Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Fakta Menarik Celana Cutbray, Ada Alasan Ujungnya Melebar

Fakta Menarik Celana Cutbray, Ada Alasan Ujungnya Melebar
Iilustrasi celana cutbray (pexels.com/Ari Setiawan)
  • Cutbray berawal dari kebiasaan informal pelaut Angkatan Laut AS sebelum seragam resmi; sejak 1901 menjadi celana kerja denim dan dipakai sebagai seragam standar hingga era 1990-an.
  • Ujung celana yang melebar dirancang untuk memudahkan pelaut menggulungnya saat mengepel dek, melepasnya ketika jatuh ke laut, serta memudahkan kru menarik korban dari air.
  • Bell-bottom juga dipakai Angkatan Laut Inggris dan tukang kayu Eropa, lalu berubah dari surplus militer menjadi simbol aktivisme, budaya hippie, dan ikon panggung populer pada 1960-an hingga 1970-an.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Sekilas, celana cutbray memang mudah dikenali dari bentuknya yang melebar mulai dari bawah lutut hingga ujung kaki. Model ini sempat identik dengan gaya retro era 1960-an dan 1970-an, tetapi kini kembali muncul sebagai salah satu tren fesyen karena dianggap memberi kesan klasik sekaligus tetap modern.

style="text-align: justify;">Di balik tampilannya yang khas, cutbray ternyata menyimpan sejumlah fakta dikulik. Bahkan, bentuknya yang unik bukan sekadar dibuat untuk mempercantik penampilan. Ada sejumlah fakta menarik yang membuat model celana ini tetap dikenang hingga sekarang. Yuk, simak penjelasannya!

  1. 1. Cutbray lahir saat Angkatan Laut AS belum punya seragam resmi

    Celana cutbray justru muncul ketika Angkatan Laut Amerika Serikat belum memiliki aturan seragam yang baku untuk para pelaut. Selama sekitar empat puluh tahun pertama sejak angkatan laut tersebut berdiri, pelaut biasa mengenakan pakaian yang berkembang secara informal di atas kapal sehingga model celana berkaki lebar perlahan menjadi kebiasaan. Catatan kedatangan Komodor Stephen Decatur di New York pada 1813 bahkan sudah menyebutkan pelaut memakai jaket biru dan celana biru dengan ujung melebar, jauh sebelum aturan resmi diterbitkan. Barulah pada September 1817, Menteri Angkatan Laut Benjamin Crowninshield mengeluarkan regulasi pertama mengenai seragam pelaut, termasuk ketentuan pakaian untuk musim panas dan musim dingin.

    Ada pula anggapan bahwa 13 kancing pada celana pelaut melambangkan 13 koloni pertama Amerika Serikat. Padahal, menurut catatan resmi Angkatan Laut AS, anggapan tersebut hanyalah mitos. Sebelum 1894, celana ini hanya memiliki tujuh kancing, sedangkan penambahan jumlahnya dilakukan semata karena pertimbangan estetika, bukan sebagai simbol sejarah. Status cutbray sebagai celana kerja (dungaree) berbahan denim baru ditetapkan pada 1901 dan kemudian digunakan sebagai seragam kerja standar pelaut sejak 1913 hingga era 1990-an sebelum akhirnya digantikan model berkaki lurus.

  2. 2. Potongan lebar dibuat untuk memenuhi tiga kebutuhan di atas kapal

    Bentuk kaki celana yang melebar ternyata bukan sekadar memudahkan pelaut menggulung celana saat bekerja. Desain tersebut dibuat untuk menjawab beberapa kebutuhan yang sering dihadapi awak kapal. Berdasarkan aturan Benjamin Crowninshield pada 1817, pelaut yang mengepel dek diwajibkan bertelanjang kaki dan menggulung celana hingga melewati lutut. Potongan lebar membuat proses itu jauh lebih cepat dibandingkan celana dengan bukaan kaki yang sempit. Selain itu, jika pelaut terjatuh ke laut, celana dapat dilepas tanpa harus membuka sepatu bot terlebih dahulu sehingga sepatu tetap bisa dipakai apabila berhasil mencapai daratan.

