Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Novel Asia tentang Perempuan Bantu Perempuan, Lawan Narasi Misoginis

5 Novel Asia tentang Perempuan Bantu Perempuan, Lawan Narasi Misoginis
Sisters in Yellow dan The Young Will Remember (dok. Penguin Random House/Sisters in Yellow | dok. Penguin Random House/The Young Will Remember)
Intinya Sih
  • Lima novel Asia menyoroti solidaritas perempuan yang saling mendukung, menantang stereotip bahwa hubungan antarperempuan dangkal atau penuh persaingan.
  • Setiap kisah menghadirkan tokoh perempuan dengan latar berbeda—dari Tokyo hingga Afghanistan—yang berjuang melawan trauma, patriarki, dan tekanan sosial melalui empati serta kebersamaan.
  • Artikel ini mengajak pembaca menjadikan kisah-kisah tersebut sebagai inspirasi untuk memperkuat sesama perempuan dan melawan narasi misoginis di kehidupan nyata.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Masih percaya kalau pertemanan perempuan itu dangkal dan penuh ketidaktulusan? Ini tandanya kamu masih memegang kuat perspektif misogini. Sebagai angin segar, coba baca lima novel Asia tentang perempuan yang membantu sesamanya berikut ini.

Datang dari berbagai negara Asia, rasanya ada banyak kemiripan yang bisa kita jadikan bahan refleksi. Penasaran judul-judul apa saja yang dimaksud? Berikut daftar dan sinopsisnya, sudah dikurasi khusus untukmu. Tinggal masukkan wishlist, nih.

1. Sisters in Yellow (Mieko Kawakami)

Sisters in Yellow karya Mieko Kawakami
Sisters in Yellow karya Mieko Kawakami (dok. Penguin Random House/Sisters in Yellow)

Sisters in Yellow adalah kisah 4 perempuan di Tokyo yang tak sengaja dipertemukan karena beberapa insiden dalam hidup mereka. Bermula dari remaja bernama Hana yang menjadi korban penelantaran ibunya dan pertemuannya dengan Kimiko, perempuan yang menjelma menjadi figur ibu buatnya.

Saat Hana berusia 18 tahun, Kimiko menawarkan kestabilan yang gak pernah ia miliki. Ia mengajaknya mengelola sebuah bar bersama 2 perempuan lain bernama Ran dan Momoko, serta 1 pria keturunan Korea bernama Yeongsu. Kelimanya membentuk semacam keluarga, tetapi masa lalu dan trauma mereka menciptakan kepelikan yang terasa realistis.

2. Hollow Inside (Asako Otani)

Hollow Inside karya Asako Otani
Hollow Inside karya Asako Otani (dok. Pushkin Press/Hollow Inside)

Hollow Inside membahas kemungkinan perempuan menjalani kohabitasi dengan perempuan lain tanpa ada ikatan darah atau romansa. Mereka adalah Hirai, perempuan 40-an yang baru bercerai dari suaminya. Untuk menghemat uang sewa, ia sepakat untuk tinggal bersama rekan kerjanya, Suganuma.

Keputusan Hirai sempat dicemooh dan memicu gosip, sampai ia tergerak untuk membuka hatinya dan memasang aplikasi kencan di ponselnya. Tujuannya, sih, agar dapat jodoh baru yang lebih baik dari mantannya. Namun, apakah benar bakal semudah itu?

3. Lady Tan's Circle of Women (Lisa See)

Lady Tan's Circle of Women karya Lisa See
Lady Tan's Circle of Women karya Lisa See (dok. Simon & Schuster/Lady Tan's Circle of Women)

Novel ini tentang Tan Yunxian, seorang perempuan kelas atas yang diwarisi pengetahuan kedokteran dari neneknya. Ia berkawan baik dengan seorang bidan bernama Meilling dan keduanya sering melakukan pekerjaan sukarela mendatangi perempuan-perempuan yang membutuhkan.

Namun, semua sirna ketika Tan dinikahkan dan “dipaksa” menjalani kehidupan ala permaisuri di rumah suaminya yang kaya raya. Haruskah Tan menyerah dan membiarkan talentanya terkubur begitu saja?

4. The Young Will Remember (Eve J. Chung)

The Young Will Remember karya Eve J. Chung
The Young Will Remember karya Eve J. Chung (dok. Penguin Random House/The Young Will Remember)

Seorang jurnalis berkebangsaan Amerika Serikat berdarah China, Ellie, menemukan pesawat yang akan membawanya meliput Perang Korea 1950-an ditembak jatuh. Ia selamat, tetapi terancam dieksekusi mati oleh Korea Utara.

Saat Eliie pasrah pada nasib, seorang perempuan lokal menyelamatkannya. Ia mengeklaim Ellie sebagai putrinya yang hilang selama perang. Di sinilah hidup Ellie tak tertebak lagi. Ia punya keluarga baru, tetapi juga ditampar oleh fakta yang tak pernah diduga.

5. A Thousand Splendid Suns (Khaled Hosseini)

A Thousand Splendid Suns karya Khaled Hosseini
A Thousand Splendid Suns karya Khaled Hosseini (dok. Bloomsbury/A Thousand Splendid Suns)

Ditulis dari dua POV berbeda, A Thousand Splendid Suns bisa jadi novel tentang perempuan yang membantu perempuan terbaik yang pernah kamu baca. Cerita bermula dari Mariam, perempuan yang lahir di luar nikah dan tersisih dari keluarganya sendiri. Untuk kabur dari keluarga toksiknya, Mariam menerima lamaran seorang pria yang ternyata tidak juga memberinya kebahagiaan.

Cerita kemudian beralih ke Laila, remaja yang besar di tengah perang sipil di Afghanistan dan kehilangan keluarganya seketika akibat sebuah bom. Sebatang kara, Laila pun terpaksa menerima lamaran pria bernama Rasheed yang tak lain adalah suami Mariam. Bersama istri baru Rasheed, Mariam membentuk koneksi mirip ibu dan anak, sesuatu yang selama ini tak pernah ada dalam hidupnya.

Sebagai sesama kaum tertindas dan termarginalisasi, aksi perempuan membantu perempuan wajib ditiru. Jangan biarkan rantai misogini memecah belah perempuan. Kelima novel Asia tadi bisa menjadi inspirasinya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Topics
Editorial Team
Naufal Al Rahman
EditorNaufal Al Rahman

Related Articles

See More