ilustrasi potong rambut (pexels.com/Luis Quintero)
Mencukur sebenarnya hanya merupakan metode untuk memotong rambut, bukan cara untuk membuat rambut tumbuh lebih sehat. Teknik mencukur yang terlalu dekat dengan kulit justru dapat menyebabkan masalah seperti iritasi atau rambut tumbuh ke dalam pada sebagian orang. Risiko tersebut dapat lebih diperhatikan pada pria yang memiliki rambut keriting atau tumbuh melengkung.
Untuk mengurangi risiko iritasi, American Academy of Dermatology menyarankan membasahi kulit dan rambut terlebih dahulu, menggunakan krim cukur yang melembapkan, serta mencukur mengikuti arah pertumbuhan rambut. Menghindari tarikan berlebihan pada kulit juga dapat membantu mengurangi risiko razor bumps dan rambut tumbuh ke dalam.
Jadi, anggapan bahwa mencukur membuat rambut pria tumbuh lebih tebal hanyalah mitos. Rambut yang baru tumbuh memang bisa terlihat lebih gelap, kasar, atau seolah-olah lebih tebal karena ujungnya terpotong rata. Namun, proses mencukur tidak mengubah ketebalan, warna, maupun kecepatan pertumbuhan rambut itu sendiri.
Kalau tujuan mencukur adalah mendapatkan tampilan yang lebih rapi, teknik mencukur justru lebih penting untuk diperhatikan. Gunakan alat yang sesuai, hindari mencukur terlalu agresif, dan perhatikan arah pertumbuhan rambut untuk mengurangi risiko iritasi. Dengan begitu, aktivitas mencukur bisa tetap nyaman tanpa perlu khawatir rambut akan menjadi lebih tebal hanya karena sering dipotong.