    Fungsi lain yang jarang dibahas berkaitan dengan proses penyelamatan. Kain yang lebih lebar di bagian bawah celana memudahkan awak kapal lain memegang dan menarik pelaut yang tercebur ke laut. Dengan kata lain, desain cutbray dirancang untuk mendukung tiga situasi sekaligus, yaitu mempermudah pekerjaan di dek yang basah, membantu penyelamatan diri saat berada di air, serta memudahkan proses evakuasi oleh kru lain. Semua fungsi tersebut lahir dari kebutuhan kerja di kapal layar pada abad ke-19.

  3. 3. Bell-bottom juga digunakan di luar dunia pelaut

    Nama bell-bottom berasal dari bentuk kaki celananya yang menyerupai lonceng. Meski identik dengan Angkatan Laut Amerika Serikat, model ini juga diadopsi oleh Angkatan Laut Kerajaan Inggris dan dijadikan bagian dari seragam resmi sejak pertengahan abad ke-19, jauh sebelum populer di dunia mode. Menariknya, Angkatan Laut Inggris justru lebih dahulu meninggalkan desain tersebut setelah mengganti model celana berkaki lebar dengan model flare yang lebih konvensional pada 1977.

    Tidak hanya digunakan oleh pelaut, model kaki celana yang melebar juga telah lama dipakai para tukang kayu di sejumlah negara Eropa. Potongan tersebut membantu mencegah serbuk gergaji masuk ke sepatu atau mengenai kaki saat bekerja. Tradisi ini bahkan masih dipertahankan oleh sebagian tukang kayu yang menjalani masa magang keliling (journeyman) hingga sekarang. Fakta tersebut menunjukkan bahwa desain cutbray berkembang di lebih dari satu profesi karena sama-sama menawarkan manfaat fungsional, bukan semata mengikuti tren.

  4. 4. Dari seragam kerja hingga menjadi ikon budaya pop dunia

    Perjalanan cutbray menjadi ikon fesyen tidak terjadi secara instan. Setelah Perang Dunia II berakhir, banyak celana bell-bottom bekas militer dijual sebagai barang surplus dengan harga terjangkau. Celana tersebut kemudian dipakai oleh aktivis anti-Perang Vietnam, termasuk sejumlah veteran, sebagai simbol identitas sekaligus bentuk protes. Dari lingkungan inilah gaya cutbray mulai menyebar ke komunitas hippie dan musisi sepanjang akhir 1960-an hingga 1970-an sebelum akhirnya diterima sebagai tren fesyen yang lebih luas.

    Elvis Presley ikut memperkuat popularitas cutbray ketika mulai mengenakan jumpsuit berkaki lebar rancangan Bill Belew sekitar 1970. Desain tersebut dipilih karena memberikan keleluasaan bergerak saat menampilkan aksi panggung dan tendangan bergaya karate yang menjadi ciri khasnya. Popularitasnya mencapai puncak saat konser Aloha from Hawaii pada 1973, siaran konser solo melalui satelit yang disaksikan lebih dari 1,5 miliar penonton di sekitar 40 negara. Penampilan Elvis dengan jumpsuit putih berkaki lebar berhias burung elang dalam konser itu kemudian dianggap sebagai salah satu momen yang mengukuhkan cutbray sebagai ikon gaya panggung era 1970-an.

    Sekarang, cutbray mungkin lebih sering dipakai sebagai bagian dari gaya berpakaian. Meski begitu, sejarah di balik desainnya tetap menjadi salah satu hal yang membuat model celana ini menarik untuk dikenal. Gak heran kalau popularitasnya terus kembali dari satu generasi ke generasi berikutnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles