Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Tips Berbagi THR meski Penghasilan Minim, Anti Boncos!

5 Tips Berbagi THR meski Penghasilan Minim, Anti Boncos!
ilustrasi memegang uang (pexels.com/bangunstockproduction)
Intinya Sih
5W1H
  • Tradisi THR di Indonesia jadi simbol syukur dan berbagi, tapi sering dianggap beban bagi yang berpenghasilan minim.
  • Artikel menekankan pentingnya mengatur budget realistis, memisahkan dana THR, serta memprioritaskan penerima yang benar-benar membutuhkan.
  • Ditekankan bahwa nilai THR bukan pada nominalnya, melainkan ketulusan memberi; bahkan bisa berupa barang atau kehadiran, bukan hanya uang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Salah satu ciri khas saat hari raya di Indonesia adalah uang THR (Tunjangan Hari Raya). Biasanya, orang yang lebih tua memberikan THR kepada mereka yang lebih muda. Namun, sering juga diberikan oleh anak yang telah berpenghasilan kepada orang tuanya. Pemberian ini menunjukkan rasa syukur, kemurahan hati, dan perayaan hari raya.

Sebagian orang menganggap THR sebagai tanggung jawab dan keharusan kepada keluarga. Sehingga, banyak yang merasa terbebani untuk harus memberi THR. Hal itu semakin rumit jika penghasilan yang kamu miliki pas-pasan. Padahal, THR tidak harus menjadi beban keuangan dan membuktikan status finansial kamu ke keluarga.

Tujuan THR adalah niat memberi seikhlasnya, bukan dari nominalnya. Nah, buat kamu yang penghasilannya minim namun tetap ingin memberi THR, ikuti lima tips berikut ini.

Table of Content

1. Tetapkan budget yang realistis sejak awal

1. Tetapkan budget yang realistis sejak awal

ilustrasi mencatat keuangan (pexels.com/Karolina Grabowska)
ilustrasi mencatat keuangan (pexels.com/Karolina Grabowska)

Dana untuk pemberian THR sebaiknya ditetapkan sejak awal. Hindari mengatur dana tersebut di waktu-waktu terakhir menjelang Lebaran. Sebab, akan banyak pengeluaran dan juga tekanan sosial yang bisa memengaruhi jika kamu baru mengatur budget THR jelang Lebaran.

Dengan pengelolaan keuangan yang baik kamu bisa mengontrol berapa nominal yang akan kamu berikan. Alokasikan dana THR tanpa mengganggu biaya kebutuhan sehari-hari. Hindari keinginan untuk terlalu royal dengan memberi banyak THR yang tidak sesuai dengan kemampuan finansialmu.

2. Pisahkan dana THR dengan biaya kebutuhan harian

ilustrasi menghitung uang (pexels.com/Karolina Grabowska)
ilustrasi menghitung uang (pexels.com/Karolina Grabowska)

Salah satu kesalahan yangs sering dilakukan adalah menggabungkan dana THR dengan dana untuk kebutuhan sehari-hari. Jika kamu berniat memberi THR saat Lebaran, maka siapkan dari jauh-jauh hari. Buatlah alokasi dana yang tujuannya untuk diberikan sebagai THR.

Memisahkan uang THR mencegah pengeluaran berlebihan yang tidak terduga. Cara ini juga melindungi agar dana untuk pengeluaran penting tidak terganggu. Mengatur budget THR sedini mungkin bisa mengurangi stres jelang hari raya.

3. Prioritaskan memberi ke yang membutuhkan

ilustrasi membuka kotak hadiah
ilustrasi membuka kotak hadiah (pexels.com/RDNE Stock Project)

Kamu gak harus memberi ke seluruh anggota keluarga atau kerabat. Buatlah batasan dengan menyusun daftar orang yang akan kamu beri. Prioritaskan mereka yang memang membutuhkan uang tersebut. Misalnya orang tua, adik, ponakan, atau anggota keluarga yang butuh dukungan finansial.

Batasan ini bukan berarti kamu pelit. Namun justru jadi bentuk tanggung jawab kamu kepada keluarga. Tidak usah ragu mengkomunikasikan kondisi keuangan kamu ke mereka. Seiring waktu, orang akan mengerti kemampuan finansialmu dan menghargai keputusan yang kamu ambil.

4. Atur nominal THR yang kamu berikan

ilustrasi memberi uang ke anak
ilustrasi memberi uang ke anak (pexels.com/Karola G)

Banyak orang menganggap uang THR yang diberikan harus banyak. Kita sering lupa bahwa tujuan THR adalah memberi dengan niat yang tulus dan ikhlas. THR bukan ajang untuk pamer ataupun membandingkan keuangan setiap orang.

Jika penghasilanmu minim, sesuaikan nominal THR yang kamu berikan. Contohnya pada anak-anak, di mana mereka lebih mengutamakan kegembiraan menerima amplop THR, maka kamu bisa mengurangi nominalnya. Sedangkan untuk remaja atau orang yang lebih tua, kamu bisa menambahkan nominalnya sesuai kemampuanmu. Orang biasanya menghargai pemberian THR dari niatnya, bukan dari besaran uangnya.

5. Berikan THR dalam bentuk non-uang

ilustrasi membuka kotak hadiah
ilustrasi membuka kotak hadiah (pexels.com/RDNE Stock Project)

THR gak selalu dalam bentuk uang. Dengan penghasilan minim dan dana terbatas, kamu bisa memberi THR dalam bentuk lain. Ada beberapa alternatif yang bisa kamu jadikan pilihan. Misalnya memberi parsel sederhana, makanan, buah tangan, dan barang lain yang sesuai budget.

Bagi anggota keluarga, pemberian ini sangat berharga. Kehadiran kamu saat hari raya juga sudah sangat berarti. Jadi, gak usah berpikir bahwa THR harus selalu dalam bentuk uang dengan nominal besar. Kamu bisa mencari ide lain buat THR yang maknanya tetap berarti bagi keluarga.

Memberi THR saat hari raya sudah menjadi tradisi di Indonesia. Bagi orang yang penghasilannya pas-pasan, THR mungkin akan terasa jadi beban. Namun, dengan pengelolaan keuangan yang bijak dan mengikuti lima tips di atas, kamu tetap bisa berbagi THR ke orang tersayang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Wahyu Kurniawan
EditorWahyu Kurniawan
Follow Us