Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kenapa Sepatu Lari Tidak Boleh Dipakai Terlalu Lama?

Kenapa Sepatu Lari Tidak Boleh Dipakai Terlalu Lama?
ilustrasi laki-laki sedang berlari (unsplash.com/Chander R)
  • Bantalan sepatu lari dapat kehilangan kemampuan meredam benturan seiring pemakaian.

  • Sol yang aus dapat mengurangi daya cengkeram dan membuat kaki menerima lebih banyak benturan.

  • Jarak tempuh, kenyamanan, kondisi sol, dan munculnya nyeri perlu diperhatikan sebelum mengganti sepatu.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Sepatu lari memang dirancang untuk menopang kaki dan meredam benturan selama berlari. Namun, bukan berarti sepatu tersebut bisa digunakan selamanya. Seiring pemakaian, kemampuan bantalan dan penopangnya akan berkurang meski bagian luar sepatu masih terlihat bagus.

Menggunakan sepatu lari yang sudah terlalu lama juga bisa membuat kaki terasa kurang nyaman saat berlari. Dalam kondisi tertentu, berkurangnya kemampuan sepatu dalam menyerap benturan dapat membuat tubuh menerima beban yang lebih besar. Lantas, kenapa sepatu lari tidak boleh dipakai terlalu lama?

  1. 1. Bantalan sepatu bisa kehilangan kemampuannya

    ilustrasi sepatu
    ilustrasi sepatu (pexels.com/Erik Mclean)

    Bagian yang paling banyak mengalami perubahan seiring pemakaian adalah sol tengah (midsole). Bagian ini berupa lapisan busa tebal yang berada di antara kaki dan permukaan tanah. Setiap kali kaki menginjak permukaan, busa pada sol tengah akan mengalami tekanan. Setelah digunakan berulang kali dalam jarak yang panjang, busa bisa menjadi lebih padat dan tidak kembali ke bentuk semula dengan baik. Akibatnya, kemampuan sol tengah untuk memberikan bantalan dan meredam benturan dapat menurun. Menariknya, perubahan tersebut tidak selalu terlihat dari kondisi bagian luar sepatu.

  2. 2. Sepatu yang terlihat bagus belum tentu masih prima

    ilustrasi sepatu
    ilustrasi sepatu (pexels.com/https://kaboompics.com/)

    Salah satu alasan orang terus menggunakan sepatu lari lama ialah tampilannya yang masih terlihat layak. Tidak ada bagian yang robek, sol belum terlepas, dan bagian atas sepatu juga masih terlihat bersih. Padahal, kondisi bagian dalam sepatu bisa sudah mengalami penurunan performa. Sebagai contoh, sol tengah yang sudah terkompresi tidak selalu bisa dikenali hanya dengan melihat bagian luar sepatu.

    Karena itu, usia sepatu lari tidak bisa dinilai hanya dari penampilannya. Jarak tempuh dan kenyamanan saat digunakan juga perlu diperhatikan. Kondisi sol pun penting untuk memastikan sepatu masih layak digunakan.

  3. 3. Kaki bisa menerima benturan lebih besar

    ilustrasi sepatu
    ilustrasi sepatu (pexels.com/Hanna Auramenka)

    Ketika bantalan sepatu mulai kehilangan kemampuannya, tubuh dapat menerima lebih banyak benturan dari setiap langkah. Beban tersebut tidak hanya dirasakan oleh telapak kaki, tetapi juga dapat terasa hingga pergelangan kaki, lutut, pinggul, dan punggung bagian bawah. Pada sebagian pelari, kondisi ini bisa ditandai dengan munculnya rasa pegal atau nyeri yang sebelumnya tidak dirasakan saat menggunakan sepatu yang masih baru. Sebagai contoh, lutut mulai tidak nyaman setelah berlari dengan jarak yang biasanya mudah dilakukan. Jika keluhan tersebut muncul secara konsisten, kondisi sepatu sebaiknya ikut diperiksa.

  4. 4. Sol luar yang aus bisa mengurangi daya cengkeram

    ilustrasi sepatu
    ilustrasi sepatu (unsplash.com/Joseph Barrientos)

    Selain sol tengah, sol luar (outsole) juga mengalami keausan. Bagian yang paling sering bersentuhan dengan permukaan tanah lama-kelamaan dapat menjadi lebih tipis dan licin. Keausan biasanya lebih mudah terlihat pada bagian tumit atau area depan telapak kaki. Jika pola tapaknya sudah banyak menghilang, daya cengkeram sepatu terhadap permukaan juga dapat berkurang. Hal ini semakin penting diperhatikan jika sepatu digunakan untuk berlari di permukaan yang basah, kasar, atau tidak rata.

  5. 5. Sepatu lari memiliki batas jarak penggunaan

    ilustrasi sepatu
    ilustrasi sepatu (pexels.com/Pixabay)

    Tidak ada satu angka yang berlaku untuk semua sepatu lari. Namun, secara umum, banyak sepatu lari mulai perlu dievaluasi setelah digunakan sekitar 480–800 kilometer. Sebagai gambaran, pelari yang menempuh sekitar 20 kilometer per minggu dapat mencapai jarak tersebut dalam waktu kurang lebih 6–10 bulan. Namun, angka ini hanya menjadi patokan karena masa pakai setiap sepatu dapat berbeda. Berat badan, gaya berlari, permukaan yang digunakan, intensitas latihan, hingga seberapa sering sepatu dipakai untuk aktivitas lain dapat memengaruhi keawetannya.

    Sepatu lari tidak harus menunggu sampai robek atau solnya terlepas untuk diganti. Penurunan performa bagian dalam sepatu bisa terjadi jauh sebelum kerusakan terlihat jelas. Karena itu, perhatikan jarak tempuh, kondisi sol, perubahan rasa saat berlari, dan munculnya rasa nyeri atau pegal yang tidak biasa. Dengan mengganti sepatu pada waktu yang tepat, kenyamanan saat berlari tetap terjaga dan kaki mendapatkan dukungan yang lebih baik.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles