Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kenapa Warna Parfum Bisa Berubah? Jangan Langsung Dibuang

Kenapa Warna Parfum Bisa Berubah? Jangan Langsung Dibuang
ilustrasi parfum (unsplash.com/Ulysse Pointcheval)
  • Warna parfum bisa berubah karena bahan alami di dalamnya mengalami perubahan seiring waktu.

  • Oksidasi dapat mengubah warna dan aroma parfum akibat paparan udara yang berulang.

  • Cahaya dan suhu panas dapat mempercepat perubahan warna pada parfum.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Pernah membuka botol parfum yang sudah lama disimpan dan mendapati warnanya tidak lagi sama seperti saat pertama kali dibeli? Parfum yang awalnya bening atau kuning pucat bisa berubah menjadi lebih gelap. Biasanya, perubahan ini berupa amber, jingga, merah muda, hingga kecokelatan.

Perubahan tersebut memang bisa membuat khawatir, apalagi jika parfum yang dimiliki tergolong mahal. Namun, warna parfum yang berubah tidak selalu berarti parfum sudah kedaluwarsa atau tidak bisa digunakan lagi. Ada beberapa faktor yang dapat memengaruhi warna parfum, mulai dari kandungan bahan alami, paparan udara dan cahaya, hingga suhu penyimpanan.

  1. 1. Kandungan bahan alami bisa berubah warna

    ilustrasi parfum vanila
    ilustrasi parfum vanila (magnific.com/atlascompany)

    Parfum umumnya terdiri dari alkohol, fragrance oil, essential oil, ekstrak, serta bahan pewarna tertentu. Beberapa bahan alami di dalamnya memiliki karakter yang cukup sensitif sehingga warnanya dapat berubah seiring waktu. Vanilla menjadi salah satu contoh yang paling mudah ditemukan. Kandungan vanillin, yaitu senyawa yang memberikan karakter khas pada aroma vanilla, secara alami dapat berubah menjadi lebih gelap seiring bertambahnya usia. Karena itu, parfum dengan kandungan vanilla yang cukup dominan bisa berubah dari warna bening atau kekuningan menjadi keemasan, amber, bahkan kecokelatan.

    Bukan hanya vanilla, berbagai bahan alami seperti jasmine, citrus oil, resin, rempah-rempah, dan bahan dari kelompok kayu juga dapat memengaruhi warna parfum. Perbedaan warna bahan baku dari satu produksi ke produksi lainnya juga bisa membuat warna parfum tidak selalu terlihat persis sama. Meskipun begitu, perbedaan warna ini seharusnya tidak memengaruhi kualitas parfum.

  2. 2. Terjadi proses oksidasi

    ilustrasi parfum pria
    ilustrasi parfum pria (unsplash.com/Edoardo Cuoghi)

    Salah satu penyebab paling umum warna parfum berubah adalah oksidasi. Sederhananya, oksidasi terjadi ketika molekul dalam parfum bereaksi dengan oksigen. Setiap kali botol parfum dibuka atau disemprotkan, sedikit udara dari lingkungan dapat masuk ke dalam botol. Jika proses ini terjadi berulang kali selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun, beberapa komponen parfum yang sensitif dapat mengalami perubahan kimia.

    Hasilnya, warna parfum bisa berubah menjadi lebih kuning, jingga, atau cokelat. Aroma parfum pun mungkin ikut berubah. Misalnya, aroma citrus yang awalnya terasa segar dan cerah dapat kehilangan kesegarannya atau menjadi sedikit lebih datar setelah mengalami oksidasi. Beberapa formula parfum memang menggunakan antioksidan untuk memperlambat proses tersebut. Namun, oksidasi tetap merupakan bagian alami dari proses penuaan parfum dan tidak bisa dihentikan sepenuhnya.

  3. 3. Terlalu sering terkena cahaya

    ilustrasi parfum
    ilustrasi parfum (pexels.com/Isidor Bobinec)

    Tempat menyimpan parfum ternyata juga sangat berpengaruh terhadap perubahan warnanya. Paparan cahaya, terutama sinar ultraviolet (UV), dapat memecah atau mengubah molekul tertentu dalam parfum. Itulah mengapa parfum yang diletakkan di dekat jendela, meja yang terkena sinar matahari, atau tempat dengan pencahayaan kuat berpotensi mengalami perubahan warna lebih cepat.

    Botol parfum transparan cenderung memberikan perlindungan yang lebih sedikit terhadap cahaya dibandingkan botol berwarna gelap atau kemasan yang tidak tembus cahaya. Jadi, meskipun terlihat cantik saat dipajang di meja rias, sebaiknya parfum disimpan di tempat yang terlindung dari paparan cahaya langsung. Dengan begitu, perubahan warna dan aroma akibat paparan cahaya dapat diperlambat.

  4. 4. Suhu panas dapat mempercepat perubahan

    ilustrasi parfum
    ilustrasi parfum (pexels.com/Gift Habeshaw 🇪🇹)

    Selain cahaya, suhu panas juga bisa membuat parfum lebih cepat berubah. Temperatur yang tinggi dapat mempercepat berbagai reaksi kimia di dalam parfum, termasuk oksidasi. Karena itu, menyimpan parfum di dalam mobil, dekat kompor, atau tempat yang terkena panas bukanlah ide yang baik. Perubahan suhu yang terlalu sering, misalnya dari ruangan yang panas ke ruangan ber-AC, juga dapat memengaruhi kestabilan formula parfum. Kamar mandi pun sebenarnya bukan tempat ideal untuk menyimpan parfum. Selain cenderung lembap, suhu di dalam kamar mandi dapat berubah-ubah ketika air panas digunakan.

  5. 5. Bahan-bahan di dalam parfum bisa saling bereaksi

    ilustrasi parfum
    ilustrasi parfum (unsplash.com/Rodrigo Tadeo)

    Parfum merupakan campuran dari banyak bahan dengan karakter kimia yang berbeda. Seiring berjalannya waktu, beberapa bahan tersebut dapat berinteraksi satu sama lain dan menghasilkan senyawa baru. Reaksi tersebut dalam kondisi tertentu dapat membuat warna parfum menjadi lebih gelap. Bahkan, sejumlah bahan seperti aldehida dapat bereaksi dengan material aroma lainnya dan menghasilkan senyawa yang memiliki warna lebih pekat.

    Kontaminasi dalam jumlah sangat kecil, termasuk jejak logam dari proses produksi atau wadah yang mengalami kerusakan, juga berpotensi memengaruhi kestabilan warna parfum. Jadi, perubahan warna parfum tidak selalu disebabkan oleh satu faktor saja. Usia parfum, komposisi bahan, oksigen, cahaya, panas, dan kondisi penyimpanan dapat saling berpengaruh.

    Jadi, tidak perlu langsung panik ketika melihat warna parfum kesayangan berubah. Selama aroma dan kondisinya masih baik, perubahan warna bisa saja merupakan bagian alami dari proses penuaan dan reaksi kimia yang terjadi di dalam parfum.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team
Yudha ‎
EditorYudha ‎

Related Articles