Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Sepatu Lari Marathon Adidas yang Layak untuk Dipertimbangkan

5 Sepatu Lari Marathon Adidas yang Layak untuk Dipertimbangkan
Ilustrasi pelari maraton (pexels.com/Stephen Leonardi)

Kalau kamu mulai serius masuk dunia lari marathon, memilih sepatu bukan lagi soal gaya semata. Dibanding lari santai keliling komplek, marathon menuntut sepatu yang benar-benar nyaman dipakai dalam durasi panjang, punya bantalan yang baik, dan tetap responsif saat pace mulai meningkat. Nah, Adidas jadi salah satu brand yang cukup sering dilirik para pelari karena punya banyak pilihan sepatu marathon dengan karakter yang berbeda-beda.

Mulai dari sepatu super ringan untuk race day sampai model yang nyaman buat latihan harian, semuanya tersedia di lini Adidas. Biar nggak bingung memilih, berikut lima rekomendasi sepatu lari marathon Adidas pria yang layak dipertimbangkan.

1. Adidas Adizero Adios Pro Evo 3

Sepatu lari Adidas Adizero Adios Pro Evo 3 berwarna putih dengan aksen hitam dan desain sol tebal untuk performa maksimal.
Adidas Adizero Adios Pro Evo 3 (dok. Adidas)

Kalau ngomongin sepatu marathon Adidas paling serius saat ini, nama Adizero Adios Pro Evo 3 jelas sulit dilewatkan. Sepatu ini dirancang khusus untuk kebutuhan race dengan fokus utama pada bobot super ringan dan efisiensi langkah. Bobotnya bahkan kurang dari 100 gram, membuatnya jadi salah satu sepatu race paling ringan di kelasnya.

Adidas juga menyematkan kombinasi foam Lightstrike Pro dan teknologi EnergyRods berbahan karbon untuk membantu dorongan langkah terasa lebih responsif saat berlari di pace tinggi. Sepatu ini memang ditujukan untuk pelari kompetitif yang mengejar personal best atau performa maksimal saat race day. Harganya memang premium, tetapi performa yang ditawarkan juga berada di level tertinggi lini Adizero.

2. Adidas Adizero Adios Pro 4

Sepatu lari Adidas Adizero Adios Pro 4 berwarna biru dengan tiga garis hijau di sisi dan sol tebal putih untuk performa maksimal.
Adidas Adizero Adios Pro 4 (dok. Adidas Indonesia)

Buat pelari yang ingin pengalaman sepatu carbon plate dengan karakter yang lebih seimbang, Adizero Adios Pro 4 bisa jadi pilihan menarik. Seri ini masih membawa DNA race khas Adizero, tetapi terasa lebih ramah dipakai untuk berbagai tipe latihan dan lomba. Midsole Lightstrike Pro dipadukan dengan EnergyRods 2.0 membantu menjaga pantulan energi tetap optimal tanpa membuat langkah terasa terlalu kaku.

Sol setebal 39,5 mm juga memberikan cushioning maksimal yang masih sesuai regulasi World Athletics. Outsole berbahan Continental Rubber membantu grip tetap stabil, terutama saat berlari di tikungan atau permukaan jalan yang sedikit licin. Cocok buat pelari yang rutin ikut half marathon maupun full marathon.

3. Adidas Adizero Boston 12

Sepasang sepatu lari Adidas Adizero Boston 12 berwarna biru dengan aksen oranye dan putih diletakkan di jalan beraspal dekat area hijau.
Adidas Adizero Boston 12 (dok. Adidas Indonesia)

Kalau kamu mencari sepatu yang nyaman untuk latihan jarak jauh tetapi masih cukup kencang dipakai race, Boston 12 jadi salah satu opsi paling fleksibel dari Adidas. Seri ini menggunakan kombinasi Lightstrike 2.0 dan Lightstrike Pro yang memberikan keseimbangan antara bantalan empuk dan responsivitas.

Karakternya terasa nyaman untuk long run, tempo run, sampai simulasi race pace. Dibanding seri Adios Pro, Boston 12 juga terasa lebih bersahabat untuk pemakaian harian. Karena itulah banyak pelari menjadikannya sebagai sepatu training utama sebelum masuk race day.

4. Adidas Adizero SL 2

Sepasang sepatu lari Adidas Adizero SL 2 berwarna biru toska dengan garis kuning neon dan sol putih di atas permukaan jalan berbatu.
Adidas Adizero SL 2 (dok. Adidas Indonesia)

Adizero SL 2 cocok buat pelari yang ingin sepatu harian ringan dengan nuansa performa khas lini Adizero. Bobotnya relatif ringan dengan upper mesh yang nyaman dan cukup breathable untuk dipakai latihan rutin. Menariknya, Adidas tetap menyematkan Lightstrike Pro pada bagian midsole sehingga sensasi langkahnya masih terasa responsif.

Stabilitasnya juga cukup baik untuk daily run maupun latihan marathon mingguan. Dengan harga yang lebih terjangkau dibanding seri carbon plate, Adizero SL 2 jadi pilihan menarik untuk pelari yang ingin mulai serius latihan tanpa harus langsung membeli sepatu race premium.

5. Adidas Ultraboost

Sepasang sepatu lari Adidas Ultraboost 1.0 berwarna abu-abu muda dengan desain rajutan halus dan sol tebal berwarna putih.
Adidas Ultraboost 1.0 (dok. Adidas Indonesia)

Buat yang lebih mengutamakan kenyamanan dibanding agresivitas performa, Ultraboost masih jadi salah satu sepatu Adidas yang layak dipertimbangkan. Teknologi BOOST di bagian midsole memberikan bantalan empuk dengan pengembalian energi yang tetap terasa nyaman untuk lari jarak jauh.

Karakternya memang bukan sepatu race, tetapi sangat cocok untuk easy run, recovery run, maupun latihan marathon dengan pace santai. Upper Primeknit-nya juga terkenal nyaman mengikuti bentuk kaki sehingga tetap enak dipakai dalam durasi lama. Kalau prioritas utamamu adalah kenyamanan, Ultraboost masih jadi pilihan yang sulit diabaikan.

Jadi, pilih yang mana?

Kalau kamu fokus mengejar personal best atau performa race terbaik, Adizero Adios Pro Evo 3 dan Adios Pro 4 jadi pilihan paling kompetitif. Untuk pelari yang lebih sering latihan marathon harian, Boston 12 dan Adizero SL2 terasa lebih fleksibel dan nyaman dipakai rutin.

Sementara itu, Ultraboost cocok buat kamu yang lebih mengutamakan kenyamanan saat easy run atau long run santai. Pada akhirnya, sepatu marathon terbaik bukan selalu yang paling mahal, melainkan yang paling sesuai dengan kebutuhan dan gaya latihanmu. Tinggal sesuaikan dengan target lari, budget, dan karakter langkah yang paling nyaman di kaki.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Atqo Sy
EditorAtqo Sy
Follow Us

Related Articles

5 Alasan Suasana Kafe Bikin Pria Lebih Produktif daripada Kerja di Rumah

10 Mei 2026, 22:08 WIBMen