Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Hitung Kalori Cukup Lewat WhatsApp, Gaya Hidup Jadi Lebih Sehat

Hitung Kalori Cukup Lewat WhatsApp, Gaya Hidup Jadi Lebih Sehat
Ilustrasi Kalg untuk menghitung kalori (Dok. Kalg)
Intinya Sih

  • Kalg hadir sebagai asisten kesehatan berbasis WhatsApp yang membantu pengguna menghitung kalori makanan lokal secara mudah tanpa perlu aplikasi tambahan.
  • Pengguna cukup kirim foto atau deskripsi makanan, lalu Kalg memberikan estimasi kalori dan rekomendasi gizi memakai database masakan khas Indonesia.
  • Kalg menawarkan program personal berbasis AI dengan durasi fleksibel sesuai target berat badan pengguna, tanpa sistem langganan tetap.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Buat kamu yang lagi menjalankan gaya hidup sehat, kadang aja tuh ribetnya menghitung kalori makanan lokal. Nah, biar gampang, tantangan itu bisa terjawab dengan adanya Kalg, asisten kesehatan pribadi yang "bersembunyi" di dalam aplikasi chat favorit kamu, WhatsApp.

"Kami ingin teknologi ini menjadi teman yang membantu tanpa mengubah rutinitas secara drastis," ujar Chandra Ishano Founder Kalg dalam keterangan resminya.

Seperti apa dan gimana si Kalg itu? Baca deh artikel ini sampai selesai, ya! Siapa tahu cocok buat kamu.

Table of Content

1. Peduli pada pola makan dengan cara yang paling sederhana

1. Peduli pada pola makan dengan cara yang paling sederhana

Potret rendang khas Padang
Potret rendang khas Padang (vecteezy.com/Taufik Aziz)

Jadi, Kalg itu mengajak masyarakat Indonesia untuk mulai peduli pada pola makan dengan cara yang paling sederhana: melalui jendela chat yang mereka buka setiap hari.

Melalui Kalg, pengguna cukup mengirimkan foto atau deskripsi makanan seperti rendang, nasi goreng, hingga jajanan pasar melalui chat.

"Kalg yang telah dibekali database masakan khas Indonesia akan memberikan estimasi kalori dan rekomendasi secara instan," kata Chandra Ishano.

2. Menghitung kalori via chat

Photo 3_Kalg Luncurkan Pelacak Kalori Berbasis WhatsApp.png
Ilustrasi Kalg untuk menghitung kalori (Dok. Kalg)

Dengan mengirimkan foto nasi goreng atau rendang via chat, Kalg akan menghitung kalori pakai database 100 persen lokal: porsi, bumbu, jajanan pasar.

"Masyarakat kita anti-app baru dan subscription abadi. Kalg buat program personal. AI prediksi hanya butuh 3-6 bulan, bayar sesuai target, stop pas ideal," tegas Chandra Ishano.

3. Pendekatan yang lebih personal

Photo 4_Team Kalg Indonesia.JPG
Tim Kalg Indonesia (Dok. Kalg)

Keunikan Kalg terletak pada pendekatannya yang personal. Dibandingkan model langganan tetap, Kalg menawarkan program penurunan berat badan dengan durasi yang disesuaikan oleh AI.

"Jika pengguna ditargetkan mencapai berat badan ideal dalam tiga bulan, maka program hanya berjalan selama periode tersebut," kata Chandra Ishano.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Wahyu Kurniawan
EditorWahyu Kurniawan
Follow Us

Related Articles