ilustrasi olahraga saat cuaca panas (pexels.com/RDNE Stock project)
Deodoran yang terasa ampuh saat bekerja di ruangan ber-AC belum tentu memberikan hasil yang sama ketika dipakai untuk olahraga atau aktivitas luar ruangan. Pria yang banyak bergerak tentu menghasilkan keringat lebih banyak, apalagi ketika harus berjalan kaki, naik kendaraan umum, bekerja di lapangan, atau berolahraga. Karena itu, pilih produk berdasarkan aktivitas yang paling sering dilakukan, bukan hanya berdasarkan aroma atau kemasan.
Contohnya, deodoran dengan aroma ringan bisa lebih cocok untuk dipakai ke kantor karena tidak terlalu mencolok ketika berada dekat dengan rekan kerja. Sementara itu, untuk aktivitas olahraga atau perjalanan luar ruangan, produk antiperspiran bisa lebih berguna jika masalah utamanya adalah ketiak yang cepat basah. Dengan begitu, pemakaian deodoran bukan sekadar supaya tubuh wangi, tetapi juga disesuaikan dengan situasi yang akan dihadapi sepanjang hari.
Deodoran sebenarnya bisa bekerja dengan baik kalau produk yang dipilih sesuai dengan masalahnya dan cara pemakaiannya tidak asal. Jadi, sebelum menyimpulkan bahwa deodoran tidak ampuh, coba periksa lagi cara pakai deodoran, jenis produknya, waktu pemakaian, serta apakah masalah yang dihadapi sebenarnya bau badan atau keringat yang berlebihan. Kalau selama ini deodoran terasa kurang maksimal, kamu lebih sering bermasalah dengan bau badan, ketiak basah, atau justru keduanya?