Konsep Store Tebaru dari Vans Indonesia (IDN Times/Wahyu Kurniawan)
Salah satu yang paling mencuri perhatian dari toko tersebut adalah karya bertajuk OFF (THROUGH) THE WALL, hasil kolaborasi dengan seniman sekaligus desainer asal Indonesia, Rony Rahardian atau yang dikenal dengan nama Rebellionik.
Terinspirasi dari waffle sole ikonis Vans, instalasi ini menggambarkan bagaimana idealisme dan autentisitas bisa menjadi dorongan untuk terus mengeksplorasi hal-hal baru dan melampaui batas kreativitas. Menggabungkan material metal, aluminium, stiker, kayu, hingga cermin, karya tersebut menghadirkan eksplorasi visual yang mempertemukan warisan desain Vans dengan perspektif seni kontemporer.
Michael Kienzy mengungkapkan, persiapan pembukaan kembali toko ini melibatkan proses yang cukup panjang, terutama dalam menghadirkan konsep dan berbagai elemen artistik di dalamnya.
"Untuk persiapan re-opening, kami sebenarnya hanya punya waktu sekitar lima minggu. Namun, proses pengembangan konsep secara keseluruhan sudah berlangsung cukup lama, bahkan bisa mencapai enam bulan hingga satu tahun," jelasnya.
Selain Rebellionik, sejumlah seniman dan kreator lokal juga ikut meramaikan ruang toko melalui karya-karya mereka. Street artist asal Jakarta, The Popo, misalnya, menghadirkan karya berjudul 'Layers of The System'.
Ada pula berbagai ornamen keramik dari Anoma Studio, mulai dari vas hingga skate deck keramik. Sementara itu, Holiday/Ceramic turut menampilkan karya berupa sepatu Vans Authentic dengan sentuhan keramik. Eksplorasi seni semakin lengkap lewat karya Si Paling Off The Wall dari Senikanji dan Planet WKWK-99X milik Dwiky KA.
Menariknya, bagian facade toko juga dihiasi custom speaker dari MainAudio yang dibuat khusus untuk merayakan perjalanan 60 tahun Vans. Kehadiran elemen ini sekaligus memperkuat karakter store yang gak hanya menjadi tempat berbelanja, tetapi juga ruang untuk menikmati berbagai ekspresi kreatif.