Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Urutan Dzikir Setelah Sholat Fardhu Sesuai Sunah, Dianjurkan!

4 min read
Urutan Dzikir Setelah Sholat Fardhu Sesuai Sunah, Dianjurkan!
ilustrasi berdoa (pexels.com/RDNE Stock project)

  • Dzikir setelah sholat fardhu dianjurkan sebagai amalan untuk melengkapi ibadah, dilakukan dengan duduk tenang dan berdoa sejenak setelah salam.
  • Urutannya mencakup istighfar tiga kali, doa keselamatan, tauhid, tasbih-tahmid-takbir 33 kali, Ayat Kursi, Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Naas.
  • Setelah Subuh dibaca doa memohon ilmu bermanfaat, rezeki halal, dan amal diterima; dzikir dilakukan khusyuk, rendah hati, bersuara lembut, serta diucapkan lisan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Melakukan ibadah sholat fardhu lima waktu belum terasa lengkap jika langsung beranjak tanpa berzikir dan berdoa sejenak. Membiasakan diri duduk tenang untuk melantunkan zikir merupakan amalan yang sangat dianjurkan karena mendatangkan ketenangan hati serta pahala yang besar bagi setiap Muslim.

Agar ibadah sholat semakin sempurna, memahami urutan dzikir setelah sholat fardhu sesuai sunah sangat penting agar pelaksanaannya sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW. Yuk, mari simak bacaan lengkapnya!

  1. 1. Urutan dzikir setelah sholat fardhu sesuai sunah

    urutan dzikir setelah sholat fardhu sesuai sunah
    ilustrasi zikir (unsplash.com/Indra Projects)

    Berikut adalah rangkaian bacaan dzikir setelah sholat fardhu yang lengkap sesuai urutan dengan teks latin dan artinya untuk diamalkan sehari-hari.

    1. Astagh-firullah 3x

    Allahumma antas salaam wa minkas salaam tabaarokta yaa dzal jalaali wal ikrom.

    Artinya:

    “Aku minta ampun kepada Allah,” (3x).

    “Ya Allah, Engkau pemberi keselamatan, dan dariMu keselamatan, Maha Suci Engkau, wahai Tuhan Yang Pemilik Keagungan dan Kemuliaan.”

    2. Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qodiir. Allahumma laa maani’a limaa a’thoyta wa laa mu’thiya limaa mana’ta wa laa yanfa’u dzal jaddi minkal jaddu.

    Artinya:

    “Tiada Rabb yang berhak disembah selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya puji dan bagi-Nya kerajaan. Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Ya Allah, tidak ada yang mencegah apa yang Engkau berikan dan tidak ada yang memberi apa yang Engkau cegah. Tidak berguna kekayaan dan kemuliaan itu bagi pemiliknya (selain iman dan amal shalihnya yang menyelamatkan dari siksaan). Hanya dari-Mu kekayaan dan kemuliaan.

    3. Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah. Lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qodiir. Laa hawla wa laa quwwata illa billah. Laa ilaha illallah wa laa na’budu illa iyyaah. Lahun ni’mah wa lahul fadhlu wa lahuts tsanaaul hasan. Laa ilaha illallah mukhlishiina lahud diin wa law karihal kaafiruun.

    Artinya:

    “Tiada Rabb (yang berhak disembah) kecuali Allah, Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan pujaan. Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Tidak ada daya dan kekuatan kecuali (dengan pertolongan) Allah. Tiada Rabb (yang hak disembah) kecuali Allah. Kami tidak menyembah kecuali kepada-Nya. Bagi-Nya nikmat, anugerah dan pujaan yang baik. Tiada Rabb (yang hak disembah) kecuali Allah, dengan memurnikan ibadah kepadaNya, sekalipun orang-orang kafir sama benci.”

    4. Subhanallah (33x) Al hamdulillah (33x) Allahu akbar (33 x)

    Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah. Lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qodiir.

    Artinya:

    “Maha Suci Allah (33 x), segala puji bagi Allah (33 x), Allah Maha Besar (33 x). Tidak ada Rabb (yang berhak disembah) kecuali Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan. Bagi-Nya pujaan. Dia-lah Yang Mahakuasa atas segala sesuatu.”

    5. Membaca ayat Kursi setiap selesai shalat (fardhu).

    6. Membaca surat Al-Ikhlas, Al-Falaq dan An-Naas setiap selesai shalat (fardhu).

    7. Allahumma inni as-aluka ‘ilman naafi’a, wa rizqon thoyyiba, wa ‘amalan mutaqobbala

    Artinya:

    “Ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat (bagi diriku dan orang lain), rizki yang halal dan amal yang diterima (di sisi-Mu dan mendapatkan ganjaran yang baik).” (Dibaca setelah salam dari shalat Shubuh)

  2. 2. Keutamaan Dzikir Setelah Sholat

    ilustrasi zikir (freepik.com/faizaminudin)
    ilustrasi zikir (freepik.com/faizaminudin)

    Berdasarkan penjelasan dari berikut adalah beberapa keutamaan dan faedah dari mengamalkan dzikir setelah sholat fardhu:

    • Merupakan ibadah yang sangat dianjurkan dan disunnahkan agar seseorang tidak langsung beranjak dari tempat sholatnya.
    • Termasuk golongan ibadah yang sangat mudah serta ringan untuk dikerjakan dalam kehidupan sehari-hari oleh setiap Muslim.
    • Mampu mendatangkan ganjaran serta pahala yang sangat besar dari Allah SWT bagi siapa saja yang merutinkannya.
    • Membantu melatih diri agar tetap istiqamah dalam beribadah sekaligus menepis rasa malas yang kerap menjadi godaan terbesar.

  3. 3. Adab Dzikir Setelah Sholat

    ilustrasi zikir malam (pexels.com/Zeynep Sude Emek)
    ilustrasi zikir malam (pexels.com/Zeynep Sude Emek)

    Agar membaca dzikir terasa lebih khusyuk, sebaiknya terapkan beberapa adab penting berikut ini sebelum memulainya.

    • Usahakan membaca dzikir dengan penuh kerendahan hati, ketundukan, serta rasa khusyuk yang mendalam kepada Allah SWT.
    • Berdzikir dengan perasaan takut dan khawatir apabila amalan ibadah yang dilakukan belum sempurna atau tidak diterima oleh Allah SWT.
    • Tidak mengeraskan suara secara berlebihan ketika berzikir, melainkan diucapkan dengan lembut sesuai dengan tuntunan sunnah.
    • Wajib diucapkan menggunakan lisan secara nyata dan tidak hanya dibatin di dalam hati saja agar ibadah lisan tersebut sah.

    Itulah rangkaian urutan dzikir dan adab setelah sholat fardhu sesuai sunah, semoga ilmunya bermanfaat!

Share Article
Editorial Team