Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kenapa Parfum Cepat Hilang meski Sudah Disemprot Banyak?
ilustrasi menyemprotkan parfum (magnific.com/8photo)
  • Kondisi kulit dan konsentrasi parfum memengaruhi seberapa lama aroma bertahan.

  • Cara pemakaian dan cuaca panas dapat membuat parfum lebih cepat memudar.

  • Penyimpanan yang tepat membantu menjaga kualitas dan ketahanan aroma parfum.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Sudah menyemprot parfum berkali-kali sebelum beraktivitas, tetapi aromanya seperti menghilang begitu saja beberapa jam kemudian? Padahal, wanginya sempat terasa kuat saat pertama kali disemprot. Hal ini bisa membuat kita berpikir bahwa solusinya ialah menambah jumlah semprotan, padahal belum tentu demikian.

Lama atau tidaknya parfum bertahan ternyata dipengaruhi oleh berbagai hal, mulai dari kondisi kulit, jenis parfum, cara pemakaian, hingga tempat menyimpan botolnya. Lantas, kenapa parfum cepat hilang meski sudah disemprot banyak? Simak penjelasan berikut ini!

1. Kondisi kulit memengaruhi ketahanan parfum

ilustrasi pria sedang menyemprotkan parfum (pexels.com/Franco Monsalvo)

Salah satu faktor yang cukup besar pengaruhnya adalah kondisi kulit. Parfum berinteraksi dengan minyak alami, tingkat kelembapan, pH, hingga mikrobioma kulit. Kulit yang cenderung kering biasanya membuat aroma parfum lebih cepat menguap karena tidak banyak minyak yang dapat membantu menahan molekul wewangian. 

Sebaliknya, kulit yang lebih lembap dan sedikit berminyak cenderung membuat parfum bertahan lebih lama. Kondisi kulit juga bisa berubah dari waktu ke waktu. Dehidrasi, cuaca, kelembapan udara, pola makan, hingga penggunaan obat tertentu dapat memengaruhi bagaimana parfum tercium dan bertahan di kulit.

2. Jenis dan konsentrasi parfum juga berpengaruh

ilustrasi parfum (pixabay.com/Bru-nO)

Tidak semua parfum memiliki daya tahan yang sama. Produk seperti body mist dan eau de toilette (EDT) umumnya memiliki konsentrasi minyak parfum lebih rendah dibandingkan eau de parfum (EDP). Karena itu, aromanya cenderung lebih ringan dan dapat memudar lebih cepat.

Komposisi aromanya juga ikut menentukan. Wewangian dengan karakter sitrus dan herbal biasanya lebih mudah menguap karena memiliki top notes yang lebih volatil. Sementara itu, aroma dengan base notes, seperti vanila, musk, amber, atau woody, biasanya cenderung lebih tahan lama. Jika ingin parfum yang bertahan lebih lama, EDP atau parfum berbasis oil bisa menjadi pilihan dibandingkan body mist atau EDT.

3. Cara menyemprot parfum ternyata bisa membuatnya cepat hilang

ilustrasi memakai parfum (magnific.com/pressahotkey)

Bukan hanya parfumnya, cara menggunakannya juga perlu diperhatikan. Salah satu kebiasaan yang sering dilakukan ialah menyemprot parfum ke pergelangan tangan, lalu menggosok kedua tangan. Padahal, gesekan tersebut dapat mengganggu perkembangan aroma, terutama top notes yang pertama kali tercium. Lebih baik semprotkan parfum pada kulit dan biarkan mengering dengan sendirinya.

Parfum juga cenderung lebih awet jika diaplikasikan pada kulit yang sudah dilembapkan. Sebelum menyemprot, gunakan losion atau body cream tanpa aroma pada area yang diinginkan. Kulit yang lebih lembap dapat membantu parfum menempel lebih lama.

4. Panas, keringat, dan gesekan membuat aroma lebih cepat memudar

ilustrasi menyemprotkan parfum (magnific.com/8photo)

Cuaca panas juga dapat memengaruhi ketahanan parfum. Suhu yang tinggi membantu aroma menyebar lebih cepat, tetapi pada saat yang sama membuat komponen wewangian lebih cepat menguap. Itulah sebabnya, parfum mungkin terasa lebih cepat hilang saat digunakan di tengah cuaca panas, setelah berolahraga, atau ketika tubuh banyak berkeringat. Gesekan dari pakaian dan gerakan tubuh juga dapat memengaruhi aroma yang menempel di kulit.

Parfum juga bisa disemprotkan tipis pada pakaian agar aromanya bertahan lebih lama. Namun, pastikan parfum tidak meninggalkan noda atau merusak bahan kain. Untuk rambut, gunakan hair mist yang memang diformulasikan khusus agar tetap aman sekaligus memberikan aroma yang tahan lebih lama.

5. Cara menyimpan parfum juga tidak boleh disepelekan

ilustrasi parfum pria (unsplash.com/Edoardo Cuoghi)

Parfum yang terus-menerus terkena panas, cahaya Matahari, atau kelembapan dapat mengalami perubahan pada komposisinya. Dalam jangka panjang, kondisi tersebut bisa membuat kualitas dan karakter aromanya menurun. Karena itu, hindari menyimpan parfum di tempat yang panas atau terkena sinar Matahari langsung. Kamar mandi juga bukan tempat ideal karena perubahan suhu dan kelembapannya cukup tinggi. Sebaiknya, simpan botol parfum di tempat yang sejuk, kering, dan terlindung dari cahaya. Dengan begitu, kualitas wewangian dapat lebih terjaga.

Jadi, parfum yang cepat hilang tidak selalu berarti harus disemprot lebih banyak. Kondisi kulit, konsentrasi parfum, cara pemakaian, cuaca, hingga penyimpanan dapat menentukan seberapa lama aroma bertahan. Dengan mengetahui faktor-faktor tersebut, penggunaan parfum bisa lebih efektif tanpa harus menghabiskan banyak semprotan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

EditorYudha ‎

Related Article