Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kenapa Parfum Sebaiknya Tidak Disemprotkan ke Pakaian?
ilustrasi menyemprotkan parfum (magnific.com/8photo)
  • Parfum pada pakaian berisiko meninggalkan noda, memudarkan atau mengubah warna kain, terutama pada bahan sensitif seperti sutra dan wol.
  • Paparan alkohol serta minyak pewangi berulang dapat memengaruhi serat dan daya tahan pakaian, khususnya di area kerah, bahu, atau kain delicate.
  • Aroma parfum di kain dapat berubah karena tidak berinteraksi dengan suhu tubuh dan minyak kulit, sementara residunya bisa menumpuk serta bercampur dengan keringat dan bau lingkungan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Banyak orang memilih menyemprotkan parfum langsung ke pakaian alih-alih ke kulit. Alasannya, ini membuat aroma parfum lebih menempel dan tidak cepat hilang. Namun, kebiasaan ini ternyata tidak selalu aman untuk pakaian.

Parfum umumnya mengandung alkohol, minyak pewangi, dan berbagai bahan lain yang memang dirancang untuk digunakan pada kulit. Ketika disemprotkan langsung ke kain, kandungan tersebut berpotensi meninggalkan noda, mengubah warna pakaian, bahkan memengaruhi kondisi serat kain jika dilakukan berulang kali. Mari, kita bahas lebih dalam kenapa parfum sebaiknya tidak disemprotkan ke pakaian?

1. Bisa meninggalkan noda pada pakaian

ilustrasi parfum (pixabay.com/wilkernet)

Salah satu risiko paling mudah terlihat adalah munculnya noda. Parfum mengandung minyak pewangi yang dapat menempel dan meresap ke dalam serat kain. Pada pakaian berwarna terang, bekas semprotan bahkan bisa terlihat cukup jelas.

Risikonya semakin besar pada bahan yang sensitif, seperti sutra dan wol. Beberapa parfum juga memiliki warna tertentu, misalnya kekuningan, oranye, atau kemerahan, sehingga berpotensi membuat kain mengalami perubahan warna.

Selain itu, kandungan alkohol dalam parfum juga dapat berpengaruh terhadap pewarna kain. Jika pakaian sering terkena semprotan parfum di area yang sama, warnanya bisa terlihat lebih pudar dibandingkan bagian lain. Jadi, kebiasaan menyemprot parfum ke pakaian bisa membuat pakaian tidak awet.

2. Bisa merusak serat kain jika terlalu sering

ilustrasi parfum (unsplash.com/Rodrigo Tadeo)

Mungkin satu atau dua kali menyemprotkan parfum ke pakaian tidak langsung membuat kain rusak. Masalahnya bisa muncul jika kebiasaan tersebut dilakukan terus-menerus. Paparan bahan dalam parfum secara berulang dapat membuat beberapa jenis serat menjadi lebih rentan mengalami kerusakan. Bahan yang tergolong halus, seperti sutra, wol, cashmere, dan acetate membutuhkan perhatian lebih karena sifat seratnya yang sensitif.

Area kerah, bagian bahu, atau bagian pakaian yang sering disemprot parfum juga bisa menjadi titik yang paling sering terpapar. Dalam jangka panjang, kebiasaan ini berpotensi memengaruhi tampilan dan daya tahan pakaian. Jadi, kalau kamu punya pakaian mahal atau berbahan delicate, sebaiknya jangan menjadikan parfum sebagai pewangi pakaian sehari-hari.

3. Aroma parfum di pakaian bisa terasa berbeda

ilustrasi memakai parfum (magnific.com/pressahotkey)

Tahukah kamu bahwa aroma parfum tidak selalu tercium sama ketika diaplikasikan pada kulit dan kain? Parfum sebenarnya dibuat untuk berinteraksi dengan kulit. Suhu tubuh dan minyak alami kulit membantu aroma parfum berkembang secara bertahap, mulai dari top notes, middle notes, hingga base notes.

Ketika parfum disemprotkan ke kain, proses tersebut bisa berlangsung berbeda. Serat pakaian cenderung menyerap cairan parfum sehingga aromanya dapat bertahan lebih lama di satu area, tetapi tidak selalu berkembang seperti ketika digunakan pada kulit. Akibatnya, wangi yang tercium bisa terasa lebih tajam, datar, atau berbeda dari aroma parfum yang biasanya kamu kenal. Ini juga menjadi salah satu alasan mengapa parfum sebaiknya digunakan pada kulit, bukan hanya pada pakaian.

4. Residu parfum bisa menumpuk

ilustrasi menyemprotkan parfum (magnific.com/8photo)

Semakin sering pakaian disemprot parfum, semakin banyak pula residu yang berpotensi tertinggal di serat kain. Minyak pewangi yang menempel berulang kali dapat membuat area tertentu terasa berbeda atau meninggalkan aroma yang bercampur dengan produk lain. Hal ini bisa menjadi masalah terutama pada pakaian yang tidak bisa sering dicuci, seperti jas, blazer, coat, atau pakaian berbahan khusus. Residu yang tertinggal juga dapat bercampur dengan keringat dan bau lingkungan sehingga menghasilkan aroma yang justru kurang menyenangkan.

Karena itu, menyemprotkan parfum langsung ke pakaian bukanlah pilihan terbaik jika tujuanmu hanya ingin tetap wangi sepanjang hari. Cara yang paling aman adalah mengaplikasikan parfum langsung pada kulit. Kamu bisa menyemprotkannya pada beberapa pulse points, seperti pergelangan tangan, leher, atau belakang telinga.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article