Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
WDHD 2026: Pentingnya Orang Tua Paham Kesehatan Saluran Cerna Anak
ilustrasi ayah dan anak (pexels.com/Kampus Production)
  • Danone SN Indonesia memperingati World Digestive Health Day 2026 dengan mengajak orang tua memahami pentingnya kesehatan saluran cerna anak sebagai dasar tumbuh kembang optimal.
  • Dokter anak menjelaskan konsep Triple Signs—Golden Poop, frekuensi BAB teratur, dan rendahnya risiko gangguan pencernaan—sebagai indikator sederhana keseimbangan mikrobiota usus yang sehat.
  • Melalui edukasi berbasis sains, inovasi digital seperti AI Poop Tracker, dan produk bernutrisi prebiotik, Danone SN Indonesia berupaya membantu orang tua menjaga kesehatan cerna anak secara berkelanjutan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Dalam rangka memperingati World Digestive Health Day (WDHD) 2026, Danone Specialized Nutrition (SN) Indonesia mengajak orang tua untuk lebih memahami pentingnya kesehatan saluran cerna anak sebagai fondasi utama tumbuh kembang optimal. Peringatan global yang jatuh setiap 29 Mei ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan pencernaan, termasuk pentingnya pencegahan, deteksi dini, dan penanganan gangguan saluran cerna sejak dini.

"Sejalan dengan tema global tahun ini, “Chronic Diarrhea: Don’t Flush the Signs Away”, kampanye ini juga mengingatkan bahwa gangguan saluran cerna yang terlihat ringan tidak selalu dapat diabaikan dan memerlukan perhatian lebih untuk mencegah dampak jangka panjang," ujar Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH - Medical & Scientific Affairs Director Danone Indonesia dalam keterangan resminya.

1. Kualitas hidup anak dan keluarga secara keseluruhan

ilustrasi ayah dan anak (pexels.com/PNW Production)

Sementara itu, Dr. dr. Ariani Dewi Widodo, Sp.A(K), FISQua selaku Dokter Spesialis Anak Konsultan Subspesialis Gastrohepatologi Anak menjelaskan, saluran cerna anak bukan hanya organ pencernaan, melainkan sistem yang kompleks dan terus berkembang. Keseimbangan mikrobiota usus sangat penting karena berpengaruh besar terhadap penyerapan nutrisi dan kenyamanan anak sehari-hari. Jika keseimbangan ini terganggu sejak dini, kondisi tersebut dapat berdampak pada gangguan pencernaan berulang hingga memengaruhi tumbuh kembang anak.

Kondisi ini juga menjadi perhatian banyak orang tua, karena ketika kesehatan saluran cerna anak terganggu, dampaknya kerap terlihat dalam keseharian anak. Anak dapat menjadi kurang nafsu makan (low appetite), lebih rewel atau kurang nyaman (not in a good mood), hingga pertumbuhan dan perkembangan yang tidak optimal. Kekhawatiran orang tua terhadap kondisi seperti ini menunjukkan bahwa kesehatan saluran cerna bukan hanya isu medis, tetapi juga berkaitan erat dengan kualitas hidup anak dan keluarga secara keseluruhan.

"Oleh karena itu, upaya pencegahan serta menjaga kesehatan saluran cerna sejak dini menjadi langkah penting untuk mendukung anak tetap nyaman, aktif, serta mencapai tumbuh kembang yang optimal," ujar dr. Ariani.

2. Konsep Triple Signs

Ilustrasi kesehatan saluran cerna anak (Dok. Danone SN)

Untuk membantu orang tua lebih mudah mengenali kondisi pencernaan anak, diperkenalkan konsep Triple Signs sebagai indikator sederhana kesehatan saluran cerna anak. Tanda pertama adalah Golden Poop, yaitu warna dan konsistensi feses yang normal, ditandai dengan warna kuning keemasan serta bentuk dan tekstur yang tidak terlalu cair maupun tidak terlalu keras. Tanda kedua adalah frekuensi buang air besar yang teratur sesuai usia anak. Sementara itu, tanda ketiga adalah risiko gangguan saluran cerna yang lebih rendah. Ketiga tanda tersebut merefleksikan keseimbangan mikrobiota usus yang baik, fungsi pencernaan yang optimal, dan kondisi saluran cerna yang sehat.

"Ketika ketiga tanda ini tidak terpenuhi secara konsisten, orang tua dianjurkan untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan guna mendapatkan penanganan yang tepat serta mencegah potensi dampak lebih lanjut," kata dr. Ariani

3. Fondasi penting untuk tumbuh kembang yang optimal di masa depan

Ilustrasi kesehatan saluran cerna anak (Dok. Danone SN)

Sebagai bagian dari komitmennya dalam mendukung kesehatan pencernaan anak Indonesia, Danone SN Indonesia terus menghadirkan berbagai inisiatif berbasis sains melalui edukasi, publikasi ilmiah, serta inovasi produk dan digital.

“Kami menyadari bahwa kekhawatiran orang tua terhadap anak yang kurang nafsu makan, kurang nyaman, atau pertumbuhannya belum optimal sering kali berakar dari masalah pencernaan yang tidak disadari. Melalui edukasi berbasis sains, inovasi digital seperti AI Poop Tracker, serta produk nutrisi yang diformulasikan dengan kandungan prebiotik seperti pada rangkaian Bebelac, kami berupaya membantu orang tua dalam menjaga kesehatan saluran cerna anak secara praktis dan berkelanjutan, kami ingin membantu orang tua memantau kondisi saluran cerna anak dengan lebih mudah dan mengambil langkah yang tepat untuk mendukung tumbuh kembang optimal,” ujar dr. Ray Wagiu Basrowi.

Melalui rangkaian inisiatif dalam World Digestive Health Day 2026, Danone SN Indonesia berharap semakin banyak orang tua yang lebih peka dalam membaca “bahasa” saluran cerna anak serta tidak ragu untuk mengambil langkah yang tepat, termasuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan apabila diperlukan. Edukasi yang tepat dan berkelanjutan diharapkan dapat membantu menciptakan generasi anak Indonesia dengan kesehatan pencernaan yang lebih baik, sebagai fondasi penting untuk tumbuh kembang yang optimal di masa depan.

Editorial Team

Related Article