Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Kesalahan Memakai Deodoran yang Bikin Bau Badan Makin Menyengat
ilustrasi seorang pria mengaplikasikan deodoran roll-on pada ketiak (magnific.com/Magnific)
  • Deodoran sebaiknya diaplikasikan pada ketiak yang benar-benar kering agar bahan aktif terserap optimal dan tidak mudah luntur bersama keringat.
  • Saat perlu memakai ulang, bersihkan lalu keringkan ketiak terlebih dahulu; menumpuk deodoran di atas keringat dapat mengunci bakteri dan memperparah aroma.
  • Pahami fungsi produk: deodoran mengatasi bau, sedangkan antiprespiran mengurangi keringat; pemakaian malam hari dan menunggu produk kering membantu perlindungan lebih efektif.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Sudah rajin pakai deodoran, tetapi aroma ketiak tak sedap tetap saja muncul di siang hari? Masalah bau badan menyengat seperti ini sering kali bikin percaya diri anjlok, padahal kamu merasa sudah menjaga kebersihan tubuh.

Faktanya, salah satu kunci penting dalam tips menghilangkan bau badan adalah cara pemakaian produk yang tepat. Beberapa kesalahan memakai deodoran justru membuat bakteri penyebab aroma asam berkembang biak makin cepat. Yuk, cari tahu kekeliruan apa saja yang perlu kamu hindari!

1. Mengoleskan produk saat kulit ketiak masih basah

ilustrasi pria mengeringkan tubuh dengan handuk bersih setelah mandi (magnific.com/Magnific)

Membiasakan diri langsung mengoleskan deodoran sesaat setelah mematikan pancuran mandi adalah kekeliruan yang paling umum dilakukan. Sisa butiran air di permukaan kulit ketiak akan menghalangi bahan aktif produk menyerap sempurna ke dalam pori-pori.

Akibatnya, lapisan deodoran hanya menempel di permukaan basah dan mudah luntur terbawa keringat pertama yang keluar, sehingga perlindungan terhadap bakteri penyebab bau hilang seketika. Pastikan kamu mengeringkan area lipatan ketiak dengan handuk bersih hingga benar-benar kering sebelum mulai mengaplikasikannya.

2. Menimpa lapisan deodoran baru di atas keringat lama

ilustrasi membersihkan sisa keringat sebelum mengaplikasikan ulang produk deodoran (magnific.com/Magnific)

Ketika aroma ketiak mulai terasa kurang segar di siang hari, refleks tercepat biasanya langsung menyemprotkan atau mengoleskan deodoran ulang tanpa membersihkannya terlebih dahulu. Kebiasaan menumpuk produk ini justru menjadi bumerang karena keringat yang mengering di kulit sudah bercampur dengan koloni bakteri aktif.

Menimpanya dengan lapisan baru hanya akan mengunci kotoran tersebut dan menciptakan aroma asam yang jauh lebih menusuk. Jika memang butuh mengaplikasikan ulang, bersihkan ketiak terlebih dahulu menggunakan tisu basah antibakteri atau basuh dengan air bersih, lalu keringkan secara menyeluruh.

3. Salah membedakan fungsi deodoran dan antiprespiran

ilustrasi deretan produk perawatan tubuh dan deodoran untuk pria (magnific.com/Magnific)

Masih banyak pria yang menganggap semua botol oles untuk ketiak memiliki fungsi yang sama persis. Padahal, deodoran hanya dirancang untuk menyamarkan bau tidak sedap dan membasmi bakteri, tanpa memiliki kemampuan untuk menghentikan keluarnya keringat.

Jika kamu tipe pria yang memproduksi keringat berlebih atau sering beraktivitas fisik berat di luar ruangan, hanya mengandalkan deodoran biasa tentu tidak akan cukup menahan basah. Gunakan produk yang mengandung formula antiprespiran dengan garam aluminium agar saluran kelenjar keringat bisa tertutup sementara, sehingga area ketiak tetap kering sekaligus bebas bau.

4. Mengabaikan pemakaian produk pada malam hari sebelum tidur

ilustrasi rutinitas perawatan tubuh pria sebelum beristirahat di malam hari (magnific.com/Magnific)

Sebagian besar orang hanya mengaplikasikan produk ketiak pada pagi hari sesaat sebelum keluar rumah. Padahal, kelenjar keringat sedang berada dalam fase paling pasif dan produksi cairan tubuh menurun drastis saat kita tidur di malam hari.

Mengoleskan produk penahan keringat sebelum terlelap memberikan waktu yang cukup bagi formula aktif untuk meresap jauh ke dasar saluran kelenjar tanpa terbilas oleh keringat aktif. Lapisan pelindung yang sudah terbentuk matang semalaman ini justru akan bertahan jauh lebih kuat menghadapi padatnya aktivitasmu seharian penuh keesokan harinya.

5. Langsung memakai pakaian sebelum cairan produk benar-benar mengering

ilustrasi mengenakan kemeja bersih setelah produk deodoran kering merata (magnific.com/Magnific)

Terburu-buru mengenakan kemeja atau kaus favorit sesaat setelah mengoleskan deodoran sering kali membuat sebagian besar cairannya justru terserap ke serat kain pakaian, bukan menetap di kulit ketiak. Selain membuat efektivitas perlindungan bau badan menurun drastis, gesekan formula basah dengan kain juga kerap meninggalkan noda kuning atau residu putih membandel di bagian bawah lengan baju.

Luangkan waktu sejenak sekitar satu hingga dua menit agar cairan produk meresap dan mengering total di kulit sebelum kamu mulai berpakaian rapi.

Menghilangkan aroma tubuh yang mengganggu sebenarnya tidak selalu menuntut produk mahal, melainkan ketepatan dalam memahami cara kerja produk perawatan harianmu. Mulai sekarang, ubah kebiasaan kecil yang keliru ini agar ketiak tetap kering, segar, dan bebas bau sepanjang hari. Tetap percaya diri di setiap aktivitas, ya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article