Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
ilustrasi sepatu running (pexels.com/Jason Morrison)
  • Panas berlebih dapat merusak foam, karet, dan perekat pada sepatu running.

  • Paparan sinar UV terlalu lama bisa memudarkan warna dan membuat material lebih rapuh.

  • Keringkan sepatu di tempat teduh dengan sirkulasi udara baik dan bantuan kipas angin.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Setelah dipakai berlari saat hujan atau dicuci, menjemur sepatu lari (running) di bawah sinar Matahari mungkin terasa seperti cara paling praktis untuk membuatnya cepat kering. Apalagi, panas Matahari memang bisa membantu mengurangi kelembapan dalam waktu singkat. Namun, kebiasaan ini justru dapat membuat material sepatu lebih cepat rusak jika dilakukan terlalu lama atau sering.

Sepatu running terdiri atas berbagai material yang dirancang untuk memberikan kenyamanan, bantalan, dan daya tahan saat digunakan berlari. Paparan panas dan sinar ultraviolet (UV) secara langsung dapat memengaruhi beberapa bagian tersebut, termasuk foam, karet, kain, hingga lem perekat. Lantas, kenapa sepatu running sebaiknya tidak dijemur di bawah Matahari terik?

1. Panas bisa merusak foam pada sepatu

ilustrasi sepatu (pexels.com/Ray Piedra)

Salah satu bagian penting pada sepatu running adalah midsole yang berfungsi memberikan bantalan dan membantu meredam benturan saat kaki menyentuh permukaan. Bagian ini umumnya menggunakan material foam, seperti EVA, yang dirancang agar ringan dan mampu memberikan respons saat digunakan berlari. Paparan panas yang berlebihan dapat mempercepat kerusakan pada foam. Material tersebut bisa menjadi lebih keras, kehilangan elastisitas, mengalami kompresi, bahkan retak seiring waktu. Akibatnya, kemampuan sepatu dalam memberikan bantalan bisa menurun. Sepatu yang awalnya terasa empuk dan nyaman pun dapat terasa lebih keras ketika digunakan berlari.

2. Lem sepatu bisa melemah

ilustrasi sepatu running (pexels.com/https://kaboompics.com/)

Sepatu running tidak hanya mengandalkan jahitan untuk menyatukan berbagai komponennya. Lem atau bahan perekat juga digunakan untuk merekatkan outsole, midsole, dan bagian upper. Suhu tinggi dapat membuat perekat tersebut melunak atau mengalami degradasi. Jika sepatu terlalu sering terpapar panas, daya rekatnya bisa berkurang dan menyebabkan bagian sol mulai terlepas.

Kerusakan seperti ini mungkin tidak langsung terlihat setelah sekali menjemur sepatu. Namun, paparan panas yang berulang dapat membuat kualitas perekat perlahan menurun. Akibatnya, usia pakai sepatu bisa menjadi lebih pendek.

3. Sol karet dan EVA bisa berubah bentuk

ilustrasi sepatu (pexels.com/Pixabay)

Selain foam, panas berlebih juga dapat memengaruhi komponen sepatu yang berbahan karet dan EVA. Paparan suhu tinggi dalam waktu lama dapat membuat material tersebut berubah bentuk atau menjadi lebih keras. Pada kondisi tertentu, material juga bisa mengalami retakan kecil.

Perubahan ini tentu tidak ideal untuk sepatu running. Outsole, misalnya, berperan penting dalam memberikan grip atau cengkeraman terhadap permukaan. Jika kondisinya menurun, daya tahan dan traksi sepatu juga dapat ikut terpengaruh.

4. Sinar UV bisa membuat material cepat rusak

ilustrasi sepatu sedang dijemur (pexels.com/Gioele Gatto)

Masalah menjemur sepatu di bawah Matahari bukan hanya berasal dari panas. Sinar ultraviolet (UV) juga dapat memengaruhi material sepatu jika terpapar dalam waktu lama. Sinar UV dapat menyebabkan warna pada kain memudar dan secara perlahan memengaruhi serat material. Beberapa material sintetis juga dapat menjadi lebih kering dan rapuh setelah sering terpapar sinar Matahari secara langsung. Jadi, meski sepatu terlihat cepat kering, bukan berarti metode tersebut merupakan pilihan terbaik untuk menjaga kondisinya.

5. Sepatu bisa menjadi lebih cepat aus

ilustrasi sepatu (unsplash.com/Joseph Barrientos)

Kerusakan pada sepatu running biasanya tidak terjadi hanya pada satu bagian. Panas dan sinar UV yang berulang dapat memengaruhi foam, perekat, karet, dan material upper secara bersamaan. Padahal, performa sepatu bergantung pada kerja berbagai komponen tersebut. Ketika salah satunya mengalami penurunan kualitas, kenyamanan dan fungsi sepatu secara keseluruhan juga bisa ikut berkurang. Itulah sebabnya, beberapa produsen sepatu running menyarankan pengeringan secara alami, tetapi jauh dari sumber panas langsung.

6. Bagaimana cara mengeringkan sepatu running yang benar

ilustrasi sepatu (pexels.com/Erik Mclean)

Setelah terkena hujan atau dicuci, sepatu running sebaiknya dikeringkan secara perlahan. Pertama, lepaskan insole dan tali sepatu agar udara dapat masuk ke bagian dalam dengan lebih baik. Selanjutnya, bagian dalam sepatu bisa diisi dengan tisu, kertas, atau kain bersih untuk membantu menyerap kelembapan sekaligus mempertahankan bentuk sepatu. Jangan memasukkannya terlalu padat agar sirkulasi udara tetap berjalan.

Letakkan sepatu di tempat yang teduh dan memiliki sirkulasi udara baik. Jika ingin mempercepat proses pengeringan, kipas angin dapat digunakan untuk membantu mengalirkan udara tanpa memberikan panas berlebihan. Waktu yang dibutuhkan bisa berbeda-beda, tergantung tingkat kebasahan dan kondisi udara. Dalam kondisi tertentu, sepatu mungkin membutuhkan waktu sekitar 12–24 jam atau lebih hingga benar-benar kering.

Sepatu running bukan sekadar alas kaki biasa. Setiap bagiannya dirancang untuk mendukung gerakan kaki, memberikan bantalan, dan membantu menjaga kenyamanan selama berlari. Karena itu, cara merawatnya juga perlu diperhatikan, termasuk ketika sepatu sedang basah. Daripada menjemurnya langsung di bawah Matahari terik, lebih baik letakkan sepatu di tempat teduh dengan sirkulasi udara yang baik. Dengan begitu, sepatu tetap dapat kering tanpa harus mengorbankan material dan performanya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

EditorYudha ‎

Related Article