Dalam dunia kerja yang penuh dinamika, masih terdapat berbagai sikap dan pola perilaku yang sering muncul tanpa disadari, terutama yang berkaitan dengan konsep maskulinitas beracun atau yang kerap disebut sebagai toxic masculinity. Fenomena ini tidak hanya merugikan lingkungan kerja, tetapi juga menghambat perkembangan individu dan tim secara keseluruhan.
Toxic masculinity seringkali tidak terlihat secara kasat mata karena dianggap sebagai hal biasa atau wajar. Padahal, sikap tersebut mampu menimbulkan dampak negatif yang serius, baik secara emosional maupun produktivitas kerja. Beberapa bentuknya muncul dalam bentuk meremehkan rekan kerja perempuan, menolak menunjukkan kerentanan, hingga merasa berhak mendominasi percakapan atau pengambilan keputusan.
Untuk menciptakan ruang yang adil dan produktif, yuk simak ketujuh toxic masculinity yang sering tidak disadari di tempat kerja di bawah ini. Jangan dilewatkan, ya!