- Cuci ketiak secara rutin dan pastikan area tersebut benar-benar kering setelah mandi. Kelembapan yang tertinggal dapat membuat lingkungan kulit lebih mendukung pertumbuhan mikroorganisme.
- Jika masalah utamanya adalah keringat berlebih, gunakan antiperspiran. Produk ini bekerja dengan membantu mengurangi keluarnya keringat. Sementara itu, deodoran lebih ditujukan untuk mengurangi atau menutupi bau yang muncul.
- Segera ganti pakaian yang sudah basah oleh keringat. Pilih pakaian yang cukup menyerap dan memungkinkan sirkulasi udara, terutama ketika berolahraga atau berada di tempat yang panas.
- Jangan lupa mencuci pakaian olahraga dengan baik. Bau kadang bukan hanya berasal dari kulit, tetapi juga dari bakteri dan senyawa berbau yang masih tertinggal di serat pakaian.
Apakah Mencukur Bulu Ketiak Bisa Mengurangi Bau Badan?

Mencukur bulu ketiak dapat membantu mengurangi bau badan untuk sementara.
Bulu ketiak dapat menahan kelembapan, keringat, bakteri, dan sisa produk di permukaan kulit.
Mencukur terlalu sering dapat menyebabkan iritasi, luka kecil, atau rambut tumbuh ke dalam.
Bulu ketiak sering dianggap sebagai salah satu penyebab bau badan. Tak heran, sebagian orang memilih mencukurnya secara rutin dengan harapan ketiak menjadi lebih bersih dan tidak mudah bau. Namun, benarkah menghilangkan bulu ketiak bisa membuat bau badan berkurang?
Jawabannya, mencukur bulu ketiak mungkin membantu mengurangi bau badan untuk sementara, tetapi tidak menghentikan produksi keringat atau menghilangkan penyebab bau secara permanen. Efek tersebut lebih berkaitan dengan kebersihan area ketiak yang menjadi lebih mudah dilakukan setelah bulu dicukur. Simak penjelasan berikut ini!
1. Apa penyebab bau ketiak?

ilustrasi bau badan (magnific.com/benzoix) Keringat sebenarnya tidak selalu menjadi penyebab langsung bau badan. Pada dasarnya, keringat yang baru keluar dari tubuh tidak berbau. Bau muncul ketika bakteri yang hidup secara alami di permukaan kulit memecah zat tertentu dalam keringat. Salah satu sumbernya ialah sekresi dari kelenjar apokrin yang banyak terdapat di area ketiak. Proses tersebut menghasilkan berbagai senyawa yang kemudian menimbulkan aroma khas, seperti bau asam, musky, atau menyerupai bawang. Lalu, apa hubungannya dengan bulu ketiak?
Bulu ketiak tidak secara langsung menghasilkan bau badan. Namun, rambut dapat menahan kelembapan, sel kulit mati, sisa deodoran, keringat, dan berbagai senyawa yang dihasilkan bakteri di dekat permukaan kulit. Kondisi ini bisa membuat bau bertahan lebih lama, terutama setelah berolahraga atau ketika cuaca sedang panas dan lembap.
2. Jadi, apakah mencukur bulu ketiak bisa mengurangi bau?

ilustrasi pisau cukur (unsplash.com/Brett Jordan) Mencukur bulu ketiak memang bisa mengurangi bau, tetapi efeknya cenderung sementara. Ketika bulu ketiak dicukur, permukaan kulit menjadi lebih mudah dibersihkan. Sabun dan air juga dapat menjangkau kulit secara lebih langsung sehingga keringat, bakteri, sel kulit mati, dan sisa produk perawatan lebih mudah dibilas.
Ketiak yang tidak ditumbuhi banyak rambut juga dapat membuat penggunaan deodoran atau antiperspiran lebih mudah karena produk dapat langsung menempel pada kulit. Namun, mencukur bulu ketiak tidak membuat tubuh berhenti berkeringat. Bulu berada di permukaan kulit, sedangkan kelenjar keringat berada di bawahnya. Karena itu, menghilangkan bulu tidak akan menghentikan aktivitas kelenjar tersebut. Artinya, seseorang tetap bisa berkeringat dan mengalami bau badan meski bulu ketiak sudah dicukur.
3. Apa kata penelitian tentang mencukur bulu ketiak?

ilustrasi pisau cukur (pexels.com/Castorly Stock) Mencukur bulu ketiak dapat membantu mengendalikan bau dalam jangka pendek meski efeknya tidak selalu besar atau bertahan lama. Salah satu penelitian klinis yang diterbitkan dalam Journal of Cosmetic Dermatology pada 2016 membandingkan beberapa metode penghilangan bulu ketiak pada pria yang tetap mencuci ketiak menggunakan sabun. Hasilnya, pada hari pertama, mencukur bulu, kemudian mencuci ketiak, dapat menurunkan bau yang dirasakan sekitar 57 persen dibandingkan hanya mencuci tanpa menghilangkan bulu.
Waxing memberikan penurunan bau yang lebih besar pada awal pengamatan. Sementara, memotong bulu menggunakan gunting memberikan efek yang lebih kecil. Ada dugaan bahwa penghilangan bulu dapat membantu proses pembersihan ketiak sehingga sabun lebih efektif mengangkat berbagai zat yang berkontribusi terhadap bau.
4. Mencukur bulu ketiak juga punya kekurangan

ilustrasi pisau cukur (pexels.com/Pavel Danilyuk) Meski dapat membantu kebersihan, mencukur bulu ketiak bukan berarti selalu lebih baik untuk semua orang. Penggunaan pisau cukur dapat menyebabkan luka kecil, iritasi, razor burn, rambut tumbuh ke dalam, hingga peradangan pada folikel rambut. Masalah ini lebih mudah terjadi jika mencukur terlalu sering, menggunakan pisau yang tumpul, atau menekan pisau terlalu kuat pada kulit. Kulit ketiak juga bisa terasa perih ketika langsung terkena deodoran atau produk berpewangi setelah dicukur. Karena itu, sebaiknya hindari mengoleskan produk yang berpotensi mengiritasi sesaat setelah mencukur.
Jika ingin mencukur, gunakan pisau cukur yang bersih dan tajam. Basahi kulit dengan air hangat, gunakan gel atau krim cukur, lalu gerakkan pisau mengikuti arah pertumbuhan rambut. Setelah selesai, bilas dan keringkan dengan lembut. Apabila muncul kemerahan, nyeri, bengkak, nanah, atau ruam yang tidak kunjung membaik, sebaiknya hentikan sementara aktivitas mencukur dan periksakan kondisi tersebut.
5. Bagaimana cara mengurangi bau ketiak?

ilustrasi mencium bau tidak sedap (freepik.com/karlyukav) Terlepas dari apakah bulu ketiak dicukur atau tidak, beberapa cara yang lebih penting untuk membantu mengendalikan bau badan:
Pada akhirnya, mencukur atau membiarkan bulu ketiak tetap tumbuh merupakan pilihan pribadi. Selama area ketiak dijaga kebersihannya dan tidak mengalami masalah kulit, keduanya sama-sama bisa dilakukan. Jadi, apa pilihanmu?


