Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Tommy Hilfiger x FRGMT, Paduan Gaya Klasik 90-an dan Sentuhan Modern
Kolaborasi TOMMY HILFIGER x FRGMT resmi diluncurkan di Indonesia. 22 Oktober 2026. (IDN Times/M. Tarmizi Murdianto)
  • Kolaborasi edisi terbatas TOMMY HILFIGER x FRGMT diluncurkan di gerai Grand Indonesia pada 22 Oktober 2026, menghubungkan warisan American prep New York dengan pendekatan desain Tokyo.

  • Koleksi ini menghidupkan gaya 1990-an melalui siluet longgar, warna ekspresif, dan pengaruh hip-hop, sambil memberi ruang bagi generasi baru menginterpretasikan gaya klasik.

  • Hiroshi Fujiwara mengolah arsip Tommy Hilfiger, termasuk rugby shirt, varsity jacket, chino, dan regatta jacket, dengan grafis thunderbolt, polkadot, serta pembaruan logo dan palet warna.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Dunia fashion kerap menemukan inspirasi dari pertemuan berbagai budaya, mulai dari musik, seni, hingga gaya hidup yang berkembang di kota-kota besar. Perpaduan tersebut dapat melahirkan interpretasi baru terhadap gaya klasik, tanpa harus meninggalkan karakter yang membuatnya ikonis. Salah satu contohnya adalah gaya American prep yang identik dengan Tommy Hilfiger, kini hadir kembali melalui perspektif desain kontemporer.

Terbaru, kolaborasi TOMMY HILFIGER x FRGMT resmi diluncurkan di Indonesia lewat acara eksklusif di gerai Tommy Hilfiger, Grand Indonesia, pada Kamis (22/10/2026). Menghubungkan New York dan Tokyo, koleksi edisi terbatas ini memadukan warisan gaya Tommy Hilfiger dengan pendekatan desain Hiroshi Fujiwara, pendiri FRGMT.

1. Menghidupkan kembali gaya 90-an dengan perspektif baru

Kolaborasi TOMMY HILFIGER x FRGMT resmi diluncurkan di Indonesia. 22 Oktober 2026. (IDN Times/M. Tarmizi Murdianto)

Era 1990-an menjadi salah satu inspirasi utama dalam koleksi TOMMY HILFIGER x FRGMT. Pada masa itu, Tommy Hilfiger berupaya menghadirkan gaya American prep yang lebih berwarna, menyenangkan, dan mudah diakses. Potongan klasik kemudian dipadukan dengan warna cerah serta siluet berukuran besar yang memberikan kesan lebih santai dan ekspresif.

Tommy Hilfiger mengenang bagaimana gaya tersebut berkembang melampaui rancangan awalnya. Dalam wawancara mengenai kolaborasi ini, ia mengatakan, “Kebebasan itu merupakan bagian luar biasa dari era tersebut, dan saya senang melihat generasi baru meresponsnya saat ini”.

Pernyataan ini memperlihatkan bahwa daya tarik gaya 90-an tidak hanya terletak pada tampilannya, tetapi juga pada kebebasan untuk menginterpretasikannya. Hiroshi Fujiwara pun memiliki kenangan tersendiri terhadap periode tersebut. Saat mengunjungi New York pada akhir 1980-an, ia menemukan budaya hip-hop dan melihat bagaimana para musisi mengenakan Tommy Hilfiger dengan cara mereka sendiri. Potongan yang dikenakan secara longgar dan berukuran besar menghadirkan kesan berbeda dari rancangan aslinya.

Pengaruh budaya tersebut menjadi bagian dari cara koleksi ini menghidupkan kembali gaya klasik. Alih-alih sekadar mengulang tren lama, kolaborasi ini membuka ruang bagi generasi baru untuk memaknai kembali gaya 90-an sesuai karakter dan selera mereka.

2. Memadukan ikon Tommy Hilfiger dengan sentuhan desain Hiroshi Fujiwara

Kolaborasi TOMMY HILFIGER x FRGMT resmi diluncurkan di Indonesia. 22 Oktober 2026. (IDN Times/M. Tarmizi Murdianto)

Salah satu daya tarik kolaborasi ini terletak pada pertemuan karakter desain kedua pihak. Tommy Hilfiger dikenal melalui gaya American prep yang berani, sedangkan Hiroshi Fujiwara membawa pendekatan desain yang lebih presisi dan terukur. Perbedaan tersebut menjadi dasar untuk menciptakan koleksi yang tetap memiliki identitas masing-masing, tetapi terasa segar.

Proses kreatifnya dimulai dari arsip Tommy Hilfiger dengan memilih sejumlah item ikonis, seperti rugby shirt, varsity jacket, chino, dan pakaian bergaya sailing. Elemen-elemen tersebut kemudian diinterpretasikan kembali melalui perspektif Fujiwara. Koleksi ini juga menampilkan grafis khas thunderbolt, motif polkadot, serta interpretasi baru warna biru muda pada logo Tommy Flag.

Tommy Hilfiger menjelaskan bahwa kekuatan kolaborasi terletak pada kesempatan untuk melihat sesuatu yang sudah dikenal melalui sudut pandang berbeda. Ia menyebut pendekatan Fujiwara yang presisi dan terkendali menciptakan perpaduan menarik dengan karakter American prep yang berani.

Sementara itu, Fujiwara mengungkapkan bahwa dirinya memulai proses dengan mempelajari arsip dan identitas desain Tommy Hilfiger. Ia mengatakan, “Saya ingin melihat seberapa jauh saya bisa mengubahnya sambil tetap menghormati apa yang telah dibangun oleh brand ini selama bertahun-tahun”.

Pendekatan tersebut memperlihatkan bahwa inovasi tidak selalu berarti meninggalkan identitas lama. Dengan memahami karakter dasar sebuah brand, elemen klasik dapat dikembangkan menjadi sesuatu yang berbeda tanpa kehilangan DNA yang membuatnya dikenali.

3. Dari varsity jacket hingga regatta jacket, simbolis klasik yang terus berkembang

Kolaborasi TOMMY HILFIGER x FRGMT resmi diluncurkan di Indonesia. 22 Oktober 2026. (IDN Times/M. Tarmizi Murdianto)

Koleksi TOMMY HILFIGER x FRGMT menghadirkan sejumlah item yang berangkat dari warisan desain Tommy Hilfiger. Di antara berbagai pilihan tersebut, varsity jacket menjadi favorit Tommy Hilfiger. Baginya, jaket ini merepresentasikan perpaduan olahraga, gaya prep, dan budaya anak muda yang telah menjadi bagian penting dari karakter brand selama puluhan tahun.

Dalam koleksi kolaborasi ini, palet warna yang diperbarui memberikan identitas baru pada varsity jacket, sementara karakter klasiknya tetap dipertahankan. Hasilnya adalah interpretasi yang menghubungkan warisan desain dengan pendekatan yang terasa lebih kontemporer.

Berbeda dari Tommy, Hiroshi Fujiwara memilih regatta jacket sebagai item favoritnya. Ia melihat jaket tersebut sebagai salah satu desain klasik dari arsip Tommy Hilfiger yang mendapatkan interpretasi personal melalui kolaborasi ini. Keseimbangan antara bentuk asli dan pembaruan desain menjadi daya tarik utama baginya.

Lebih jauh, keduanya berharap koleksi ini dapat menjangkau penggemar lama maupun generasi yang baru mengenal Tommy Hilfiger dan FRGMT. Tommy Hilfiger mengungkapkan bahwa orang yang mengenal koleksi tersebut sejak era 90-an dapat menemukan kembali warisannya, sementara generasi baru bisa melihatnya sebagai sesuatu yang sepenuhnya berbeda.

Fujiwara pun tertarik melihat bagaimana anak muda akan mengenakan koleksi tersebut dengan cara mereka sendiri. Baginya, item yang terasa nostalgis bagi sebagian orang bisa menjadi penemuan baru bagi generasi lainnya.

Koleksi edisi terbatas TOMMY HILFIGER x FRGMT kini tersedia secara eksklusif di gerai Tommy Hilfiger Grand Indonesia. Melalui kolaborasi ini, Tommy Hilfiger dan Hiroshi Fujiwara memperlihatkan bagaimana gaya klasik dapat terus bergerak mengikuti zaman. Ketika warisan desain bertemu dengan perspektif baru, nostalgia bukan lagi sekadar mengenang masa lalu, melainkan menjadi titik awal untuk menciptakan gaya yang relevan bagi generasi berikutnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article