Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Cara Menghilangkan Bau Rokok yang Menempel pada Pakaian

4 min read
5 Cara Menghilangkan Bau Rokok yang Menempel pada Pakaian
ilustrasi pria minum kopi (pexels.com/Buse Çolak)
  • Bau rokok dapat bertahan pada serat pakaian dan mengganggu kenyamanan; mengangin-anginkan pakaian terbuka di area bersirkulasi baik membantu mengurangi aroma ringan.
  • Uap dari steamer atau kamar mandi dapat membantu mengurangi aroma, tetapi label perawatan dan sensitivitas bahan terhadap panas perlu diperhatikan sebelum digunakan.
  • Untuk bau kuat, cuci dengan detergen sesuai petunjuk, hindari parfum berlebihan, serta pisahkan pakaian berasap dan bersihkan lemari agar bau tidak menyebar.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Bau rokok bisa menempel cukup lama pada pakaian, bahkan setelah seseorang meninggalkan ruangan yang penuh asap. Aroma tersebut terkadang masih terasa ketika jaket atau baju kembali digunakan beberapa jam kemudian. Kondisi ini tentu bisa mengganggu, terutama jika pakaian akan dipakai untuk bekerja, bertemu orang, atau menghadiri acara tertentu.

Menyemprot parfum secara berlebihan sebenarnya bukan selalu solusi terbaik. Aroma parfum justru dapat bercampur dengan bau asap dan menghasilkan wangi yang semakin kuat. Ada beberapa cara sederhana yang bisa dicoba untuk membantu mengurangi bau rokok pada pakaian tanpa harus langsung mencucinya.

  1. 1. Angin-anginkan pakaian

    ilustrasi pakaian
    ilustrasi jemur pakaian (pexels.com/Olga Lioncat)

    Cara paling sederhana adalah menggantung pakaian di tempat dengan sirkulasi udara yang baik. Udara yang bergerak dapat membantu mengurangi aroma asap yang menempel pada serat kain. Sebaiknya pakaian digantung dalam kondisi terbuka dan tidak langsung dimasukkan ke lemari.

    Jika memungkinkan, pilih tempat yang memiliki aliran udara cukup baik selama beberapa jam. Balik atau atur posisi pakaian agar bagian dalam dan luar mendapatkan sirkulasi udara. Cara ini cocok dilakukan ketika bau rokok masih ringan dan pakaian belum terlalu lama terpapar asap.

  2. 2. Gunakan uap untuk membantu mengurangi aroma

    ilustrasi pria memakai kaos oversize
    ilustrasi pria memakai kaos oversize (pexels.com/monstrea production)

    Uap dapat membantu membuat serat pakaian menjadi lebih rileks sehingga aroma yang menempel lebih mudah berkurang. Kamu bisa menggunakan steamer pakaian atau memanfaatkan uap dari kamar mandi dengan tetap memastikan pakaian tidak terkena air secara langsung. Setelah itu, pakaian sebaiknya tetap digantung di tempat yang memiliki sirkulasi udara baik.

    Namun, tidak semua jenis bahan pakaian membutuhkan perlakuan yang sama. Perhatikan label perawatan sebelum menggunakan panas atau uap pada pakaian tertentu. Jika bahannya sensitif terhadap panas, pilih metode yang lebih aman seperti mengangin-anginkan pakaian.

  3. 3. Cuci menggunakan detergen yang sesuai

    ilustrasi cuci pakaian
    ilustrasi cuci pakaian (pexels.com/Tima Miroshnichenko)

    Jika bau rokok cukup kuat, mencuci pakaian tetap menjadi salah satu cara yang paling praktis. Gunakan detergen sesuai jenis dan warna pakaian agar kotoran serta residu yang menempel pada serat kain dapat dibersihkan. Jangan lupa mengikuti petunjuk pencucian pada label pakaian.

    Untuk pakaian yang sangat berbau, jangan langsung menambahkan deterjen dalam jumlah berlebihan. Takaran yang terlalu banyak belum tentu membuat pakaian lebih bersih dan justru dapat meninggalkan residu jika tidak dibilas dengan baik. Setelah dicuci, pastikan pakaian benar-benar kering sebelum disimpan.

  4. 4. Jangan langsung menutupinya dengan parfum

    ilustrasi parfum
    ilustrasi pria memakai parfum (pexels.com/Franco Monsalvo)

    Parfum memang dapat memberikan aroma baru pada pakaian, tetapi penggunaannya tidak menghilangkan sumber bau rokok. Ketika parfum disemprotkan terlalu banyak pada pakaian yang masih berbau asap, kedua aroma tersebut dapat bercampur. Hasilnya justru bisa terasa lebih menyengat dan kurang nyaman.

    Lebih baik kurangi bau rokok terlebih dahulu dengan ventilasi atau pencucian. Setelah pakaian sudah bersih dan kering, parfum dapat digunakan secukupnya jika memang diperlukan. Cara tersebut membuat aroma parfum lebih bersih dan tidak bercampur dengan bau asap.

  5. 5. Bersihkan area penyimpanan pakaian

    ilustrasi pria ambil baju dari lemari
    ilustrasi pria ambil baju dari lemari (pexels.com/King caplis)

    Bau rokok terkadang tidak hanya berasal dari pakaian itu sendiri. Jika pakaian yang terkena asap langsung dimasukkan ke dalam lemari, aroma tersebut dapat bertahan di ruang tertutup dan memengaruhi pakaian lain. Karena itu, area penyimpanan juga perlu diperhatikan ketika bau terus muncul.

    Pisahkan pakaian yang terkena asap sebelum dimasukkan kembali ke lemari. Pastikan lemari memiliki sirkulasi yang cukup dan tidak lembap. Jika aroma sudah terlanjur menempel pada bagian dalam lemari, bersihkan permukaannya dan biarkan udara bersirkulasi sebelum pakaian bersih disimpan kembali.

    Bau rokok yang menempel pada pakaian memang bisa mengganggu penampilan dan kenyamanan. Mengangin-anginkan pakaian, menggunakan uap secara tepat, atau mencucinya dapat membantu mengurangi aroma tersebut. Yang tidak kalah penting, hindari memasukkan pakaian berbau asap langsung ke dalam lemari.

    Pada akhirnya, menghilangkan bau rokok bukan sekadar mengganti aromanya dengan parfum. Membersihkan sumber residu dan memberikan pakaian sirkulasi udara yang baik biasanya menjadi langkah yang lebih masuk akal. Dengan beberapa kebiasaan sederhana, pakaian bisa kembali terasa lebih segar tanpa harus selalu menggunakan parfum secara berlebihan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Ambang Batas Jelang Pemilu 2029