomendasi sepatu tenis untuk wanita (unsplash.com/valentinbalan)
    ilustrasi petenis memakai rekomendasi sepatu tenis untuk wanita (unsplash.com/valentinbalan)

    Perbedaan paling terasa ada pada dukungan gerakan menyamping. Dalam tenis, pemain sering bergerak cepat dari sisi ke sisi untuk mengejar bola. Karena itu, sepatu tenis dibuat dengan lateral support yang lebih kuat agar kaki tetap stabil saat berubah arah.

    Sepatu lari punya fokus yang berbeda. Jenis sepatu ini dirancang untuk gerakan maju yang berulang, sehingga dukungannya lebih banyak diarahkan ke tumit, lengkungan kaki, dan kenyamanan langkah panjang. Kalau dipakai untuk tenis, sepatu lari bisa terasa kurang stabil ketika kamu harus berhenti mendadak atau bergerak menyamping.

    Dukungan samping ini penting karena dapat membantu mengurangi risiko pergelangan kaki terkilir. Saat pijakan terasa aman, pemain juga lebih percaya diri bergerak agresif ke arah bola. Jadi, bukan cuma soal kenyamanan, tetapi juga soal seberapa siap sepatu mengikuti ritme permainan tenis.

  2. 2. Solnya dibuat lebih datar, tebal, dan tahan gesekan

    ilustrasi tenis (pexels.com/cottonbro studio)
    ilustrasi tenis (pexels.com/cottonbro studio)

    Salah satu perbedaan sepatu tenis dan sepatu lain terlihat jelas pada bagian sol. Sepatu tenis biasanya memakai outsole yang lebih datar dan tebal. Desain ini membantu pemain mendapatkan pijakan yang stabil sekaligus menahan gesekan tinggi di lapangan.

    Lapangan tenis, terutama permukaan keras, cukup berat untuk sepatu. Gerakan berhenti, menyeret kaki, dan berubah arah berkali-kali bisa membuat sol cepat aus. Karena itu, sepatu tenis membutuhkan bahan yang lebih tahan lama dibandingkan sepatu olahraga umum.

    Berbeda dengan sepatu lari yang cenderung lebih fleksibel untuk gerakan lurus ke depan, sepatu tenis dibuat agar energi dari kaki bisa berpindah dengan lebih stabil ke permukaan lapangan. Rasanya mungkin sedikit lebih kaku, tetapi justru kekakuan itu yang membantu kaki tetap terkendali saat permainan berlangsung cepat.

  3. 3. Pola tapaknya disesuaikan dengan jenis lapangan

    ilustrasi tenis (unsplash.com/Chino Rocha)
    ilustrasi tenis (unsplash.com/Chino Rocha)

    Sepatu tenis tidak bisa dilepaskan dari permukaan lapangan. Untuk lapangan keras atau hard court, sepatu membutuhkan sol yang kuat karena permukaannya lebih abrasif. Daya tahan menjadi penting agar sepatu tidak cepat habis saat dipakai latihan atau bertanding.

    Untuk lapangan tanah liat atau clay court, pola tapak yang sering digunakan adalah herringbone. Pola ini membantu pemain mendapatkan cengkeraman yang baik, memungkinkan gerakan meluncur lebih terkontrol, dan mencegah tanah liat terlalu banyak menumpuk di bawah sol.

    Permukaan rumput buatan atau astro turf juga membutuhkan pendekatan berbeda. Referensi menyebutkan bahwa sepatu tenis dengan pola sol kecil seperti tonjolan halus atau dimpled outsole dapat memberi cengkeraman tanpa menggali permukaan terlalu dalam. Kalau tidak tersedia, sol untuk clay court sering menjadi alternatif yang disarankan.

    Inilah alasan sepatu tenis tidak bisa dipilih hanya dari tampilannya. Sepatu yang cocok untuk satu permukaan belum tentu menjadi pilihan terbaik untuk permukaan lain. Pemain yang sering berpindah klub atau ikut turnamen perlu lebih memperhatikan bagian ini.

  4. 4. Bagian depan sepatu lebih siap menghadapi gesekan

    Ilustrasi sepasang sepatu tenis yang ditampilkan sebagai perlengkapan olahraga untuk bermain di lapangan.
    Ilustrasi sepatu tenis (freepik.com/freepic.diller)

    Tenis bukan cuma membuat sol cepat aus. Bagian depan sepatu juga sering menerima tekanan besar, terutama saat pemain melakukan gerakan berhenti mendadak, mendorong tubuh untuk mengejar bola, atau menyeret ujung sepatu ketika melakukan servis.

    Karena itu, sepatu tenis biasanya dilengkapi pelindung depan atau toe guard. Fitur ini membantu menjaga area ujung sepatu agar tidak cepat rusak. Pada pemain yang sering menyeret kaki, bagian ini bisa menjadi penyelamat umur pakai sepatu.

    Sepatu lari atau sepatu olahraga umum tidak selalu punya perlindungan seperti ini. Bahan bagian atasnya sering dibuat lebih ringan dan lentur demi kenyamanan. Untuk tenis, bahan yang terlalu ringan bisa cepat kalah oleh gesekan dan tekanan dari perubahan arah yang intens.

  5. 5. Ada fitur tambahan untuk menjaga kaki tetap stabil

    ilustrasi tenis (unsplash.com/Chino Rocha)
    ilustrasi tenis (unsplash.com/Chino Rocha)

    Beberapa sepatu tenis memiliki fitur seperti outrigger di sisi luar sepatu. Fungsinya untuk membantu kestabilan saat pemain bergerak menyamping. Ketika kaki menekan ke arah luar, struktur ini membantu sepatu tetap kokoh dan tidak mudah membuat kaki terguling.

    Selain itu, bagian atas sepatu tenis biasanya dibuat dari kombinasi bahan yang menyeimbangkan ketahanan dan sirkulasi udara. Ada yang menggunakan kulit sintetis, ada juga yang memadukannya dengan bahan berjaring. Tujuannya agar sepatu tetap kuat menghadapi gesekan, tetapi kaki tidak terasa terlalu panas.

    Sepatu basket punya fokus yang berbeda karena lebih banyak mendukung lompatan dan pendaratan. Sepatu sepak bola juga punya kebutuhan sendiri, seperti kontrol bola dan cengkeraman di rumput alami atau sintetis. Dari sini terlihat bahwa setiap sepatu olahraga memang dibuat untuk pola gerak yang berbeda.

    Memahami perbedaan sepatu tenis dan sepatu lain bisa membantumu memilih alas kaki yang lebih tepat untuk lapangan. Sepatu tenis dirancang untuk gerakan cepat ke segala arah, dukungan samping, cengkeraman sesuai permukaan, dan daya tahan terhadap gesekan tinggi.

    Sepatu yang tepat memang tidak otomatis membuat pukulanmu langsung sempurna. Namun, sepatu tenis yang sesuai dapat membantumu bergerak lebih percaya diri, mengurangi risiko cedera, dan fokus menikmati permainan tanpa terus khawatir soal pijakan.

Share Article
Editorial Team

Related Articles