Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kenapa Cowok Suka Koleksi Jam Tangan Mahal? Ini Alasannya!
ilustrasi pria melihat jam (pexels.com/Ketut Subiyanto)
  • Jam tangan mahal bagi banyak pria bukan sekadar alat waktu, tapi simbol pencapaian, status sosial, dan bentuk penghargaan atas kerja keras pribadi.
  • Kecintaan terhadap detail mekanik dan craftsmanship membuat jam mewah dianggap sebagai karya seni yang memadukan teknologi presisi dan estetika tinggi.
  • Selain gaya, jam tangan premium juga dilihat sebagai investasi bernilai karena kelangkaan model dan potensi harga jual kembali yang stabil.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Fenomena pria yang gemar mengoleksi jam tangan mahal sebagai bentuk ekspresi diri, simbol status, dan apresiasi terhadap seni serta mekanisme jam.
  • Who?
    Banyak pria dari berbagai kalangan yang menjadikan jam tangan mewah sebagai bagian dari gaya hidup dan identitas pribadi mereka.
  • Where?
    Kecenderungan ini terlihat di berbagai kota besar, terutama di lingkungan dengan minat tinggi terhadap mode, teknologi, dan barang premium.
  • When?
    Fenomena ini berlangsung secara berkelanjutan hingga saat ini dan terus berkembang seiring meningkatnya daya beli serta tren koleksi barang mewah.
  • Why?
    Karena jam tangan dianggap sebagai simbol pencapaian, karya seni mekanis bernilai tinggi, sarana investasi, serta cerminan karakter pemakainya.
  • How?
    Pria membeli dan mengoleksi jam tangan melalui toko resmi atau komunitas kolektor, menikmati proses pemilihan model hingga kepuasan emosional saat memilikinya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bagi sebagian orang, jam tangan hanyalah alat penunjuk waktu. Namun bagi banyak cowok, jam tangan mahal adalah simbol, hobi, bahkan bentuk ekspresi diri. Tak heran jika ada yang rela menghabiskan puluhan hingga ratusan juta rupiah untuk satu koleksi.

Fenomena ini sering memunculkan pertanyaan, kenapa bukan barang lain saja? Padahal fungsi dasarnya sama dengan jam biasa. Jawabannya ternyata bukan sekadar soal melihat waktu, tetapi ada faktor psikologis, sosial, dan finansial di baliknya.

1. Simbol pencapaian dan status

ilustrasi jam tangan digital (pexels.com/Kaboompics)

Jam tangan mahal sering dianggap sebagai tanda pencapaian pribadi. Ketika seseorang berhasil mencapai target karier atau finansial tertentu, membeli jam premium bisa menjadi bentuk reward untuk diri sendiri. Ini seperti simbol “gue sudah sampai di titik ini”.

Selain itu, jam tangan adalah aksesori yang terlihat namun tetap elegan. Tidak terlalu mencolok seperti mobil mewah, tetapi cukup untuk menunjukkan kelas. Bagi sebagian pria, ini adalah cara halus menunjukkan status tanpa banyak bicara.

2. Apresiasi terhadap mekanisme dan craftsmanship

ilustrasi jam tangan di kanan (pexels.com/Kurchakto)

Banyak cowok tertarik pada sisi teknis jam mekanik. Detail mesin otomatis, pergerakan gear, hingga presisi rakitan menjadi daya tarik tersendiri. Mereka tidak hanya membeli produk, tetapi juga menghargai seni dan teknik di baliknya.

Proses pembuatan jam mewah sering melibatkan ratusan komponen kecil yang dirakit dengan presisi tinggi. Kompleksitas ini memicu rasa kagum dan kebanggaan saat memilikinya. Bagi penggemar sejati, ini bukan sekadar aksesori, tetapi karya seni mekanis.

3. Nilai investasi dan kelangkaan

ilustrasi pria memakai jam tangan (pexels.com/JÉSHOOTS)

Beberapa model jam tangan mahal memiliki nilai jual kembali yang stabil, bahkan meningkat. Faktor kelangkaan dan reputasi brand membuat harganya cenderung bertahan dalam jangka panjang. Hal ini menjadikannya bukan hanya barang konsumtif, tetapi juga aset.

Meskipun tidak semua jam naik harga, potensi tersebut tetap menjadi pertimbangan. Koleksi tertentu bahkan bisa menjadi warisan keluarga. Inilah yang membuat sebagian pria melihatnya sebagai kombinasi gaya dan investasi.

4. Identitas dan karakter personal

ilustrasi pria memakai jam tangan di kiri (pexels.com/Bảo Minh)

Jam tangan sering mencerminkan kepribadian pemakainya. Model sporty, klasik, minimalis, atau kompleks bisa menunjukkan karakter yang berbeda. Pilihan jam menjadi bagian dari cara pria membangun citra diri.

Berbeda dengan pakaian yang bisa sering diganti, jam tangan biasanya dipakai lebih lama dan terasa lebih personal. Karena itu, koleksi jam sering dianggap lebih bermakna dibanding aksesori lain. Ia menjadi bagian dari identitas, bukan sekadar pelengkap gaya.

5. Sensasi kepemilikan dan kepuasan emosional

ilustrasi orang melihat jam (pexels.com/djelics)

Ada kepuasan tersendiri saat membuka kotak jam baru dan merasakan beratnya di pergelangan tangan. Sensasi ini sulit dijelaskan bagi yang bukan penggemar. Rasa bangga dan puas muncul dari proses memilih hingga akhirnya memiliki.

Hobi koleksi juga memberi rasa pencapaian bertahap. Setiap tambahan koleksi terasa seperti milestone baru. Kombinasi emosi, gengsi, dan kepuasan pribadi inilah yang membuat banyak cowok sulit berhenti di satu jam saja.

Koleksi jam tangan mahal bukan semata soal gaya hidup glamor. Di baliknya ada simbol pencapaian, apresiasi teknis, hingga pertimbangan investasi. Bagi sebagian pria, jam adalah kombinasi antara seni, status, dan cerita hidup.

Pada akhirnya, setiap orang punya cara berbeda menikmati hasil kerja kerasnya. Ada yang memilih traveling, ada yang memilih properti, dan ada pula yang memilih jam tangan. Selama dilakukan dengan bijak dan sesuai kemampuan, hobi ini bisa menjadi bentuk apresiasi diri yang bermakna.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team