Pomelo “9 to Verse”, Fashion Fleksibel bagi Perempuan Modern

- Pomelo menghadirkan '9 to Verse', fashion show yang menampilkan delapan karakter perempuan untuk menunjukkan fleksibilitas outfit dalam mendukung berbagai peran dan aktivitas harian perempuan modern.
- Melalui Verse Collection, Pomelo memperkenalkan konsep modern workwear yang versatile dan stylish, memungkinkan transisi mulus dari tampilan profesional siang hari ke gaya santai malam hari.
- Kampanye 'Share The Style' mengajak masyarakat berdonasi pakaian bekas untuk didaur ulang atau disalurkan kembali, mencerminkan komitmen Pomelo terhadap fashion berkelanjutan dan kepedulian lingkungan.
Bagi banyak perempuan modern, satu hari bisa diisi dengan berbagai peran yang berbeda. Pagi dimulai dengan rapat atau pekerjaan kantor, siang berpindah ke agenda personal, lalu malam diisi dengan kegiatan sosial, bertemu teman, atau menghadiri acara tertentu.
Rutinitas yang dinamis ini membuat kebutuhan fashion ikut berubah. Bukan lagi sekadar soal mengikuti tren, tetapi bagaimana sebuah outfit mampu beradaptasi dengan berbagai aktivitas tanpa harus mengorbankan kenyamanan maupun gaya personal.
1. Fashion kini harus mampu mengikuti ritme kehidupan perempuan modern

Gaya hidup yang semakin cepat membuat banyak perempuan mencari pakaian yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga praktis digunakan dalam berbagai situasi. Outfit yang bisa dikenakan dari pagi hingga malam tanpa perlu berganti total menjadi semakin diminati.
Hal inilah yang diangkat Pomelo melalui "9 to Verse", sebuah fashion show yang menghadirkan delapan karakter perempuan dengan profesi dan kepribadian berbeda. Melalui konsep tersebut, Pomelo ingin menunjukkan bagaimana fashion dapat mengalir mengikuti berbagai momen dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari aktivitas profesional hingga kegiatan sosial setelah jam kerja.
Head of Pomelo Indonesia, Michelle Mangindaan, mengatakan bahwa "9 to Verse" bukan sekadar fashion show, tetapi cara untuk menunjukkan bagaimana fashion hadir dalam kehidupan nyata perempuan Indonesia yang menjalani banyak peran setiap harinya. Melalui pendekatan yang lebih personal dan dekat dengan keseharian, fashion tidak lagi diposisikan sebagai sesuatu yang hanya terlihat bagus di atas panggung, tetapi benar-benar relevan untuk digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
2. Workwear modern kini tidak harus terlihat kaku

Perubahan gaya hidup juga memengaruhi cara perempuan memandang busana kerja. Jika dulu workwear identik dengan tampilan formal dan cenderung kaku, kini banyak perempuan menginginkan outfit yang tetap profesional tetapi memiliki fleksibilitas untuk digunakan di berbagai kesempatan.
Karena itu, konsep versatile fashion menjadi semakin populer. Satu outfit diharapkan mampu beradaptasi dari suasana kantor hingga acara makan malam, tanpa perlu banyak perubahan pada keseluruhan penampilan.
Melalui peluncuran terbaru Verse Collection, Pomelo menghadirkan koleksi premium yang mengusung modern workwear dengan siluet sophisticated, versatile, dan effortlessly stylish. Koleksi ini dirancang agar dapat bertransisi dengan mudah dari tampilan profesional di siang hari menjadi gaya yang lebih santai dan elegan pada malam hari.
Pendekatan tersebut menunjukkan bagaimana fashion modern semakin fokus pada kebutuhan nyata konsumen, yakni memberikan kenyamanan sekaligus mendukung mobilitas yang tinggi.
3. Fashion berkelanjutan mulai menjadi bagian dari gaya hidup

Selain desain dan fungsi, kesadaran terhadap dampak lingkungan juga mulai memengaruhi cara masyarakat memilih dan mengonsumsi fashion. Banyak konsumen kini tidak hanya mempertimbangkan apa yang mereka kenakan, tetapi juga dampak yang ditinggalkan setelah pakaian tersebut tidak digunakan lagi.
Karena itu, konsep sustainability menjadi salah satu topik yang semakin banyak dibicarakan dalam industri fashion. Berbagai brand mulai menghadirkan program yang mendorong konsumen untuk memperpanjang siklus hidup pakaian dan mengurangi limbah tekstil.
Melalui kampanye "Share The Style", Pomelo mengajak masyarakat untuk mendonasikan pakaian yang sudah tidak terpakai melalui program recycle dan reuse. Dalam satu bulan pelaksanaannya, kampanye ini berhasil mengumpulkan lebih dari 231 kilogram pakaian bekas dari 109 partisipan, melampaui target yang telah ditetapkan.
Sebagian pakaian yang terkumpul diolah kembali menjadi merchandise eksklusif, sementara pakaian yang masih layak pakai disalurkan kepada yayasan yang membutuhkan. Inisiatif seperti ini menunjukkan bahwa gaya hidup fashionable dan kepedulian terhadap lingkungan dapat berjalan beriringan.
Fashion modern bukan lagi hanya soal tampil menarik di depan orang lain. Ia juga menjadi alat yang membantu perempuan menjalani berbagai peran dengan lebih percaya diri, nyaman, dan sesuai dengan nilai yang mereka yakini.
Kalau kamu sedang mencari inspirasi outfit yang bisa mengikuti ritme aktivitas sehari-hari sekaligus mendukung gaya hidup yang lebih sadar lingkungan, mungkin ini saat yang tepat untuk mulai mengeksplorasi fashion yang tidak hanya stylish, tetapi juga relevan dengan kebutuhan masa kini.


















