Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Jenis Jaket Gunung dan Fungsinya untuk Pendaki

5 Jenis Jaket Gunung dan Fungsinya untuk Pendaki
ilustrasi jaket-jaket yang digunakan untuk naik gunung (unsplash.com/Jasmine Bartel)
Intinya Sih
  • Artikel menjelaskan pentingnya memahami jenis jaket gunung karena cuaca di pegunungan bisa berubah cepat dan perlindungan tubuh menjadi faktor utama kenyamanan serta keamanan pendaki.
  • Terdapat lima jenis jaket utama: waterproof untuk hujan, softshell untuk fleksibilitas, windbreaker untuk angin, fleece untuk kehangatan, dan puffer sebagai isolasi suhu dingin ekstrem.
  • Pemilihan jaket sebaiknya disesuaikan dengan kondisi cuaca, medan, serta intensitas aktivitas agar pendakian lebih aman, nyaman, dan efisien tanpa hanya berfokus pada tampilan luar.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Mendaki gunung bukan cuma soal stamina dan pemandangan bagus. Kamu juga perlu tahu jenis-jenis jaket gunung agar tidak salah pilih perlindungan saat cuaca berubah tiba-tiba.

Di gunung, cuaca bisa terasa cukup “iseng”. Pagi bisa panas, siang mulai berangin, lalu sore turun hujan atau suhu mendadak dingin. Karena itu, jaket gunung bukan sekadar pelengkap outfit, melainkan perlengkapan penting untuk menjaga tubuh tetap aman dan nyaman selama perjalanan.

Setiap jaket gunung punya fungsi berbeda. Ada yang fokus menahan air, ada yang lebih cocok untuk angin, ada juga yang dibuat untuk menjaga kehangatan tubuh. Supaya gak bingung saat memilih, berikut lima jenis jaket yang paling umum dipakai untuk aktivitas mendaki.

Table of Content

1. Jaket waterproof

1. Jaket waterproof

Seorang pria mengenakan jaket waterproof berwarna hijau dengan aksen merah berdiri di tepi pantai berbatu berlatar tebing dan laut.
ilustrasi jaket waterproof (unsplash.com/Paulina Herpel)

Jaket waterproof adalah pilihan utama saat kamu mendaki di kondisi basah atau menghadapi potensi hujan deras. Jenis jaket ini dirancang agar air tidak mudah masuk ke bagian dalam, sehingga tubuh tetap terlindungi saat cuaca mulai tidak bersahabat. Beberapa jaket waterproof menggunakan material seperti Gore-Tex atau eVent yang dikenal mampu menahan air, tetapi tetap memberi ruang bagi uap keringat untuk keluar.

Detail kecil pada jaket ini juga cukup penting. Biasanya, jaket waterproof dilengkapi tudung kepala dan jahitan yang tertutup rapat agar perlindungannya lebih maksimal. Jadi, bukan hanya bagian badan yang terlindungi, tetapi area kepala dan sambungan jaket juga dibuat lebih aman dari rembesan air.

Namun, jaket waterproof tetap perlu dipilih sesuai kebutuhan. Kalau jalur pendakian yang kamu tuju terkenal sering hujan atau cuacanya sulit ditebak, jenis jaket ini bisa jadi perlengkapan yang sangat membantu. Dalam daftar jenis-jenis jaket gunung, waterproof termasuk salah satu yang paling penting karena fungsinya langsung berkaitan dengan perlindungan dari cuaca ekstrem.

2. Jaket softshell

Ilustrasi jaket gunung (unsplash.com/Erik Mclean)
Ilustrasi jaket gunung (unsplash.com/Erik Mclean)

Kalau kamu butuh jaket yang nyaman dipakai bergerak, softshell bisa jadi pilihan menarik. Jaket ini dikenal ringan, elastis, dan tidak terasa terlalu kaku saat digunakan untuk aktivitas seperti trekking atau hiking. Bahannya yang lebih lentur membuat tubuh tetap leluasa bergerak, terutama ketika jalur pendakian mulai menanjak atau membutuhkan langkah yang lebih aktif.

Jaket softshell juga punya kemampuan melindungi tubuh dari angin dan gerimis ringan. Meski tidak sepenuhnya tahan air seperti jaket waterproof, jenis ini cukup ideal untuk cuaca yang relatif stabil. Misalnya, saat kamu mendaki di kondisi berawan, berangin, tetapi tidak sedang menghadapi hujan deras.

Kelebihan lain dari softshell adalah kenyamanannya. Jaket ini cocok untuk pendaki yang mudah merasa gerah karena aktivitas intens, tetapi tetap butuh perlindungan dasar dari udara dingin dan angin. Bisa dibilang, softshell adalah jaket serbaguna untuk pendakian yang tidak terlalu ekstrem.

3. Jaket windbreaker

Seorang pria mengenakan jaket windbreaker abu-abu dengan ritsleting hitam, berdiri menghadap ke samping di latar belakang putih.
ilustrasi pria jaket windbreaker (pexels.com/INFECTED store)

Sesuai namanya, windbreaker dibuat untuk menahan terpaan angin. Jaket ini biasanya terbuat dari bahan sintetis yang tipis, rapat, dan ringan. Karena bobotnya tidak berat, windbreaker mudah dibawa di dalam tas dan bisa dilipat menjadi ukuran kecil.

Jenis jaket ini cocok dipakai saat cuaca tidak terlalu dingin, tetapi angin terasa cukup mengganggu. Misalnya, ketika kamu sedang berada di jalur terbuka, punggungan, atau area yang minim pepohonan. Selain menahan angin, beberapa windbreaker juga bisa memberi perlindungan dari gerimis ringan.

Meski begitu, windbreaker bukan pengganti jaket waterproof saat hujan deras. Jaket ini juga tidak dirancang untuk suhu yang sangat dingin. Jadi, fungsinya lebih sebagai pelindung ringan yang praktis, bukan lapisan utama untuk kondisi ekstrem.

4. Jaket fleece

Jaket berbahan fleece berwarna abu-abu dengan detail saku dan kancing di bagian depan, dikenakan oleh seseorang di dalam ruangan.
ilustrasi jaket bahan fleece (unsplash.com/Hazel J)

Jaket fleece dikenal sebagai salah satu pilihan terbaik untuk menjaga kehangatan tubuh. Bahannya terbuat dari serat sintetis yang menyerupai wol, tetapi biasanya lebih ringan dan nyaman dipakai. Jaket ini cocok digunakan saat suhu mulai turun, terutama ketika kamu sedang beristirahat atau berada di area yang lebih dingin.

Keunggulan fleece bukan hanya hangat, tetapi juga cukup nyaman untuk pemakaian lama. Bahannya memiliki kemampuan mengeluarkan uap panas sehingga tubuh tidak mudah terasa pengap. Selain itu, fleece juga dapat tetap memberikan rasa hangat meski dalam kondisi lembap.

Dalam sistem layering, fleece sering digunakan sebagai mid-layer. Artinya, jaket ini dipakai di antara lapisan dasar dan jaket luar. Kombinasi ini membantu tubuh tetap hangat, sementara lapisan luar tetap bisa melindungi dari angin atau hujan.

5. Jaket puffer

Seorang pria mengenakan jaket puffer hitam dan topi rajut abu-abu, berdiri di luar ruangan dengan latar belakang abu-abu polos.
ilustrasi jaket puffer (freepik.com/freepik)

Jaket puffer punya ciri khas tampilan mengembang karena lapisan isolasi di dalamnya. Fungsinya adalah menahan panas tubuh agar tidak cepat keluar, sehingga pengguna tetap merasa hangat dalam kondisi dingin. Isolasinya bisa berasal dari bulu alami atau bahan sintetis, tergantung jenis jaketnya.

Jenis jaket ini cocok digunakan saat kamu mendaki di daerah bersuhu rendah atau berada di kondisi yang membutuhkan perlindungan hangat lebih serius. Karena bobotnya bisa tetap ringan, puffer sering dipilih untuk aktivitas luar ruang yang membutuhkan jaket hangat, tetapi tetap praktis dibawa.

Dalam kondisi tertentu, puffer juga bisa dipadukan dengan jaket hardshell atau jaket tahan air lainnya. Kombinasi ini membantu tubuh tetap hangat sekaligus terlindungi dari angin dan hujan. Jadi, kalau pendakianmu berpotensi menghadapi suhu dingin, puffer bisa jadi salah satu jaket yang layak dipertimbangkan.

Memahami jenis-jenis jaket gunung akan membuat persiapan mendaki terasa lebih matang. Kamu jadi bisa memilih jaket sesuai cuaca, medan, dan intensitas aktivitas, bukan sekadar berdasarkan model yang terlihat keren. Dengan jaket yang tepat, perjalanan ke gunung bisa terasa lebih aman, nyaman, dan tentunya lebih siap menghadapi perubahan cuaca.

Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Wahyu Kurniawan
EditorWahyu Kurniawan

Related Articles