Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Perbedaan Chinos dan Khaki, Sering Dianggap Sama Padahal Berbeda

4 min read
5 Perbedaan Chinos dan Khaki, Sering Dianggap Sama Padahal Berbeda
ilustrasi celana khaki (pexels.com/freestocks.org)
  • Khaki awalnya merujuk pada warna cokelat muda atau krem dan berkembang sebagai celana kokoh, sedangkan chinos adalah kategori celana katun ringan dengan pilihan warna lebih luas.

  • Chinos umumnya berbahan twill lebih ringan, halus, serta berjahitan tersembunyi untuk tampilan minimalis; khaki memakai kain lebih berat dengan jahitan dan struktur kantong lebih tegas.

  • Chinos fleksibel untuk gaya kasual hingga smart casual, sementara khaki memberi kesan santai, klasik, dan kokoh, meski penggunaan kedua istilah dalam mode modern semakin longgar.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Celana chinos dan khaki kerap dianggap sebagai jenis celana yang sama karena keduanya memiliki tampilan kasual, potongan rapi, serta identik dengan warna-warna netral. Bahkan, penyebutan keduanya sering dipertukarkan dalam percakapan sehari-hari maupun ketika mencari celana untuk melengkapi gaya berpakaian. Padahal, jika diperhatikan lebih jauh, chinos dan khaki mempunyai sejumlah karakteristik yang membuat keduanya berbeda.

Perbedaan tersebut dapat terlihat dari bahan, konstruksi, ketebalan, sampai kesan yang diberikan ketika dikenakan. Memahami karakter keduanya tentu berguna agar celana yang dipilih benar-benar sesuai dengan kebutuhan, terlebih jika ingin memadukannya untuk gaya kasual maupun smart casual. Daripada terus menganggap keduanya sama, yuk kenali perbedaan chinos dan khaki berikut ini.

  1. 1. Asal istilah dan perkembangannya berbeda

    ilustrasi pria membeli celana chino
    ilustrasi pria membeli celana chino (pexels.com/Photo By: Kaboompics.com)

    Istilah khaki pada awalnya lebih berkaitan dengan warna daripada model celana tertentu. Kata tersebut berasal dari bahasa Urdu dan Persia yang merujuk pada warna menyerupai debu, kemudian populer melalui penggunaan seragam militer Inggris di India. Seiring perkembangannya, istilah khaki juga digunakan untuk menyebut celana berbahan cukup kokoh dengan warna cokelat muda atau krem yang khas.

    Sementara itu, istilah chinos memiliki sejarah yang berkaitan dengan celana berbahan katun ringan yang digunakan dalam lingkungan militer sebelum berkembang menjadi pakaian kasual. Kini, chinos lebih umum dipahami sebagai kategori celana berdasarkan konstruksi, bahan, dan karakter potongannya, bukan berdasarkan satu warna tertentu. Itu sebabnya chinos tersedia dalam berbagai warna, seperti hitam, biru tua, hijau zaitun, hingga krem.

  2. 2. Bahan chinos cenderung lebih ringan

    ilustrasi celana khaki
    ilustrasi celana khaki (pexels.com/Kampus Production)

    Salah satu perbedaan yang cukup mudah dirasakan terdapat pada karakter kain yang digunakan. Chinos umumnya menggunakan kain katun twill yang relatif ringan, halus, dan nyaman mengikuti pergerakan tubuh. Karakter tersebut membuat celana ini terasa praktis untuk aktivitas sehari-hari, terutama ketika membutuhkan penampilan rapi tanpa kesan terlalu formal.

    Sebaliknya, celana yang disebut khaki secara tradisional cenderung menggunakan kain katun twill yang lebih berat dan kokoh. Tekstur kainnya dapat terasa lebih tegas sehingga memberikan struktur yang kuat saat dikenakan. Perbedaan bobot kain tersebut turut memengaruhi kenyamanan dan kesan visual yang ditampilkan oleh masing-masing celana.

  3. 3. Detail jahitannya memberikan karakter berbeda

    ilustrasi pria dengan sabuk dan celana chino
    ilustrasi pria dengan sabuk dan celana chino (pexels.com/cottonbro studio)

    Konstruksi chinos umumnya dibuat lebih bersih dengan detail jahitan yang relatif tersembunyi. Pendekatan tersebut menghasilkan permukaan celana yang terlihat minimalis sehingga mudah dipadukan dengan berbagai atasan. Siluet yang sederhana juga menjadi alasan chinos dapat beradaptasi dari gaya santai menuju penampilan yang sedikit lebih rapi.

    Pada khaki, detail konstruksi dan jahitan biasanya dapat terlihat lebih tegas karena karakter celananya cenderung mengutamakan ketahanan. Beberapa model memiliki jahitan yang lebih kentara serta struktur kantong yang memberikan kesan utilitarian. Karakter tersebut membuat khaki terasa lebih kokoh dan santai dibanding chinos yang memiliki tampilan lebih bersih.

  4. 4. Pilihan warna chinos jauh lebih beragam

    ilustrasi pria dengan sweater dan celana chino
    ilustrasi pria dengan sweater dan celana chino (pexels.com/Prayoon Sajeev)

    Nama khaki sangat melekat dengan kelompok warna cokelat muda, krem, atau nuansa tanah yang terlihat natural. Hubungan erat antara istilah dan warna tersebut membuat celana khaki mudah diasosiasikan dengan penampilan klasik yang netral. Warna semacam ini juga mudah dipadukan dengan kemeja putih, kaus berwarna gelap, maupun berbagai pakaian bernuansa bumi.

    Berbeda dengan khaki, chinos gak terikat pada satu kelompok warna tertentu sehingga pilihannya jauh lebih luas. Selain krem yang klasik, celana ini mudah ditemukan dalam warna hitam, abu-abu, biru tua, merah marun, sampai hijau zaitun. Fleksibilitas tersebut membuat chinos menarik bagi orang yang ingin mengeksplorasi warna tanpa kehilangan kesan rapi pada penampilan.

  5. 5. Kesan pemakaiannya gak sepenuhnya sama

    ilustrasi pria dengan celana chino dan kemeja oxford
    ilustrasi pria dengan celana chino dan kemeja oxford (pexels.com/Samson Katt)

    Chinos memiliki karakter yang berada di antara celana kasual dan celana formal sehingga penggunaannya relatif fleksibel. Celana ini dapat dipadukan dengan kaus dan sepatu kets untuk suasana santai, tetapi tetap serasi bersama kemeja serta loafers ketika ingin tampil lebih rapi. Potongannya yang cenderung bersih membuat chinos menjadi pilihan praktis untuk berbagai kesempatan tanpa terlihat terlalu serius.

    Sementara itu, khaki biasanya memberikan kesan lebih santai, kokoh, dan klasik karena karakter kain serta sejarah penggunaannya. Celana ini cocok dipadukan dengan kaus polo, kemeja kasual, atau sepatu bot untuk memperoleh tampilan yang lebih berkarakter. Meski demikian, batas antara chinos dan khaki dalam industri mode modern semakin kabur karena banyak merek menggunakan kedua istilah tersebut secara longgar.

    Sekilas memang sulit membedakan chinos dan khaki, terlebih keduanya sama-sama sering hadir dalam warna netral dan potongan yang mirip. Namun, asal istilah, karakter bahan, konstruksi, variasi warna, serta kesan pemakaiannya menunjukkan bahwa keduanya gak sepenuhnya identik. Memahami perbedaan tersebut dapat membantu menentukan celana yang paling sesuai dengan gaya, aktivitas, dan tingkat kenyamanan yang dibutuhkan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Dari Kebun Nilam ke Pasar Dunia