Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
7 Cara Mengetahui Bentuk Kaki untuk Sepatu Lari, Cek Yuk!
ilustrasi sepatu lari netral (pexels.com/Wesley Davi)
  • Tes jejak kaki basah membantu mengenali lengkungan telapak: normal, rendah atau kaki datar, serta tinggi, berdasarkan luas bagian tengah telapak yang meninggalkan bekas.
  • Sebelum memilih sepatu lari, perhatikan lebar kaki dan bentuk jari agar toe box cukup lega, jari tidak tertekan, serta kaki tetap stabil.
  • Ukur kedua kaki pada sore atau malam dengan kaus kaki lari, cek pola aus sepatu lama, lalu pastikan tumit pas dan bagian depan memiliki ruang cukup.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Setiap orang memiliki bentuk kaki yang berbeda, sehingga sepatu lari yang nyaman bagi satu orang belum tentu terasa pas bagi orang lain. Oleh karena itu, dengan cara mengetahui bentuk kaki untuk sepatu lari dapat dilakukan terlebih dahulu untuk mengenali bentuk lengkungan telapak kaki, lebar kaki, hingga bentuk jari sebelum menentukan pilihan sepatu.

Mengenali karakteristik kaki ini tidak selalu membutuhkan pemeriksaan khusus. Beberapa cara sederhana dapat dilakukan sendiri di rumah, seperti melihat pola jejak kaki, mengukur lebar kaki, mengamati bentuk jari, hingga memperhatikan pola keausan pada sepatu yang sudah digunakan. Lantas, apa saja cara mengetahuinya? Berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan.

1. Lakukan tes jejak kaki atau wet test

ilustrasi jejak kaki (pexels.com/Ekaterina Belinskaya)

Salah satu cara yang paling mudah untuk mengetahui bentuk lengkungan telapak kaki adalah dengan melakukan wet test atau tes jejak kaki. Metode ini dapat memberikan gambaran awal mengenai bentuk lengkungan kaki dengan melihat bagian telapak yang menyentuh permukaan. Untuk cara melakukannya, kamu cukup injakkan pada selembar kertas tebal atau bisa juga bisa kardus yang dapat meninggalkan bekas.

Tapi sebelum melakukannya, kamu bisa basahi telapak kaki terlebih dahulu. Setelah itu, perhatikan pola jejak kaki yang terbentuk. Jika bagian tengah telapak kaki terlihat cukup lebar dan banyak menyentuh permukaan, kamu memiliki lengkungan kaki rendah.

Sebaliknya, jika hanya sedikit bagian tengah kaki yang terlihat dan terdapat celah yang cukup besar antara bagian tumit dan depan kaki, maka lengkungan kakimu tergolong tinggi. Sementara itu, jejak yang berada di antara kedua pola tersebut umumnya menunjukkan lengkungan kaki sedang atau normal.

2. Kenali jenis lengkungan telapak kaki

ilustrasi lengkungan telapak kaki (pexels.com/PNW Production)

Setelah melakukan wet test, langkah berikutnya adalah mengenali pola jejak kaki yang terbentuk. Secara umum, hasil tersebut dapat memberikan gambaran mengenai tiga tipe lengkungan telapak kaki, yaitu lengkungan normal, kaki datar, dan lengkungan tinggi. 

Jika bagian tengah jejak kaki terlihat sekitar setengah dari lebar telapak kaki, kamu memiliki lengkungan normal. Namun jika kaki terlihat hampir penuh dan hanya memiliki sedikit lekukan di bagian tengah, kamu memiliki kaki datar atau lengkungan rendah. Untuk yang memiliki lengkungan kaki tinggi, maka menunjukkan bagian tumit dan telapak depan dengan sedikit jejak di bagian tengah. Dari ketiga tipe tersebut, lengkungan normal umumnya dianggap paling seimbang dalam distribusi beban. 

3. Memperhatikan lebar kaki

ilustrasi lebar kaki (pexels.com/ROCKETMANN TEAM)

Selain mengetahui tinggi lengkungan telapak kaki, perhatikan juga lebar kaki sebelum memilih sepatu lari. karena setiap orang memiliki bentuk kaki yang berbeda, sehingga sepatu dengan ukuran panjang yang sama belum tentu memberikan ruang yang cukup pada bagian samping kaki.

Jika kaki terasa sempit atau jari-jari terlihat tertekan meskipun panjang sepatu sudah sesuai, kamu mungkin membutuhkan sepatu dengan ukuran wide atau toe box yang lebih lega. Dengan ruang yang cukup pada bagian depan sepatu, maka dapat membuat jari-jari lebih leluasa bergerak dan mengurangi rasa tidak nyaman saat berlari. Sebaliknya, jika bentuk kaki cenderung ramping, sepatu dengan bentuk yang lebih pas dapat membantu menjaga kaki tetap stabil dan tidak mudah bergeser di dalam sepatu. 


4. Mengamati bentuk jari kaki

ilustrasi bentuk jari kaki (pexels.com/https://kaboompics.com/)

Selain lebar dan lengkungan telapak kaki, bentuk jari kaki juga perlu diperhatikan saat memilih sepatu lari. Bentuk jari setiap orang dapat berbeda, sehingga model sepatu yang terasa nyaman bagi satu orang belum tentu memberikan ruang yang sama bagi orang lain.

Secara umum, bentuk jari kaki dapat dibedakan menjadi beberapa pola. Pada tipe Egyptian, ibu jari merupakan jari yang paling panjang dan panjang jari lainnya menurun secara bertahap. Sementara itu, tipe Greek ditandai dengan jari kedua yang lebih panjang daripada ibu jari. Ada pula tipe Roman, yaitu ketika beberapa jari memiliki panjang yang hampir sama.

Apapun bentuk jari kaki, pastikan sepatu tersebut memiliki toe box atau ruang jari yang cukup. Pada bagian depan sepatu sebaiknya tidak terlalu sempit agar jari-jari dapat bergerak dengan leluasa dan tidak saling berhimpitan ketika berlari. Ruang yang sesuai juga membantu mengurangi tekanan pada jari, terutama saat kaki mengalami sedikit pembengkakan selama aktivitas lari.

5. Mengukur kaki sebaiknya dilakukan pada sore atau malam hari

ilustrasi mengukur kaki (pexels.com/ROCKETMANN TEAM)

Faktanya, ukuran kaki dapat mengalami sedikit perubahan setelah digunakan untuk beraktivitas sepanjang hari. Kaki cenderung mengalami pembengkakan ringan sehingga ukurannya bisa sedikit lebih besar dibandingkan saat pagi hari.

Karena itu, sore atau malam hari adalah waktu terbaik untuk mengukur sepatu lari. Mengukur kaki pada waktu tersebut dapat membantu memastikan sepatu tetap terasa nyaman ketika digunakan dalam kondisi kaki yang sudah mengalami aktivitas.

Saat mengukur, pastikan menggunakan kaus kaki yang biasa dipakai untuk berlari. Ukur kedua kaki dan gunakan ukuran kaki yang lebih besar sebagai acuan. Dengan begitu, sepatu yang dipilih memiliki ruang yang cukup dan tidak terasa terlalu sempit ketika digunakan berlari, ya. 

6. Memeriksa pola aus pada sepatu lama

ilustrasi sepatu lari pria (pexels.com/cottonbro studio)

Sepatu lari yang sudah sering digunakan juga dapat memberikan petunjuk mengenai kebiasaan kaki saat menapak dan bergerak. Perhatikan bagian sol luar sepatu yang paling banyak mengalami keausan, terutama jika sepatu tersebut sudah digunakan untuk berlari dalam waktu cukup lama.

Jika bagian dalam sol terlihat lebih cepat aus, hal ini dapat menjadi petunjuk bahwa kaki cenderung bergulir ke arah dalam saat melangkah atau berlari. Sebaliknya, jika bagian luar sol lebih banyak mengalami keausan, kaki mungkin lebih sering memberikan tekanan pada sisi luar ketika menapak.

7. Perhatikan kenyamanan ketika mencoba sepatu

ilustrasi sepatu lari (pexels.com/Willians Huerta)

Setelah mengetahui bentuk kaki, selanjutnya adalah dengan memeriksa kembali ruang yang tersedia di dalam sepatu. Sepatu lari seharusnya tidak terlalu sempit maupun terlalu longgar agar kaki tetap nyaman dan stabil selama bergerak.

Pastikan kaki memiliki ruang yang cukup di bagian depan sehingga jari-jari tidak menyentuh ujung sepatu. Selain itu, bagian samping juga tidak terlalu menekan, sementara tumit tetap terasa pas dan tidak mudah terangkat saat berjalan atau berlari.

Memahami karakteristik kaki menjadi salah satu langkah penting sebelum membeli sepatu lari. Beberapa cara sederhana ini dapat dilakukan untuk mengetahui bentuk kaki dan memastikan sepatu memiliki ruang yang sesuai. Karena itu, cara mengetahui bentuk kaki untuk sepatu lari di atas dapat membantu kamu memilih sepatu yang nyaman untuk menunjang aktivitas berlari. Semoga bermanfaat.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article