Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kenapa Parfum Bisa Cepat Hilang Aromanya? Ini Penyebabnya

Kenapa Parfum Bisa Cepat Hilang Aromanya? Ini Penyebabnya
ilustrasi parfum (pixabay.com/wilkernet)
  • Aroma parfum memudar alami karena molekulnya menguap; top notes seperti citrus dan buah lebih cepat hilang, sementara base notes woody, musk, resin, atau vanilla cenderung lebih tahan lama.
  • Ketahanan parfum dipengaruhi konsentrasi fragrance dan formulanya. Eau de parfum tidak selalu paling awet, karena komposisi aroma ringan seperti citrus atau floral dapat lebih cepat menguap.
  • Kulit kering, suhu panas, aktivitas berkeringat, serta adaptasi penciuman dapat membuat parfum terasa cepat hilang. Pelembap tanpa aroma dan penyimpanan yang tepat membantu menjaga performanya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Pernah merasa baru beberapa saat memakai parfum, tetapi aromanya sudah seperti menghilang entah ke mana? Padahal saat pertama kali disemprot, wanginya terasa kuat bahkan sampai memenuhi ruangan. Kira-kira kenapa ya?

Tenang, kondisi ini belum tentu berarti parfum yang kamu gunakan berkualitas buruk. Parfum cepat hilang aromanya bisa disebabkan oleh banyak hal, mulai dari kandungan parfum, kondisi kulit, cuaca, cara penyimpanan, hingga hidung kita sendiri yang sudah terbiasa dengan aroma tersebut. Lantas, kenapa parfum bisa cepat hilang? Berikut beberapa penyebab yang perlu kamu tahu.

  1. 1. Molekul parfum memang menguap secara alami

    ilustrasi parfum
    ilustrasi parfum (unsplash.com/Rodrigo Tadeo)

    Parfum pada dasarnya merupakan campuran berbagai senyawa aromatik yang biasanya dilarutkan dalam alkohol. Setiap senyawa tersebut mempunyai tingkat volatilitas yang berbeda. Artinya, ada molekul yang lebih mudah menguap dibandingkan molekul lainnya.

    Saat parfum disemprotkan ke kulit, alkohol dan molekul yang paling mudah menguap akan menghilang lebih dahulu. Molekul-molekul inilah yang biasanya memberikan kesan pertama dari sebuah parfum atau dikenal sebagai top notes. Aroma citrus, green, dan buah-buahan yang ringan, misalnya, cenderung lebih cepat menghilang karena molekulnya relatif mudah menguap. Setelah top notes memudar, aroma dari middle notes dan base notes mulai lebih terasa.

    Base notes, seperti kayu-kayuan, resin, musk, dan beberapa aroma vanilla umumnya menguap lebih lambat. Karena itu, aroma dari kelompok ini cenderung bertahan lebih lama di kulit. Parfum dengan karakter base notes yang kuat biasanya terasa lebih awet dibandingkan parfum yang didominasi aroma segar dan ringan.

  2. 2. Konsentrasi fragrance juga berpengaruh

    ilustrasi parfum
    ilustrasi parfum (pexels.com/Gift Habeshaw 🇪🇹)

    Pernah bertanya-tanya kenapa ada parfum yang terasa lebih awet dibandingkan parfum lainnya? Salah satu jawabannya adalah konsentrasi bahan pewanginya. Secara umum, kategori seperti eau de cologne, eau de toilette, eau de parfum, dan parfum memiliki konsentrasi fragrance yang berbeda. Eau de parfum dan parfum biasanya mempunyai kandungan fragrance yang lebih tinggi dibandingkan jenis yang lebih ringan.

    Namun, jangan langsung menganggap semakin tinggi konsentrasi berarti parfum pasti bertahan seharian. Formula parfum juga punya peran besar. Dua parfum dengan label eau de parfum bisa memiliki ketahanan yang sangat berbeda. Salah satunya mungkin menggunakan banyak bahan woody atau musky yang lebih tahan lama, sedangkan parfum lainnya lebih banyak mengandalkan aroma citrus atau floral yang mudah menguap. Jadi, konsentrasi memang penting, tetapi bukan satu-satunya penentu ketahanan parfum.

  3. 3. Kulit yang kering bisa membuat parfum lebih cepat pudar

    ilustrasi menyemprotkan parfum
    ilustrasi menyemprotkan parfum (magnific.com/8photo)

    Kondisi kulit ternyata juga dapat memengaruhi seberapa lama aroma parfum bertahan. Pada kulit yang sangat kering, parfum cenderung lebih cepat terasa hilang. Salah satu alasannya adalah permukaan kulit memiliki lebih sedikit minyak dan kelembapan yang dapat membantu mempertahankan senyawa aromatik. Itulah mengapa kamu mungkin merasa parfum lebih awet ketika digunakan setelah mandi dan memakai pelembap.

    Coba aplikasikan body lotion tanpa aroma terlebih dahulu, kemudian semprotkan parfum setelahnya. Permukaan kulit yang lebih lembap dan emolien dapat membantu aroma parfum bertahan lebih lama sehingga kamu tidak perlu terus-menerus menyemprot ulang. Meski begitu, kondisi kulit bukan satu-satunya faktor. Suhu tubuh juga ikut memengaruhi perkembangan aroma parfum. Area tubuh yang hangat dapat membantu parfum lebih mudah tercium, tetapi panas yang berlebihan juga dapat mempercepat penguapan.

  4. 4. Cuaca panas bisa membuat aroma lebih cepat menguap

    ilustrasi pria sedang menyemprotkan parfum
    ilustrasi pria sedang menyemprotkan parfum (pexels.com/Franco Monsalvo)

    Pernah merasa parfum lebih cepat habis aromanya saat sedang berada di luar rumah pada siang hari? Bisa jadi cuaca ikut berperan. Suhu yang tinggi dapat mempercepat proses penguapan berbagai komponen parfum. Aktivitas fisik, tubuh yang berkeringat, dan lingkungan yang panas juga dapat membuat karakter aroma berubah lebih cepat.

    Bukan berarti parfum tidak boleh digunakan saat cuaca panas. Hanya saja, kamu mungkin perlu memilih aroma yang sesuai dengan kondisi tersebut. Parfum dengan karakter citrus, aquatic, atau green sering terasa lebih nyaman digunakan ketika cuaca sedang terik, meskipun beberapa jenis aroma tersebut memang cenderung memiliki karakter yang lebih ringan.

  5. 5. Sebenarnya aroma parfum masih ada, tapi hidungmu yang sudah terbiasa

    ilustrasi memakai parfum
    ilustrasi memakai parfum (magnific.com/pressahotkey)

    Ini salah satu alasan yang sering membuat orang mengira parfumnya sudah hilang. Setelah mencium aroma yang sama secara terus-menerus, hidung dapat mengalami olfactory adaptation atau adaptasi penciuman. Sederhananya, otak dan sistem penciuman menjadi kurang sensitif terhadap aroma yang sudah familiar. Akibatnya, kamu merasa parfum sudah tidak tercium lagi, padahal orang lain mungkin masih bisa mencium aromanya dengan jelas.

    Daripada terus menambah semprotan setiap beberapa jam, lebih baik kenali karakter parfummu, gunakan pada kulit yang sudah dilembapkan, dan simpan botolnya dengan benar. Dengan begitu, kamu bisa mendapatkan performa parfum yang lebih optimal tanpa harus boros menggunakannya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles