Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Cara Memilih Sepatu Jalan untuk Kaki Lebar, Cek Guys!
Ilustrasi sepatu berbahan mesh (pexels.com/Erik Mclean)
  • Pemilik kaki lebar disarankan memilih sepatu dengan desain wide-fit atau toe box luas agar jari bisa bergerak bebas dan terhindar dari tekanan berlebih.
  • Selain ukuran panjang, penting memperhatikan lebar sepatu serta mencoba kedua sisi untuk memastikan kenyamanan pada kaki yang lebih besar atau lebar.
  • Material lentur seperti kanvas atau knit dan sistem pengencang bertali atau velcro membantu menyesuaikan bentuk kaki serta menjaga stabilitas saat berjalan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Punya kaki lebar kadang membuat mencari sepatu jadi lebih tricky. Makanya, penting buat tahu cara memilih sepatu jalan untuk kaki lebar supaya kaki tetap nyaman dipakai bergerak seharian.

Sepatu yang terlalu sempit bisa bikin bagian depan kaki terasa tertekan, jari sulit bergerak, bahkan memicu lecet atau rasa kebas. Apalagi kalau kamu sering jalan jauh, berdiri lama, atau memakai sepatu dari pagi sampai malam.

Kuncinya bukan sekadar naik satu ukuran. Untuk kaki lebar, kamu perlu memperhatikan bentuk depan sepatu, material, sistem pengencang, sampai ruang gerak jari kaki.

1. Pilih sepatu dengan bagian depan yang lega

ilustrasi sepatu lari (unsplash.com/Josue)

Hal pertama yang perlu dicek adalah bagian depan sepatu. Untuk kaki lebar, pilih sepatu dengan desain wide-fit atau toe box yang lebih luas. Area ini penting karena jari kaki butuh ruang untuk bergerak alami saat kamu berjalan.

Hindari sepatu yang bentuk depannya terlalu meruncing. Model seperti ini mungkin terlihat rapi, tapi bisa menekan bagian depan kaki dan membuatnya cepat tidak nyaman. Kalau dipakai terlalu lama, tekanan di area tersebut bisa memicu lecet, nyeri, atau rasa sempit yang mengganggu.

Perlu diingat juga, sepatu yang lebih panjang belum tentu lebih nyaman untuk kaki lebar. Naik ukuran hanya menambah panjang sepatu, bukan otomatis menambah ruang di bagian depan kaki. Jadi, lebih baik cari sepatu yang memang punya pilihan lebar khusus.

2. Cek lebar sepatu, bukan cuma nomor ukurannya

ilustrasi sepatu berbahan mesh (unsplash.com/Denny Muller)

Salah satu kesalahan umum saat membeli sepatu adalah hanya fokus pada angka ukuran. Padahal, untuk kaki lebar, lebar sepatu sama pentingnya dengan panjang sepatu. Beberapa merek biasanya menyediakan pilihan lebar seperti standar, lebar, atau ekstra lebar.

Sebelum mencoba sepatu, kamu bisa membandingkan lebar sepatu dengan lebar kakimu. Kalau kaki terlihat melebar keluar dari area sol, kemungkinan sepatu itu terlalu sempit. Sepatu yang pas seharusnya memberi ruang, tapi tetap menjaga kaki agar tidak bergeser ke sana-sini.

Cara memilih sepatu jalan untuk kaki lebar juga bisa dilakukan dengan mencoba kedua sisi sepatu sekaligus. Ini penting karena ukuran kaki kanan dan kiri seseorang bisa sedikit berbeda. Pilih ukuran yang nyaman untuk kaki yang lebih besar atau lebih lebar.

3. Cari material yang lentur dan nyaman

ilustrasi sepatu terkena air (pexels.com/Lukas Kaufmann)

Material sepatu juga berpengaruh besar pada kenyamanan. Untuk kaki lebar, bahan yang lebih fleksibel seperti kanvas atau knit bisa terasa lebih bersahabat karena mampu mengikuti bentuk kaki dengan lebih baik.

Sebaliknya, bahan yang terlalu kaku bisa membuat kaki terasa terkunci. Awalnya mungkin terlihat pas, tapi setelah dipakai berjalan beberapa waktu, bagian samping kaki bisa mulai terasa tertekan.

Sepatu dengan bagian atas yang lembut juga membantu mengurangi gesekan. Ini penting kalau kamu sering berjalan jauh atau memakai sepatu dalam durasi panjang. Semakin sedikit tekanan di bagian samping dan depan kaki, semakin nyaman langkahmu.

4. Utamakan sepatu bertali atau dengan velcro

ilustrasi sepatu old money (pexels.com/Flo Dahm)

Untuk kaki lebar, sistem pengencang sepatu juga perlu diperhatikan. Sepatu bertali atau yang memakai Velcros biasanya lebih mudah disesuaikan dengan bentuk kaki. Kamu bisa mengatur seberapa kencang sepatu tanpa membuat bagian depan kaki terlalu tertekan.

Sebaliknya, model slip-ons memang praktis, tapi tidak selalu ideal untuk kaki lebar. Sepatu seperti ini cenderung kurang memberi dukungan dan bisa membuat kaki terdorong ke depan saat berjalan. Akibatnya, bagian jari kaki bisa terasa makin sempit.

Kalau ingin sepatu jalan yang nyaman, pilih model yang bisa menjaga tumit tetap stabil. Kaki boleh punya ruang di bagian depan, tapi bagian belakang tetap harus aman agar tidak mudah selip.

5. Coba sepatu di waktu yang tepat

ilustrasi sepatu lari (pexels.com/MART PRODUCTION)

Waktu mencoba sepatu ternyata juga berpengaruh. Kaki biasanya berada dalam kondisi paling lebar pada sore atau malam hari, terutama setelah kamu banyak beraktivitas. Karena itu, membeli atau mencoba sepatu di waktu tersebut bisa memberi gambaran yang lebih realistis.

Gunakan juga kaus kaki yang biasa kamu pakai saat berjalan. Kalau kamu memakai sol tambahan atau insoles, bawa juga saat mencoba sepatu. Detail kecil seperti ini bisa mengubah rasa sepatu secara signifikan.

Saat mencoba, jangan cuma berdiri di depan kaca. Pakai untuk berjalan beberapa langkah dan rasakan apakah ada tekanan di bagian depan, samping, atau tumit. Sepatu yang baik untuk kaki lebar seharusnya tidak menjepit, memberi ruang bagi jari, dan tetap stabil saat dipakai melangkah.

Curated For You

Editorial Team

Related Article